Hadiah Produktif dari Suami

Istri mana yang tidak suka diberi hadiah?
Tentu setiap individu akan berbeda keinginannya akan hadiah.
Suami tahu, saya tidak suka hadiah perhiasan emas. Alih-alih memakai untuk menyenangkan pasangan, ujung-ujungnya pasti akan copot dan tercecer entah ke mana.
Maka untuk hadiah perhiasan, saya memilih membeli sendiri gelang manik-manik seribuan di abang-abang penjual mainan.

Hadiah yang produktif lebih saya sukai. Karena dengan begitu saya jadi berjuang memanfaatkan hadiah itu, agar jadi sesuatu yang bermanfaat.
Ingat ketika saya butuh sekali kamera. Kamera digital yang kecil pecah ketika saya jatuh dari motor. Pada saat itu suami juga butuh kamera, karena beliau akan bertugas ke Papua dan diminta untuk memotret.
Akhirnya kami sepakat. Patungan kamera. Separuh uang suami, separuh uang saya.
Lalu suami yang hunting ke teman-temannya yang fotographer. Jadilah kamera ini menjadi milik kami. Sekarang malah dipakai untuk anak abege kami, yang sedang belajar fotograpi.

Hadiah produktif membuat saya justru menghargainya.
Karena hadiah itu akan membuat saya menjadi manusia yang terus meningkatkan ilmu.
Meja kerja saya juga seperti. Meja kecil sebenarnya saya butuhkan. Tapi suami menawarkan meja besar. Dan saya setuju saja, karena tidak mungkin menolak. Ujungnya di atas meja itu saya bisa letakkan printer dan juga buku-buku yang tidak muat lagi di dalam lemari.
Meja itu bisa dipakai untuk anak-anak belajar. Tidak takut rusak juga ketika murid-murid datang. Karena meja itu cukup kuat.
Meja kerja ini juga membuat ruangan kerja saya seperti sebuah kantor yang sebenarnya. Dan kantor yang ditata sesuka hati saya, tentu membuat saya rindu untuk terus berada di dalamnya.

Hadiah produktif membuat saya semakin giat bekerja tentu saja.
Ujung-ujungnya hasil kerja itu bermanfaat untuk saya kok. Bermanfaat untuk pasangan dan anak-anak saya juga. Karena saya bisa membuat banyak kreasi.
Oven tangkring dari suami, bisa saya gunakan untuk membuat roti juga kue kering. Irit di pengeluaran tentu saja.
Mesin jahit tua yang membuat saya kesal pada awalnya, akhirnya toh bisa membuat saya berkreasi untuk membuat baju baru. Jadi sekarang kalau lihat baju ini ini, tidak tertarik lagi saya. Karena saya bisa membuatnya sendiri.

Hadiah produktif apa lagi, ya, yang saya inginkan?
Saya belum tahu juga.
Karena hadiah produktif yang ada di rumah, masih harus saya optimalkan.