Doa Kebalikan Demi Kebaikan

Pernah berdoa?
Atau sering?
Atau bahkan doa adalah bagian dari napas kita, sehingga setiap tarikan napas kita, kita isi dengan doa?
Ada banyak waktu terkabulnya doa. Dari mulai antara azan dan iqomah, saat hujan turun, sampai saat kita sujud. Dan di sepertiga malam terakhir, Allah justru akan turun dari Arsy-NYA untuk menjawab doa-doa hambaNYA yang meminta padaNYA.

Banyak macam doa. Banyak macam pinta.
Kita merasa bahwa yang paling utama adalah ketika kebutuhan kita tercapai. Bahkan banyak yang merasa bahwa orang lain yang buruk hidupnya, memang itu sudah bagian dari jatah takdirnya.

Saya senang berdoa, karena saya tahu saya manusia lemah. Tidak mungkin keinginan saya terwujud begitu saja tanpa campur tangan Allah.
Tapi semakin lama saya menjadi paham, bahwa ada doa-doa yang menggembirakan untuk kita dan hanya untuk lingkaran kita. Tapi ada doa-doa yang bisa menggembirakan orang lain. Nasib orang itu berubah karena doa kita yang sungguh-sungguh kepadanya.

Doa macam apa itu?
Mendoakan kebalikan.
Kebalikan semacam apa?
Kalau ada baik maka kebalikannya adalah buruk. Kalau ada senang kebalikannya susah.
Kalau ada nyinyir kebalikannya bijak.
Kebalikan sesuatu yang bertolak belakang.

Jadi ketika saya melihat anak dari orangtua yang rumah tangganya tidak utuh, ketika mereka melintas di depan saya, saya berdoa agar Allah menjaga mereka. Sehingga kelak mereka jadi anak-anak yang membanggakan orangtuanya.
Ketika melihat seorang tukang jualan yang kelihatan lelah berjualan, saya berdoa semoga dagangannya laris dan ia diberi rezeki yang berkah hingga rezeki itu mencukupkan anak istrinya.
Ketika saya melihat status nyinyir seseorang di sosial media, saya berdoa semoga Allah ganti kenyinyiran itu dengan kebijaksanaan.

Banyak orang bisa berubah karena doa.
Umar bin Khattab enam tahun didoakan Rasul agar jadi orang baik.
Abu Thalib paman Rasul juga didoakan. Tapi tetap dengan kepercayaannya dan tidak mau mengikuti jejak Rasul meninggalkan agama leluhurnya.
Pada akhirnya hak mengabulkan doa ada di tangan Allah. Tugas kita sebagai manusia hanya terus berusaha. Lagipula untuk saya, mendoakan orang lain ke arah kebaikan jauh lebih bermanfaat daripadada hanya mengeluh tentang orang tersebut.