Kepingan Coklat dari Hati

kue-4

Bukankah muslim yang baik harus selalu belajar?
Seiris coklat.
Segelas coklat.
Semangat yang selalu tak boleh padam.

Ibu-ibu pengajian dan makanan yang tersaji dari olahan dapur dihabiskan adalah sesuatu yang mengharukan.
“Ibu mau buat yang ini,” Ibu menunjuk satu gambar.
“Goodtime. Ibu bisa?” Anak Bungsu memandang tak percaya.
Ibu mengangguk yakin.

Sederhana saja bahannya, begitu yang dikatakan tetangga.
Campur semua bahan dari terigu, mentega, gula, coklat, maizena, susu bubuk, baking powder juga kuning telur.
Tapi takarannya.

Kembali memandangi angka pada timbangan.
240 gram tepung terigu. Beli saja yang setengah kilo lalu bagi dua.
200 gram margarin. Mentega merk apa saja. Yang murah yang mahal fungsinya sama. Gunakan semua.
120 gram gula halus. Ah gula biasa pun bisa. Lima, enam sendok saja.
Pisahkan putih telur dan kuningnya. Gunakan dua kuning telur.
Susu buku sachetan putih merk D.
2 sendok makan maizena.
2 sendok makan coklat bubuk, jika kurang coklat tambahkan saja lagi,
Baking powder seujung gagang sendok.
Vanili satu sachet.

Kocok, kocok mentega dan gula hingga tercampur rata. Masukkan terigu, kuning telur, vanili, susu buku, maizena terakhir coklat.
Pastikan semuanya tercampur.
Rasakan. Sedikit saja apakah sudah pas rasanya dengan keinginan lidah kita?

Siapkan oven. Nyalakan api kecil saja.
Siapkan loyang olesi dengan mentega.
Bentuk bulatan kecil saja. Gepengkan bulatan itu. Tidak terlalu tipis, jangan terlalu tebal. Gepengkan dengan pangkal garpu hingga terlihat garis melintang.
Beri taburan chococip jika ada, jika tidak ada seadanya saja.
Ada tiga tingkat dalam oven.
Tingkat paling atas, tengah dan bawah. Harus hati-hati jika memanggang di bagian bawah, jangan sampai menjadi gosong, karena dekat dengan api.
Lima menit saja lalu pindahkan ke bagian tengah atau atas.

Akan ada aroma kue.
Hangat masih terasa empuk. Biarkan panasnya pergi. Lalu biskuit itu berubah menjadi mengeras.
Nikmati dengan secangkir kopi atau teh hangat.