Gambar Mimpi Ibu

gambar mimpi ibu

Alia memandangi pintu kamar Ibu yang kosong. Kosong tanpa gambar. Tidak seperti pintu kamar ibunya Neta, yang kemarin Alia lihat.
“Ibuku masih punya cita-cita tinggi,” ujar Neta pada Alia kemarin.
Ada banyak gambar yang Alia lihat di pintu itu. Ada gambar pesawat terbang, Neta bilang ibunya masih ingin belajar mengendarai pesawat. Ada juga gambar air terjun besar Niagara. Neta bilang, ibunya suatu saat akan ke sana, kalau uang mereka sudah terkumpul banyak.
Di kamar Neta juga ada gambar. Alia memandanginya. Gambar-gambar piala. Gambar itu sepertinya Neta dapat dari koran lalu digunting dan ditempel di dinding kamarnya.
“Aku harus jadi juara biar sukses. Itu ibuku yang kasih tahu.”
Alia tahu, Neta memang selalu menjadi juara di sekolah. Bulan kemarin, Neta terpilih sebagai pelajar teladan.
“Awas…..” Ada suara yang mengejutkan Alia.
Alia kaget lalu mundur ke belakang. Rupanya Kak Dito yang baru ke luar dari dalam kamar Ibu.
“Kenapa kamu diam?” tanya Kak Dito keheranan.
Alia menggeleng. Pintu tanpa gambar itu membuat Alia jadi terus berpikir.
**
Di ruang tamu, Alia memandangi Ibu. Ibu mengambilkan sepiring nasi dan lauk pauk untuknya dan untuk Kak Dito.
“Apa mimpi Ibu?” tanya Alia.
Terdengar suara Kak Dito tertawa.
“Cita-cita Ibu?” tanya Alia lagi.
Alia melihat Ibu tersenyum. Mungkin pertanyaannya lucu.
“Ibunya Neta masih punya cita-cita. Mimpi katanya. Ibunya Neta mau belajar nyupir pesawat.”
Ibu menggeleng.
“Ah.., ibunya temanku juga ada,” ujar Kak Dito. “Ibunya temanku malah mau sekolah lagi ke luar negeri. Padahal sudah tua.”
Alia memandangi Ibu. “Ibu tahu apa mimpi Ibu?”
Di dapur sudah kedengaran suara ceret berbunyi. Ibu berlari menuju dapur.
Alia memandangi. Mungkin Ibu harus diberi tahu apa mimpinya.
**
Hari ini, Neta memberikan Alia banyak gambar. Neta bilang, semalam ia sudah bicara pada ibunya dan memilihkan gambar-gambar yang bagus, yang ia gunting dari majalah dan koran.
“Nanti Ibu kamu suruh pilih, ya?”
Sekarang Alia memandangi gambar itu. Ada gambar pesawat yang terbang mengelilingi dunia. Neta bilang, Alia bisa mengambil gambar itu, jika Ibu punya mimpi untuk keliling dunia. Ada gambar salju, Alia tahu artinya. Siapa tahu Ibu punya mimpi merasakan salju.
“Ibu aku bilang, gambar ini akan membuat kamu punya mimpi tinggi. Jadi kita berjuang keras untuk mewujudkannya.”
Gambar-gambar itu sekarang Alia keluarkan dari dalam tas. Banyak sekali gambar. Ada gambar rumah yang bagus dan ada kolam renangnya. Uh…, itu seperti mimpi Kak Dito, yang katanya mau punya rumah besar, ada kolam renangnya, biar setiap hari bisa berenang.
“Ibu…,” tanya Alia ketika ibu ada di dekatnya. “Apa mimpi Ibu?” kali ini tangan Alia menunjukkan gambar-gambar itu.
Ibu tersenyum pada Alia.
“Ibu tidak ingin merasakan salju? Keliling dunia?”
Ibu berdiri dari duduknya. Lalu mengambil kertas dan pensil. “Ibu gambar saja sendiri mimpi Ibu, ya?”
Lalu Alia melihat tangan Ibu bergerak untuk menggambari kertas itu. Gambar biasa. Tapi Alia tidak tahu artinya. Gambar dua orang besar dan dua anak kecil.
“Apa artinya?” tanya Alia.
“Ibu ingin tetap sehat, biar bisa menjaga kamu, Kak Dito juga Ayah. Menjaga terus sampai kalian besar dan jadi orang hebat.” Ibu kali ini tersenyum.
Alia langsung memeluk Ibu.
Mimpi Ibu itu rasanya membuat Alia ingin menangis. Alia akan menyimpan gambar itu dan menempelnya di depan pintu kamarnya, biar ia ingat terus.