Alternatif Liburan Ibu Rumah Tangga

“Horee libur…,” begitu biasanya teriakan anak-anak ketika libur telah tiba. Maka anak bersenag-senang dengan bermain. Kadang saking senangnya, mereka main suka lupa waktu. Harus dicari berputar-putar baru akhirnya kembali. Itu pun masih disambut dengan cemberut. Padahal pulang hanya untuk diminta makan, mandi atau shalat.

Masa-masa heboh seperti itu sudah mulai berlalu.
Dulu setiap Desember, saya sudah siap dengan peralatan tempur untuk pulang kampung. Lalu cek cek daerah tujuan wisata. Pokoknya fokus menambah wawasan untuk anak.

Mereka puas bermain, mereka sudah puas jalan-jalan.
Sekarang mereka sudah remaja. Arah hidup sudah harus ditentukan. Jalan-jalan yang saya tawarkan untuk mereka adalah menuntut ilmu. Jika letih dari berpergian seringnya mendatangkan keluhan, maka letihnya menuntut ilmu pasti akan membawa keletihan yang membuat bahagia.

Anak-anak pun pergi untuk liburan sambil menuntut ilmu.
Ibu?
Ibu rumah tangga yang di rumah saja, ketika anak sudah besar dan punya acara sendiri, bisa punya banyak alternatif liburan. Liburan alternatif ini juga bisa dipakai ibu-ibu dengan anak yang ada di rumah. Bisa dilakukan bersama anak-anak.
Mengisinya dengan apa?

1. Mewarnai gambar.
Iya gambar-gambar seperti ini saya print. Lalu saya mulai mewarnai. Dan ini efektif juga untuk membuat tangan lebih lentur.
Anak saya juga suka kok melakukannya. Bahkan kami berlomba untuk itu.
warna4

2. Bercocok tanam.
Ketika anak-anak masih kecil, Ibu tidak punya waktu untuk diri sendiri. Bahkan untuk menyiram tanaman pun suka lupa. Ketika anak-anak sekolah, sebagai ibu kita sudah kehabisan banyak energi untuk menyiapkan sarapan, pakaian dan lain sebagainya.
Ketika anak sudah libur, kita lebih bisa menata waktu. Dan tentunya waktu yang berharga itu harus dimanfaatkan.
Cobalah mulai mencari-cari tanaman untuk ditanam di pot kecil saja. Cari tanaman yang mudah perawatannya.
Atau sebarkan bibit cabai juga tomat. Mereka bisa tumbuh tanpa perlu repot mengurusnya.
Jika anak ada di rumah kita bisa ajak mereka melakukannya. Jika anak masih kecil, bebaskan mereka untuk mengenali tanah, cacing juga sekop.

3. Masak.
Masak yang macam-macam kalau bukan ahlinya menyulitkan. Karena waktunya sempit, Di saat anak-anak libur, maka kita jadi punya waktu lebih untuk mempelajari sebuah resep dan mengeksekusinya.

4. Buat kerajinan tangan.
Pakai apa saja. Pakai tutup botol bekas bisa. Pakai pakaian bekas lalu kita modifikasi jadi macam-macam, entah itu keset atau boneka.

5. Cek alat yang ada di rumah.
Kalau punya mikser dan selama ini hanya menganggur di gudang, coba deh mulai belajar digunakan. Sayang kalau alatnya hanya jadi pajangan.
Kalau punya kamera? Biasa tuh untuk mulai belajar memotret. Tidak harus jadi fotographer profesional. Yang penting ilmu kita bertambah, dan alat kita jadi berguna.

kerjaan-ibu

6. Tambah ilmu agama
Iya liburan efektif tambah ilmu agama. Kita bisa full mengikuti kajian di majlis ilmu dari awal sampai akhir, tanpa perlu dibingungkan dengan mengantar jemput anak.
Dan majlis ilmu ini kelebihannya adalah, ada malaikat yang ikut bersama kita dan mengaminkan doa-doa kita.
Majlis ilmunya di masjid, ya. Bukan dari sosial media.

7. Saatnya beres-beres
Debu-debu di lemari mungkin sudah terlalu tebal, karena kita lupa untuk membersihakannya. Dan libur adalah saat yang menyenangkan untuk bersih-bersih rumah. Beres-beres ini itu.

8. Baca buku.
Punya koleksi buku yang tidak tersentuh? Belum punya waktu untuk membacanya dengan alasan diganggu urusan PR anak-anak?
Saatnya liburan ini kita bisa membaca buku sampai selesai.
Tidak ada alasan anak lagi. Bahkan kita bisa juga membacakan buku itu untuk anak-anak.

Masih banyak kegiatan lain.
Yang penting kita senang melakukannya.
Jangan buang waktu dengan hanya tidur makan dan tidur makan, ketika anak-anak sedang libur.
Kalau bukan sekarang kapan lagi?