Jangan Mau Orang Mengganggu Mood Kita

Ada banyak orang di sekeliling kita. Orang dekat yang sehari-hari bersama kita. Dan orang yang jauh di luar lingkungan hidup kita.
Mereka berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung dengan kita. Mereka hidup berdampingan dan bersentuhan kulit dengan kita. Atau mereka hanya terjangkau pandangan kita saja.

Kita adalah makhluk sosial. Kita tidak mungkin bisa hidup sendiri. Kita akan menolong orang lain dan ditolong orang lain. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada pertolongan orang yang tidak kita sadari. Misalnya baju yang melekat di tubuh kita. Meski kita merasa membelinya dengan uang kerja kita, tapi ada rantai untuk sebuah baju pada akhirnya melekat di tubuh kita. Dari mulai uang kerja kita, kita tidak mungkin bekerja atau menghasilkan sesuatu tanpa orang lain. Dari orang yang menjual baju, dari penjahitnya, dari benangnya. Semua adalah jalinan alias mata rantai yang membuat kita adalah makhluk sosial.

Orang lain bisa membuat kita menjadi baik juga buruk. Semakin dewasa hal itu, kita akan semakin paham.
Kalau mereka kasar, mungkin kita bisa membalas kekasaran mereka. Tidak masalah.
Yang menjadi masalah adalah ketika orang-orang yang melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan untuk kita, bisa membuat mood kita pada satu hari berubah.
Hanya karena orang tidak sengaja menginjak sepatu kita, kita langsung tidak enak hati sepanjang hari. Karena merasa sepatu itu baru kita cuci atau memang baru beli.
Atau ketika kita sedang gembiranya, lalu ada seorang yang marah pada kita tanpa sebab. Kita lalu merasa jadi orang yang paling menderita sedunia.

Mood kita milik kita.
Perasaan turun naik itu hak kita.
Kita bisa memilih mengisi hari dengan tersenyum atau dengan berduka.

Jika ada seorang yang kita rasa bisa mengubah mood kita, apa yang harus kita lakukan?
1. Tarik napas panjang. Pikirkan, bahwa hari ini kita harus mengisi hari dengan kebahagiaan. Bqahagia itu pilihan kita. Orang lain tidak berhak mengambil kebahagiaan itu dari kita.
2. Ketika ada orang marah dengan kita, bukan kita yang sedang bermasalah. Tapi dia. Maka kasihanilah dia.
3. Ketika datangnya perubahan mood itu dari rumah, coba ke luar rumah. Temui orang yang tidak seberuntung kita. Maka kita akan bersyukur dengan keadaan kita.
4. Kamu siapa? Hal seperti itu sering saya ulang-ulang dari hati saya, ketika ada orang yang tiba-tiba menyinggung perasaan saya. Iya. Dia itu siapa? Orang itu bukan siapa-siapa kita, maka tidak perlu dipikirkan apalagi dimasukkan ke hati.
5. Ketika sedang marah, jangan bergaul dengan yang mudah emosi. Tambah akan semakin tinggilah emosi kita.

Hak tubuh adalah dijaga kesehatannya. Hak hati juga begitu. Maka jagalah hati kita dengan selalu menjaga perasaan kita.