Petualangan Salman, Petualangan Batin yang Percaya

buku baru

Ada banyak buku yang saya tulis. Dan buku-buku itu saya tulis berdasarkan pengalaman nyata. Pengalaman batin yang saya olah sedemikian rupa. Ada pelajaran untuk saya dan tentu saya harap, pelajaran itu akan kena untuk pembacanya juga.

Bicara tentang Salman bukan sekedar bicara sekedar menulis buku. Riset, berkhayal, menulis dan lain sebagainya.
Buku Salman ini istimewa. Untuk saya bahkan sangat istimewa.
Di sini saya benar-benar merasa Allah mengangkat beban-beban saya.

An Nahl:7 ﴿
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
.

Ada dua hal yang mengejutkan untuk saya datangnya. Bersamaan.
Yang pertama ketika saya menginginkan menulis dan diterbitkan oleh penerbit tertentu. Tiba-tiba datang kejutan. Seorang dari penerbit itu menghubungi saya, dan minta saya datang ke kantor mereka, untuk mendiskusikan sebuah naskah.

Yang kedua, ketika saya sedang sedih, karena tidak bisa ikut rombongan umrah keluarga. Saya memang memilih untuk tidak ikut. Alasannya yang Bungsu akan menghadapi ujian. Dan anak-anak sudah terbiasa belajar dengan saya, bukan ayahnya. Di saat itu, saya masih mencoba membuat paspor. Paspor yang beberapa bulan sebelumnya suami buat, hanya perlu menunggu satu hari saja. Pas saya ingin membuatnya, harus menunggu giliran dua minggu lebih. Padahal biro perjalanan minta waktu beberapa hari saja.
Ok menyerahlah saya. Pindah bikin paspor ke kota lain, tidak memungkinkan.

Saya menganggap bahwa ini jawaban, pilihan saya benar. Mengutamakan keluarga.
Tapi mendengar ibu dan kakak adik juga ponakan akan berangkat, saya sedih lagi. Merasa tidak dipilih lagi. Lalu pada satu hari setelah keluarga berangkat. Allah memberikan jawaban. Suami terkena typus. Di situ saya merasa, bahwa saya memang harus tinggal. Tidak ikut berangkat bersama rombongan dan mendampingi Ibu.

Oke saya sudah bisa menata hati.
Dan kejutan dari mampu menata hati itu adalah, telepon dari Gema Insani Press meminta saya, menulis ulang novel anak. Menulis ulang sebebas-bebasnya saya, dari novel anak yang best seller di negaranya. Novel tentang perjalanan umrah.
Kaget? Iya.
Saya seperti diberi penghiburan. Umrah keluarga saya, bahkan bisa bermanfaat banyak untuk saya. Maka telepon, pengalaman, foto dan semuanya sampai video, terus mengalir dari mereka ke hp saya. Ibu bahkan rela mencatat sepanjang perjalanan, apa yang diceritakan oleh travel guidenya.

IMG-20160329-WA0019

Muslim yang baik harus bisa memilih. Itu memang yang saya jadikan kalimat berulang dalam novel tersebut.
Iya, muslim yang baik harus memilih. Saya memilih untuk mengurus keluarga, dan Allah beri jawaban yang indah untuk itu, untuk menghapus beban saya.
Ada banyak godaan yang dihadapi kita sebagai orang dewasa, dan juga anak-anak.

Salman, tokoh anak dalam novel saya, adalah penghafal Al Quran. Abinya juga tentu saja. Dan Abi tidak memiliki telepon genggam yang memiliki fitur seperti game. Padahal ketika umrah, Salman satu rombongan dengan kakak beradik yang hobi sekali main game di telepon genggamnya.

Salman, anak yang mendapatkan hadiah umrah karena menang lomba menghafal Al Quran tergoda. Ia tergoda untuk mulai mencoba main game dengan meminjamnya. Lalu godaan itu meningkat. Hingga akhirnya Salman merasa hidupnya tidak asyik tanpa telepon genggam.
Hingga pada satu kesempatan di depan Kabah, Salman justru ingin sekali berdoa minta diberi game.

Abinya Salman ingin memberi banyak pelajaran memilih pada Salman. Ingin tahu konsekwensi yang didapatkan Salman dengan memilih itu.
Salman pun kehilangan hafalannya ketika ia memilih fokus pada game. Dan Salman merasa bersalah.
Bertambah paham Salman tentang pilihan itu, ketika ia bertemu dengan Kakek Raka. Kakek tua, yang berangkat umrah sendiri.

Nah, kisah kakek Raka yang suka tersesat ini nyata adanya. Kakek tua yang minta agar dia tidak sering ditinggal, karena ia sering lupa.
Ini foto Kakek yang berdiri itu, si Kakek Raka.

IMG-20160403-WA0006

Balik lagi ke Salman, apa yang selanjutnya Salman dapatkan?
Petualangan umrah, bertemu teman baru dan belajar jadi muslim yang bisa memilih.

Buku Salman dan petulangan umrahnya ini, akan mengajak pembacanya paham step by step langkah umrah. Dan perbedaan antara umrah dan haji.
Buku ini adalah perjalanan dari pengalaman batin saya. Dan saya tahu, tidak semua orang bisa mengalami hal seperti saya. Jadi saya harus banyak-banyak bersyukur.