Bohong Berbahaya dan Menyakitkan

IMG-20160617-WA0027

Bohong, kamu tukang bohong
Bohong janjimu palsu
(Bohong-Bagoes AA)
.

Ketika Pinokio boneka kayu buatan tuan Gepetto berbohong, Peri Biru membuat hidung Pinokio bertambah panjang. Semakin panjang hidung itu, ketika Pinokio tidak menyadari bahwa kebohongan itu berakibat pada bentuk hidungnya. Dan tentu saja akan merugikannya.
Pinokio akhirnya sadar dan mengakui kebohongannya karena merasa aneh dengan bentuk hidungnya yang panjang sekali. Ia sudah tidak merasa nyaman hingga akhirnya mau berkata jujur.

Bohong tentu saja bisa menjadi perkara sederhana untuk orang lain, tapi bisa menjadi perkara rumit untuk orang lain. Bohong akan nyaman untuk orang tertentu tapi membuat tidak nyaman untuk orang yang lain.
Untuk Ekawya dalam kisah epik Mahabarata bohongnya guru Drona menyakitkan hatinya. Ia yang sudah berjuang keras untuk menjadi murid guru Drona bahkan membuat patung guru Drona, harus mendapat perlakuan buruk.
Ibu jarinya dipotong dan ia tidak bisa memanah lagi. Dikarenakan ia menuruti syarat guru Drona jika ingin menjadi muridnya. Dan ternyata ketika syarat berupa potong ibu jari itu diikuti, Ekalawya diminta kembali ke tempatnya semula berasa. Drona berbohong demi untuk memenuhi janjinya pada Arjuna, untuk menjadi pemanah terhebat di jagat raya.

Karna juga harus berbohong. Nasibnya sebagai manusia dari kasta terendah tidak mungkin membuat ia menjadi pemanah yang hebat. Dikarenakan pemanah yang diakui hanya dari kasta keturunan raja.
Maka ia merubah dirinya menjadi seorang dengan kasta Brahma. Mendapatkan guru resi yang mumpuni. Tapi pada akhirnya kebohongannya diketahui sang resi yang justru bersumpah bahwa semua ilmu Karna akan hilang kelak.
Dua bohong itu bisa menjadi pelajaran berharga. Buat saya, kebohongan Drona adalah kebohongan yang biasa terjadi pada seorang guru yang begitu mencintai muridnya, Arjuna.

Kebohongan Karna juga kebohongan yang biasa terjadi untuk individu yang selalu saja mendapat hinaan dan cacian karena kedudukannya. Karna melakukan itu melalaui proses penghinaan terus menerus hingga akhirnya ia memutuskan merasa nyaman hidup dalam kebohongan. Meskipun kerapkali hati nuraninya masih menyuarakan kebenaran.
Bohong itu sebenarnya tabiat yang berasal dari dalam diri individu dengan tujuan melindungi diri mereka dari sesuatu yang mereka anggap ancaman.
Anak-anak kecil bisa jadi suka berbohong ketika mereka terus ditanya dengan cara diinterogasi oleh orangtuanya.

Bohong bisa kita lakukan pada siapa saja. Di social media banyak bertebaran berita bohong dari media online yang tidak bertanggung jawab. Tujuannya jelas, memecah belah dan memancing isu yang tidak jelas.
Banyak juga akun-akun palsu yang tujuannya menipu. Dari mulai online shopping hingga akun lelaki hidung belang yang tujuannya jelas mencari mangsa anak gadis yang belum paham banyak tentang seluk beluk dunia.
Bohong biasanya akan ampuh untuk seorang yang memiliki harapan tinggi. Harapan itu membuat ia tidak pernah puas dengan apa yang didapatinya saat ini. Karena itu Ibllis membohogi Hawa yang boleh makan apa saja di surga tapi dilarang mendekati buah Kuldi. Hawa memiliki harapan tinggi untuk dapat tinggal di surga selamanya. Dan buah Kuldi itu dikatakan iblis sebagai buah yang bisa membuat Hawa kekal di surga. Iblis membawa-bawa nama Tuhan dan mengatakan bahwa Tuhan tidak ingin Hawa kekal di surga selamanya.
Mungkin karena itu di musim kampanye banyak politikus menyuarakan kebohongan yang akan membuat rakyat percaya pada mereka lalu memilih mereka. Sering pula mengatasnamakan Tuhan untuk membuat diri mereka dipercaya.

Menyaring Dengan Hati
Bohong pada akhirnya setelah menjadi kebiasaan, akan menyebar seperti sebuah virus penyakit. Sekarang justru susah sekali dideteksi siapa yang benar dan siapa yang bohong. Yang bohong dan yang benar sama-sama kuat memegang argumen. Siapa pendukung yang benar dan siapa pendukung yang bohong sama-sama pintar bersuara sehingga orang bingung akan mudah menjadi pengikutnya.
Karena semakin mewabahnya bohong, pihak kepolisian dan hukum memiliki alat yang biasa dikenal dengan sebutan Lie Detector. Alat ini tujuan awalnya untuk mendeteksi kebohongan. Jika ada indikasi seorang tertuduh berbohong maka alat ini akan memberi signal ke arah itu.

Tapi yang menjadi masalah, seorang yang rajin berbohong, semua urat-urat nadinya akan menjadi lebih fleksible sehingga ia justru rilesk menghadapi alat itu. Sedang yang tidak biasa berbohong ketika dikenakan alat itu, justru ia menjadi tegang. Sehingga bisa jadi alat itu menuduhnya berbohong. Belakangan karena kurang akurat alat ini akhirnya sudah tidak terdengar lagi penggunaannya.
Di beberapa stasiun televisi, acara hipnotis untuk membuat seseorang rileks dan menceritakan suatu hal yang ia sembunyikan nyatanya sangat disukai penonton. Acara itu membuat saya yakin bahwa begitu banyak orang yang nyaman dengan kebohongan sehingga diperlukan orang lain untuk membuatnya sadar dengan cara tidak sadar.
Tapi sampai sekarang saya yakin dan percaya bahwa sesering apapun dan sepandai apapun berbohong, alam dan bintang tetap tidak mudah untuk dibohongi.

Sungai yang jernih jelas tidak bisa bohong kalau itu artinya mereka terpelihara dengan baik. Begitu juga dengan sungai yang kotor.
Pohon-pohon yang tidak disayang tidak bisa bohong. Daun-daunnya akan menguning perlahan dan ia tidak tumbuh seperti pohon yang lain.
Binatang bahkan bukan yang kita pelihara sendiri, juga tidak akan bisa bohong. Mereka akan nyaman pada manusia yang mau menyayanginya meski itu hanya sekedar elusan saja.
Seorang yang sudah terbiasa berbohong akan nyaman dengan kebohongannya. Sehingga tidak lagi paham bagaimana berkata jujur.
Seorang Ibu bisa mendeteksi kebohongan yang dilakukan anaknya dengan cara meningkatkan kualitas hubungan dengan anak. Sehingga setiap perubahan kecil bisa terasa oleh si Ibu.

Seorang istri juga bisa mendeteksi kebohongan suaminya dengan cara yang sama. Alam memiliki sinyal untuk sebuah hubungan batin. Dan sinyal itu hanya bisa tertangkap oleh seorang yang memang terus mengasahnya.
Guru bisa melakukan hal yang sama kepada muridnya. Atasan juga bisa melakukan hal yang sama pada bawahannya. Dan semua kualitas itu akan semakin optimal ketika hati diikutsertakan.
Jadi ketika sekarang saya disuguhkan dengan banyaknya berita tentang cawapres. Yang saya lakukan adalah menyaringnya dengan hati. Mereka bisa saja bohong, tapi hati saya akan menyaring dan memilih yang benar.

Mari biasakan untuk tidak berbohong.