Saat yang Tepat Untuk Berubah

IMG-20160617-WA0068

Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang.
Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan,
melainkan suatu kebiasaan
(Aristoteles)

Rasanya baru kemarin tahun berganti. Rasanya baru kemarin kita masuk sekolah. Rasanya baru kemarin kita berangan-angan dan akhirnya angan-angan itu tidak sampai juga jadi kenyataan.
Berharap saja tidak cukup. Karena setiap target dan tujuan bukan sekedar angan-angan. Untuk mencapainya diperlukan kerja keras disertai dengan keyakinan bahwa kita bisa.

Banyak perubahan yang harus kita lakukan bila kita ingin menjadi manusia yang berbeda. Perubahan yang datangnya dari kesadaran diri kita sendiri bahwa kita memang harus berubah. Perubahan ke arah positif yang bisa menjadikan hal itu kebiasaan untuk kita, dan akhirnya menjadi karakter positif bagi diri kita.
Horace Mann seorang pendidik mengatakan bahwa kebiasaan itu seperti kabel. Kita menenun seuntai demi seuntai setiap hari dan segera kebiasaan itu tidak dapat diputuskan.
Beberapa perubahan ini mungkin yang harus kita lakukan dan melanjutkannya dengan action menuju target yang kita inginkan.

1. Ubah Persepsi Diri Kita tentang Kita
Jika kita masih merasa selalu tidak mampu menjadi besar dan berhasil dengan apa yang kita lakukan, mulailah dengan membuang pikiran buruk itu segera mungkin dari otak kita.
Setiap manusia diberi kelebihan juga kekurangan. Yang membedakan seorang yang berhasil dan tidak berhasil adalah mereka yang berhasil mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan dan potensi mereka.
Seorang pembuat kue yang merasa kemampuannya di bidang itu bisa berkembang dengan baik, akan jauh lebih berhasil daripada seorang pembuat kue yang tidak yakin lalu mencoba beralih menjadi tukang jahit hanya karena mengikuti apa kata orang.
Jika kita saat ini belum mengenali diri kita sendiri, coba lakukan perubahan besar. Perubahan besar berupa waktu untuk merenung. Bukan merenungi angan-angan kosong. Tapi sebuah perenungan panjang untuk memahami seperti apa diri kita sebenarnya.

2. Ubah Pemikiran tentang Mimpi
Semua keberhasilan adalah hasil dari mimpi atau keinginan yang terpendam. Yang membedakan antara orang sukses dan tidak adalah bahwa orang sukses mampu membuat mimpi itu bukan sekedar mimpi. Mereka menjadikan mimpi itu sesuatu yang jelas, bisa dilakukan. Bukan lagi abstrak.
Mereka juga yakin bahwa mimpi-mimpi itu harus dijadikan nyata dengan keyakinan, doa dan kerja keras.
Jika kita merasa mimpi kita masih abstrak, coba ubah mimpi kita menjadi nyata. Membuat visualisasi mimpi itu sehingga terlihat jelas dan bisa kita gapai.
Boleh kita menggambar mobil, atau sebuah hotel bintang lima yang belum pernah kita datang, atau tempat wisata ke luar negeri yang ingin kita kunjungi. Atau bisa jadi tumpukan uang yang ingin kita miliki. Letakkan gambar-gambar itu di dekat meja kerja kita. Sehingga kita termotivasi untuk melakukan yang terbaik agar mimpi itu bisa menjadi kenyataan.

3. Ubah Pemahaman tentang Hambatan dan Peluang
Setelah kita memahami seperti apa diri kita, kekurangan kelebihan dan mimpi-mimpi kita maka yang harus kita pahami selanjutnya adalah membuat perubahan tentang hambatan dan peluang yang ada di depan kita, yang mungkin saja akan kita lalui.
Jika hambatan yang belum kita jalani sudah memberatkan kita, karena berdasarkan pengalaman teman-teman itu adalah hambatan terbesar, coba ubah persepsi tentang hambatan.
Hambatan bukan penghalang. Hambatan adalah peluang yang belum berhasil kita lalui. Jadi tentu saja untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi, kita harus melalui hambatan tersebut.
Dengan mengubah persepsi seperti itu, maka kita akan bersemangat dan membuat setiap hambatan hanyalah titik kecil di perjalanan kita.
Perubahan hambatan menjadi peluang itu juga bisa kita dapatkan dengan dukungan dari teman-teman yang satu persepsi dengan kita. Untuk itu masuk dalam satu komunitas yang saling mendukung akan menjadi energi positif untuk kita. Atau bila belum menemukan komunitas, kita bisa melakukan dengan membaca buku-buku berdasarkan pengalaman sukses orang lain, sehingga kita tahu dimana perubahan yang harus kita lakukan.

4. Ubah Persepsi Negatif tentang Orang yang Tidak Mendukung
Ketika kita fokus untuk meraih kesuksesan di jalan yang kita anggap benar dan pasti bisa kita lakukan, hambatan yang terberat yang akan kita dapatkan adalah bahwa orang-orang di samping kita, orang-orang yang dekat dengan kita, tidak akan mendukung apa yang sedang kita lakukan.
Akan ada saatnya di suatu titik, kita merasa sendiri. Dan hal yang seperti itu wajar terjadi di ranah manapun.
Tenggelam dalam kesedihan karena tidak dimengerti oleh orang-orang terdekat bukanlah langkah yang tepat. Yang terbaik adalah mengubah persepsi kita sendiri. Orang terdekat itu bukan tidak mendukung langkah kita tapi mereka tidak paham dengan apa yang sedang kita lakukan. Cara membuat mereka paham adalah dengan menunjukkan lewat bukti, bahwa semua mimpi yang tengah kita jalani bukan sekedar mimpi tapi itu adalah kenyataan.

5. Ubah Persepsi Tentang Putus Asa
Perjalanan menuju suatu titik tujuan pasti melelahkan. Karena perjalanan itu bukan perjalanan yang sebentar tapi perjalanan yang panjang.
Perjalanan panjang ini juga harus kita tempuh dalam tempo berbulan-bulan bahkan bisa dalam hitungan tahun, bukan sekedar hitungan hari.
Jika kita lelah, itu biasa. Jika kita putus asa, juga lumrah terjadi. Bahkan bila terbersit sebuah rasa bahwa kita tidak sanggup meneruskan perjalanan, juga bukan hal yang bisa dielakkan.
Ubah pandangan kita bahwa perjalanan kita yang panjang adalah sia-sia karena kita tidak berhasil juga. Perjalanan kita bukan sia-sia. Perjalanan kita yang sudah kita lakukan adalah sesuatu yang hebat yang sudah kita lakukan. Karena kita sudah berani melangkah.
Kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu, sama seperti seorang yang sedang menggali tanah untuk mencari mata air. Mata air itu tidak akan ditemukan dalam waktu semalam. Butuh waktu yang lama.
Jika ia berhenti, maka mata air itu tetap tidak akan ditemukan. Tapi jika ia lanjutkan mungkin satu cangkulan lagi mata air akan ditemukan dan akan mengucurkan air yang sangat deras seperti yang selama ini diharapkannya.

Jadi mari intropeksi diri dan berubah ke arah yang lebih baik.