Terri Anjing dan Shepy Domba

terrianjingshepydombapic

Shepy Domba melihat ke arah Terri si anjing gembala. Huh, Shepy Domba mendengus. Enak sekali si Terri itu, kata Shepy Domba dengan kesal. Terri si anjing gembala duduk di bawah pohon yang rindang. Ia duduk di sebelah pak Tom. Sesekali, tangan pak Tom mengelus kepala Terri. Uh, pak Tom lebih menyayangi Terri, kata Shepy Domba dalam hati.
Shepy Domba dan rombongannya sedang makan rumput di tengah ladang. Panas matahari menyengat. Shepy Domba yang kepanasan jadi semakin sebal. Ia ingin berteduh seperti Terri. Tapi setiap Shepy Domba keluar dari kelompoknya untuk mencari tempat yang teduh, Terri selalu berlari dan menyuruhnya kembali. Terri selalu menyalak dengan ribut, bila ia tidak bergabung lagi dengan saudara-saudaranya. Suara salakan Terri itu selalu membangunkan pak Tom. Nah, Pak Tom lalu menggiringnya kembali ke tempat berkumpul domba-domba yang panas itu. Huh, Shepy Domba benar-benar jengkel dibuatnya.
***
Pagi itu pak Tom kembali membawa rombongan dombanya ke padang rumput. Seperti biasa, Terri dengan gembira membantu pak Tom menggiring domba-dombanya. Ia berlari di depan domba-domba itu. Pak Tom menjaga barisan domba di belakang. Kadang-kadang Terri berlari ke belakang. Ia mengelilingi pak Tom, lalu balik berlari di samping domba-domba itu.
“Selamat pagi semuanya. Nanti jangan terpencar ya.” Terri Anjing sibuk mengingatkan semua domba.
Debi Domba yang ada di depan rombongan mengangguk dengan senang. “Tentu saja,” sahutnya. Terri senang. Ia berlari lagi di depan.
Shepy Domba mendengus. Debi Domba mengernyitkan dahinya. Ia mendekati Shepy Domba. “Sebaiknya engkau tidak jauh-jauh.” Debi Domba memandang dengan serius.
“Sebaiknya tetap berkumpul. Di pojok padang yang rumputnya tinggi itu ada ular. Bahaya.” Dibo Domba mengingatkan. Terri kemarin memeriksa ke tempat yang rumputnya tinggi. Lalu ia memberi tahu Dibo kalau ada bahaya di tempat yang rumputnya tinggi.
“Tapi di tempat kita makan rumput itu panas. Kenapa tidak makan rumput di tempat teduh saja?” Shepy Domba merengut. Tapi, ia tetap mengikuti kawan-kawannya walaupun dengan bersungut-sungut.
***
Setelah memastikan semua domba-domba berkumpul di satu tempat, Terri kembali duduk di sebelah pak Tom. Ia duduk dengan tenang. Pak Tom yang menunggu ternak dombanya itu terkantuk-kantuk. Tak lama kemudian Pak Tom pun tertidur.
Terri mendatangi domba-domba yang sedang merumput. Ia memastikan semua masih berkumpul bersama. Lalu, ia kembali menjaga pak Tom. Ia melakukannya beberapa kali.
Tengah hari, matahari tepat di atas mereka. Shepy Domba mulai kepanasan. Ia melihat daerah yang rumputnya tinggi. Uh, disana pasti aku lebih cepat kenyang, pikirnya. Rumputnya lebih lebat. Lagipula rumput disana lebih gemuk. Shepy Domba ingin cepat kenyang jadi ia bisa cepat istirahat. Ia iri dengan Terri yang istirahatnya banyak. Istirahat di tempat teduh, tentu saja amat nyaman. Ia melihat Terri yang ada di bawah pohon. Ia cemberut.
Shepy Domba melanjutkan makan rumput. Tapi, ia selalu mengamati Terri. Ia bertekad akan makan rumput yang panjang itu. Rumputnya lebih besar-besar. Pasti enak, pikir Shepy Domba. Ia mengamati Terri dengan seksama. Ia menunggu kesempatan untuk pergi ke tempat yang rumput-rumputnya tinggi.
Saat Terri sedang menengok ke arah lain. Shepy Domba menyelinap pergi dari rombongan. Ia cepat-cepat menuju bagian padang rumput yang rumputnya tumbuh lebih tinggi. Ia berlari dengan semangat. Ia sudah ingin segera mencicipi rumput yangnampak hijau dan lebat itu.
Shepy Domba yakin tempat itu aman baginya. Terri Anjing hanya tidak mau membiarkan mereka makan enak saja. Apalagi sambil berteduh. Huh, pasti Terri tidak suka kalau domba-domba makan enak.
Shepy Domba segera melahap rumput-rumput yang gemuk itu. Ia tidak memperhatikan sekelilingnya. Rumput-rumput itu memang enak dan mengenyangkan. Shepy Domba mendengar suatu gemerisik. Sepertinya ada sesuatu yang bergerak halus. Ia mengamati sebentar. Tapi ia tidak melihat apa-apa. Shepy Domba melanjutkan makannya.
Tiba-tiba Shepy Domba melihat mata yang berkilat-kilat tak jauh darinya. Ia berhenti mengunyah. Oh, seekor ular dengan kepala yang lebar. Ular itu badannya tegak dan menjulur-julurkan lidahnya. Ia ingat kata Dobi, ular yang kepalanya lebar itu berbisa. Aduh, seram.
Shepy Domba berteriak kaget. Ia takut. Ia tak dapat bergerak. Shepy Domba gemetar.
Tiba-tiba terdengar Terri berteriak, “Pergi. Jangan ganggu domba ini.” Terri mendekati ular itu dari samping. Terri berusaha menggigit ular itu di lehernya. Terri menyalak sambil berusaha melindungi Shepy Domba. Ular itu memutar kepalanya ke arah Terri. Sekarang ular itu berusaha menyambar Terri. Terri melompat menghindar.
“Larilah, Shepy. Cepat,” teriak Terri sambil tetap menatap ular itu. Sekali lagi Terri maju untuk menggigit ular itu. Sekarang, Terri dan ular itu saling berhadap-hadapan.
Shepy Domba yang masih kaget itu akhirnya tersadar. Ia berlari secepat-cepatnya ke gerombolan teman-temannya. Ia berlari tanpa menoleh lagi.
***
Sore itu, domba-domba berkumpul di dalam kandang. Mereka mengelilingi Shepy Domba. Shepy Domba masih agak gemetar. Debi Domba berusaha menenangkannya.
Shepy Domba gelisah. Ia belum melihat Terri Anjing. Ia khawatir Terri terluka. Shepy Domba berkali-kali menoleh ke pintu pagar. Tak lama kemudian, Terri datang ke samping kandang. Ia ingin melihat Shepy Domba.
“Shepy, kamu baik-baik?” Terri kelihatan cemas.
Shepy berlari ke pinggir kandang. Ia minta maaf dan lain kali akan makan rumput di dekat yang lain. Ia tahu kini, Terri bermaksud baik. Terri ingin memastikan semua domba selamat.

Terri mengangguk. Ia tersenyum. Shepy Domba lega. Senyumnya mulai mengembang. Ia tak mau lagi jauh-jauh dari Terri bila ke padang rumput.