Kampung Coklat, Wisata Edukasi Murah Meriah

“Ayo ke kampung coklat.”
Ajakan itu diucapkan oleh satu orang keponakan yang tinggal di Blitar. “Kampung coklat bagus.”
Wisata, wisata, wisata. Memang itu yang ada di kepala kami , ketika memutuskan untuk liburan panjang sekeluarga. Karena itu setiap lemparan ide tempat wisata, langsung kami tanggapi dengan pertanyaan. Di sana ada apa? Jauh tidaknya?
Karena bayangan saya tentang kampung coklat adalah sama seperti toko-toko coklat di Bekasi dan Jakarta. Menyediakan semua produk makanan dan minuman coklat dan berkreasi dengan coklat. Itu saja.

Here We Are

Rencananya kami berangkat pagi. Rencananya lho. Tapi rencana tinggal rencana. Bagaimana mungkin berangkat pagi, sedang tubuh orang kota seperti kami seperti sedang dipeluk dingin erat sekali. Beranjak dari tempat tidur malas rasanya.
Agak siangan ketika matahari sudah muncul kami baru mulai berangkat. Siap-siap. Piknik pertama kami untuk musim lebaran kali ini.

Kami harus melewati jalan melalui bendungan Karangkates, dan juga jajaran hutan jati. Pemandangan yang asyik untuk saya yang mata dan pikiran harus dibuat fresh.
Sampailah kami di Kampung Coklat. Musim liburan, maka ramai kendaraan di luar. Kami cari parkiran terdekat dengan pintu masuk, bersebelahan dengan masjid. Bersebalahn persis dengan pintu masuk Kampung Coklat.
Aalamatnya ada di Jl. Banteng – Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur 66161
Sebuah gedung yang besar dan bagus. Paling tidak mindset tentang coklat di kepala saya tersingkirkan sudah.
Masuk di aula besar, menuju tempat penjualan tiket. Tiket masuknya hanya lima ribu rupiah. LIma ribu? Untuk penghuni kota seperti saya, itu cukup murah meriah.

Ada pohon-pohon coklat yang tinggi dan ada buahnya. Buah-buah coklat yang sudah matang menempel di batangnya.
Ada tempat seperti kolam. Di situ ada banyak ikan-ikan kecil. Kita bisa menyewa tempat di situ, duduk dapat bantalan untuk duduk, dan bisa merendam kaki untuk digigiti ikan sepuas hati kita. Harganya lima ribu rupiah juga.
Ada juga kebun coklat kecil, ditanami pohon-pohon coklat di dalam pot.

Kursus Menghias Coklat dan Spot untuk Foto

Tidak jauh dari kolam, ada restoran. Bukan hanya menjual produk coklat, sih. Tapi makanan lain seperti rujak juga dijual. Saya sendiri lebih suka membeli minuman coklat hangat untuk meningkatkan rasa bahagia. Salah satu manfaat coklat kan untuk meningkatkan rasa bahagia.

Tidak jauh dari sana ada ruangan tempat para pekerja membungkus produk coklat olahan mereka. Satu ruangan berdinding kaca menarik perhatian saya. Kursus menghias coklat.
Maka saya ajak Bungsu saya ke sana untuk belajar menghias coklat. Belajar mandiri, sih, karena tidak ada pembimbingnya. Bayar lima ribu untuk coklat kecil dan dua puluh ribu untuk coklat ukuran besar. Setelah membayar kita diberi nota untuk diberikan ke mbak yang akan memberikan kita coklat sesuai harga yang kita pilih. Lalu diberi beberapa pewarna untuk menghiasnya.
Ambil tempat di salah satu kursi maka hiaslah sesuka hati. Hasil hiasan itu buat kita sendiri untuk kita nikmati.

Tidak ada lagi yang dilihat, lagipula pengunjung cukup ramai, maka kami memutuskan untuk ke luar. Seperti jalan ke luar tempat wisata lain. Akan dihadang dengan rak-rak menjual produk yang mereka hasilkan. Ada coklat mulai dari permen sampai pop corn. Ada coklat bubuk bahkan ada t-shirt juga. Bungsu saya sarankan membeli coklat bubuk untuk teman-temannya.

Di jalan menuju pintu ke luar itulah ada beberapa spot foto. Harus sabar-sabar menunggu kosonglah, karena banyak yang ingin berfoto di situ.
Dan sepertinya ini spot yang paling menarik dibandingkan yang lain.

Kami harus pulang.
Anak-anak juga sudah puas.
Ini pengalaman yang pastinya akan mereka ingat dengan senang hati.