Resolusi Tahun Baru untuk Penulis. Perlu, kah?

2016

Akhirnya, tahun baru datang juga.
Akhirnya. Meskipun saya juga tidak terbiasa merayakan pergantian tahun. Karena sejak dulu dalam didikan Bapak, tidak suka acara ramai-ramai.

Hitungan tahun sudah berganti.
Artinya apa? Artinya usia kita bertambah tua. Artinya untuk saya anak-anak bertambah besar. Biaya pendidikan mereka juga semakin besar. Tenaga untuk menjaga mereka dengan doa dan nasihat juga akan semakin banyak.

Ada resolusi. Biasa dibuat oleh orang yang punya target tahunan. Perusahaan biasanya yang membuat hal ini. Tujuannya untuk mengukur kinerja perusahaan, keuntungan plus kerugian. Karena itu setiap menjelang akhir tahun, bagian keuangan pasti sibuk.

Sebagai penulis, ada banyak yang harus ditulis. Ada ide yang akan menguap jika tidak ditulis. Ada banyak hal, yang akan hilang momentum jika tidak ditulis. Jadi resolusi untuk saya sebagai penulis, tidak perlu.

Resolusi Harian

oke-8

Ada banyak penerbit, yang terus-menerus membutuhkan naskah.
Ada blog yang terus-menerus harus diisi, karena penulis tidak boleh menutup mata dengan perkembangan zaman.
Memang di saat yang sama, ada media-media cetak yang satu-persatu gugur. Tapi itu bukan alasan untuk berhenti menulis.

Gugur satu tumbuh seribu, itu berlaku untuk dunia menulis.
Media cetak gugur, digantikan dengan media online yang jumlahnya tidak terhitung. Tapi perjuangan hidup yang ssungguhnya itu, bukan pada saat kesempatan terbuka luas. Kreativitas justru banyak yang tumbuh dari situasi terjepit.

Ketika ruang menulis tertutup, blog bisa dioptimalkan. Ada banyak perusahaan yang sekarang fokus mencari blogger untuk dioptimalkan. Ketika penerbit-penerbit konvensional bertambah ketat seleksinya, ada penerbit-penerbit online yang gencar mencari penulis.
Ada ruang terbuka untuk penulis mencari kesempatan, bukan hanya terpaku pada interaksi di sosial media, dan berebut rezeki dari sana.
Internet memudahkan penulis. Optimalkan hal itu. Memang tidak seramai sosial media, tapi itu justru lebih optimal.

Jadi soal resolusi untuk tahun baru?
Kalau saya setiap hari terus-menulis. Tidak fokus pada pergantian tahun, tapi pada pergantian hari.
Saya yakin sudah hukum alam, siapa yang terus bekerja, itu yang akan sering menuai hasilnya.