Resep Cantik Ibu dan Marcks

review-1

Ada banyak resep cantik, tapi saya selalu percaya resep cantik yang selalu Ibu ajarkan. Ikhlas itu yang paling utama tentunya. Rutin olah raga. Jaga makanan termasuk konsumsi sayur dan buah.
Ada banyak resep cantik, bukan dari salon atau iklan-iklan yang berseliweran di sosial media. Tapi resep cantik dari Ibu, itu yang selalu saya percaya.
Sebab saya melihat prosesnya. Sebab saya diajarkan bagaimana caranya. Dan melihat seperti apa hasilnya.

“Pakai bedak ini…”
Itu dulu Ibu tawarkan pada saya. Ketika saat remaja, saya bingung dengan satu-persatu jerawat yang muncul.
Ingat, Ibu biarkan saya berproses untuk memilih. Sebagai abege dulu saya ikut-ikutan teman yang lain, untuk berganti-ganti merk bedak. Apa yang baru muncul di iklan, itu yang diberi.
“Buat jerawat, buat keringat.”

Saya mulai rutin akhirnya memakai marcks.
Berganti-ganti warna. Kadang saya membeli yang berwarna rose. Kadang memilih yang putih. Kadang juga mengganti dengan yang cream.
Ketika sedang berjerawat, saya memakainya sebelum tidur. Untuk deodoran sebelum berangkat beraktivitas.
Saya orang yang tidak mudah percaya. Tapi Marcks
memberikan bukti bukan sekedar janji. Itu yang membuat saya percaya, dan akhirnya menurunkan rasa percaya itu pada anak saya, seperti Ibu menurunkan pada saya.

img_3113

“Ibu ada bedak?”
Ketika pulang kampung dan lupa membawa bedak, Ibu biasanya akan menunjuk ke satu tempat di wadah rotan miliknya.
Ada banyak tumpukan bedak marcks. Hanya satu, dua yang masih ada isinya. Lainnya sisa wadah bedak. Ibu jadikan sebagai tempat peniti, jarum atau pernak-pernik lainnya.
Bersyukur warung dan di apotik dekat rumah Ibu, bedak ini mudah didapatkan dengan harga terjangkau.

“Bu…, lihat. Masa aku ada jerawat.”
Suatu hari anak gadis saya menunjuk jerawatnya.
“Gampang. Pakai bedak marcks Ibu aja.”
“Bu…., Mas bau badan…,” anak gadis mengeluh soal keringat kakaknya.
“Pakai bedak marcks…,” ujar saya pada yang sulung.

Apa yang Ibu lakukan, saya lakukan.
Untuk menjadi terawat tidak perlu biaya mahal.