Masakan Ibu yang Membosankan

Masakan Ibu yang membosankan

Apa Ibu akan marah kalau Attar bilang, Attar bosan makanan yang dimasak Ibu? Apa Ibu juga akan sedih kalau Attar bilang, Attar ingin makan siangnya dari catering langganan sekolah saja?
Attar berdiri di depan kamarnya. Di dekat kamarnya ada dapur di mana Ibu kelihatan sedang sibuk meracik bahan makanan.
“Mau bawa apa hari ini?”
Attar diam saja. Ia tidak berani bilang tapi langsung menuju kamar mandi. Di depan kamar mandi Attar bertemu Bilqis yang tersenyum padanya.
**
“Ibu tahu? Kakak bosan masakan Ibu.”
Attar yang sekarang sudah ke luar dari kamar mandi, menghentikan langkahnya. Bilqis sudah terlanjur cerita pada Ibu. Semalam memang Attar bilang pada Bilqis, kalau ia sudah bosan dengan bekal makanan yang dibawa dari rumah.
Attar ingin yang beda.
“Kakak tidak boleh langganan katering, Ibu?”
“Boleh. Ibu malah tidak repot pagi-pagi harus masak di dapur, kan?”
Mendengar kalimat itu diucapkan, Attar langsung berjalan dari kamar mandi menuju kamrnya sambil tersenyum.
“Boleh, Kak..,” ujar Bilqis.
**

Attar melompat kegirangan. Hore…, hari ini ia tidak perlu bawa bekal dari rumah. Hari ini Ibu bilang Attar bisa makan dari makanan katering yang sudah Ibu telepon. Katering itu sudah disediakan pihak sekolah, bagi anak-anak yang tidak membawa bekal.
Makanan Ibu bukannya tidak enak, tapi Attar bosan. Setiap pagi tas sekolahnya jadi bertambah penuh dengan bekal makanan dari Ibu. Belum lagi makanan itu kadang-kadang bukan makanan yang Attar pesan.
Ibu selalu membawakan sayur yang Attar tidak suka. Ibu juga memberikan potongan buah yang potongannya agak besar, padahal Ibu tahu Attar tidak suka buah.
Attar tersenyum ketika berangkat sekolah naik sepedanya.
Makanan katering yang sering dimakan teman-temannya kelihatan enak. Ada telur pedas, ada ikan yang diberi tepung. Ada ayam goreng juga.
Air liur Attar rasanya menetes ketika membayangkan makanan itu.
**
Ada dua puluh lima anak di kelas. Dan kebanyakan teman Attar di kelas, langganan katering. Cuma Attar dan Koko yang bawa makanan dari rumah. Koko bilang, jatah makanan di katering sedikit, dan Koko selalu merasa kurang.
Attar sudah tahu menu katering hari ini, karena sudah tertulis di kertas yang dibagikan setiap bulan pada murid-murid.
Hari ini ada ikan bakar dikasih sambal terus ada susu coklat ditambah lagi sayur bayam. Sayur itu nanti juga tidak akan Attar makan, karena kalau tidak habis Ibu tidak akan marah.
Sekarang sudah jam dua belas. Sebentar lagi istirahat dan makanan dari katering akan datang. Attar tersenyum sendiri.
**
Makanan dari katering hari ini datang terlambat. Tadi ada yang bilang motor orang yang bawa makanan katering, jatuh terpeleset di jalan.
Perut Attar sudah lapar sekarang. Di sampingnya ada Adin yang hari ini bawa bekal makanan dari rumah.
“Kamu tidak bawa bekal?”
Attar menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Hari ini Ibu sudah telepon katering, kata Ibu aku boleh langganan katering selama sebulan.”
Wajah Adin kelihatan kecewa.
“Kenapa?”
“Aku suka terung balado buatan Ibu kamu. Hari ini, Mama aku bawa ayam goreng renyah kesukaan kamu. Aku mau tuker dengan terung balado kamu.”
Perut Attar sudah keroncongan karena lapar.
“Makan sama-sama aku, yuk..”
Attar mengangguk. Nanti pulang sekolah, ia akan bilang sama Ibu untuk membatalkan langganan katering untuknya. Attar mau bawa makanan lagi dari rumah seperti biasanya.
**