Bank Naskah untuk Apa?

Menulis setiap hari?
Iya, saya tipikal penulis yang harus menulis setiap hari.
Karena menulis untuk saya membantu untuk membuang energi negatif. Eenergi itu saya keluarkan dan saya saring dan peras sari patinya agar bermanfaat untuk diri saya dan orang lain. Bentuknya ya dalam bentuk sebuah tulisan tentu saja.

Menulis setiap hari tentu saja tidak asal menulis.
Saya punya daftar apa yang harus saya tulis.
Apakah tulisan untuk media cetak, atau tulisan untuk saya jadikan buku, atau tulisan untuk saya tulis di blog lalu saya bagikan pada pembaca.
Yang jelas setiap hari komputer saya menyala, persis seperti jam kantor. Jam delapan sampai jam enam. Jeda waktu bisa saya pakai bersih-bersih rumah, ambil jemuran, ke tukang lauk bila sedang malas masak, atau sekedar leyeh-leyeh untuk meluruskan punggung.

Fungsi Bank Naskah

Di bank kita menyimpan uang. Fungsinya tentunya kita berharap simpanan itu bertumpuk, dan suatu saat ketika kita butuh, kita bisa menggunakannya.
Fungsi bank naskah juga seperti itu.
Setiap hari kita menulis. Untuk penulis pasti pahamlah tulisan macam apa itu yang bisa dijadikan tabungan. Tulisan bukan asal tulis tentu saja. Tulisan dengan standar media cetak dan penerbit tentu saja. Tulisan yang enak dibaca oleh orang lain dan isinya bukan keluh kesah tentu saja.

Di komputer kita simpan naskah. Naskah seperti apa?

1. Pastikan yang kita simpan adalah naskah yang menarik. Yang memang benar-benar kita tertarik untuk menyelesaikannya. Kita mengendapkannya atau menyimpannya di bank naskah, karena kita menunggu moment tertentu untuk naskah tersebut. Misalnya lomba penulisan di suatu tempat dengan hadiah tinggi di atas sepuluh juta misalnya.

2. Pastikan naskah itu naskah yang sudah jadi. Artinya memang bukan naskah yang baru judul saja, tapi naskah yang sudah jadi. Hanya butuh revisi ulang dan edit sana-sini.
Naskah seperti ini yang ketika media butuh naskah atau penerbit butuh naskah, bisa cepat dikirim ke sana tanpa perlu bingung membenahi ini dan itu lagi.

3. Pastikan naskah itu adalah naskah yang idenya berbeda. Artinya kalau cuma membuat naskah biasa dan menyimpan di bank naskah di folder kita juga rugi. Karena apa? Karena pasti di setiap kesempatan penerbit atau media selalu mencarinaskah yang berbeda untuk diterbitkan, bukan naskah yang biasa-biasa saja.

4. Trus kapan dapat uangnya kalau begitu?
Kalau naskahmu sudah oke. Ditulis, direvisi, dibaca ulang. Mulailah berteman dengan penerbit atau media cetak. Nanti mereka pada suatu waktu (seringnya akhir tahun) akan membuat pengumuman butuh naskah. Nah, kamu tinggal kirim naskah itu.
Percayalah, jika naskah itu menarik, maka kamu cuma butuh waktu dua hari sampai satu minggu untuk mendapat kabar dari mereka, kalau naskah kamu masuk daftar tunggu untuk diterbitkan.

Jadi untuk yang serius menulis,
ayo mulai dari sekarang buat target.
Lalu menulislah setiap hari biar pikiranmu terasah dan tulisanmu jadi semakin keren.