Tips Keluar dari Perasaan Sensitif

IMG-20160617-WA0029

Perasaan sensitif sama seperti perasaan lainnya. Ia ada dalam diri setiap manusia. Hanya sebagian manusia cenderung untuk melebihkan perasaan ini. Sebagian lain melebihkan perasaan atau emosi yang lain.
Individu yang melebihkan perasaan sensitif ini, akhirnya jatuh pada perasaan mudah terluka. Entah itu terluka pada sikap orang lain atau pada kalimat orang lain.
Sensitif bisa dijadikan sikap yang positif bila itu mendatangkan empati. Tapi jika itu hanya mendatangkan perasaan luka dan tersisih, maka pada saat itu perasaan sensitif sudah harus ditinggalkan dari kehidupan kita.
Jika kita memiliki rasa sensitif berlebihan, ini yang harus kita lakukan .

1. Kenapa Bisa Terjadi?
Untuk keluar dari suatu kesalahan, maka kita harus tahu bahwa apa yang selama ini kita lakukan adalah salah. Ketika kita sudah tahu perasaan sensitif itu mengganggu aktivitas kita karena sudah terlalu berlebihan, maka yang harus kita lakukan adalah menyelesaikannya.
Ada banyak cara untuk menyelesaikan hal itu. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan berani menuliskan tentang diri kita sendiri secara jujur.
Tentunya hanya kita yang paham darimana awalnya sifat sensitif itu. Apakah dari didikan keluarga kita atau memang karena kita terlalu melindungi diri kita sendiri?
Jika itu didikan dari keluarga kita yang terlalu melindungi diri kita, sehingga kita menjadi sensitif ketika ada orang yang menyingung perasaan, maka ubahlah pelan-pelan.
Tapi jika masalah sensitif itu hadir karena memang kita memiliki masalah sakit hati atau trauma di masa lalu, jelas yang harus kita lakukan adalah berani untuk menyembuhkan luka itu terlebih dahulu sebelum akhirnya melupakannya.

2. Seberapa Pentingkah Kita?
Jika kita adalah pribadi yang sensitif kita akan selalu berpikir bahwa diri kita penting. Kita jadi mudah merasa kalau orang lain itu membicarakan kita. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu.
Kita bahkan sering mengalami ketakutan berlebihan dan curiga ketika ada orang yang tidak jauh dari kita, melihat dengan pandangan tidak enak pada kita. Seolah-olah mereka sedang berpikiran yang tidak baik tentang kita.
Coba buang pikiran buruk tentang hal itu dan ganti dengan sesuatu yang positif. Sesuatu yang positif yang membuat kita sibuk pada diri kita sendiri.
Jadilah pribadi yang memang penting untuk dibicarakan kebaikannya bukan keburukannya. Sehingga ketika mulai muncul perasaan bahwa orang lain membicarakan kita, yang ada di hati kita adalah perasaan bangga. Sebab kita yakin mereka pasti sedang membicarakan kebaikan kita.

3. Jangan Berteman Dengan Masa Lalu
Masa lalu orang yang sekarang ini terlalu peka atau sensitif bukanlah masa lalu yang mudah pastinya. Masa lalu yang membuat seorang sulit bangkit di masa depan, pasti bukan sesuatu yang bisa ditanggung oleh semua orang. Tapi tenggelam dalam masa lalu juga tidak akan mungkin menyelesaikan masalah.
Meninggalkan masa lalu tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin. Hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah menghapus semua jejak di masa lalu. Bisa dengan cara meninggalkan lingkungan tempat masa lalu kita berada, atau dengan memutus komunikasi dengan orang-orang di masa lalu yang menyakitkan hati kita.
Dan tentu saja cara yang paling efektif adalah merubah pola pikir kita. Camkan saja dalam pikiran bahwa masa lalu adalah hikmah, pasti kita akan terus beryukur karena sudah jadi pribadi yang berbeda.

4. Lawan Perasaan itu
Setiap kali perasaan sensitif muncul, maka yang harus kita lakukan adalah melawannya dengan hal lain yang lebih menyehatkan kita.
Ketika kita merasa tersisih, kita bisa berdiri di depan cermin sambil tersenyum lalu beri affirmasi positif pada diri sendiri. Katakan saja, bahwa kita hebat dan ada saatnya orang lain tahu akan kehebatan kita itu.
Atau tekuni hobi kita. Semisal kita hobi masak, maka ketika perasaan sensitif itu datang, lawan saja dengan berkutat pada masakan yang akan kita buat. Sehingga kita fokus pada masakan dan melupakan perasaan kita itu.
Kadang-kadang kita juga butuh orang lain untuk membuat kita mampu melawan perasaan itu. Membandingkan perjalanan hidup orang lain yang lebih sulit tentu saja, akan membuat kita akan merasa bahwa perasaan yang kita miliki sebenarnya hal yang sepele dan harus cepat ditinggalkan.

5. Buat Agenda Baru di Kehidupan Baru
Banyak hal penting yang belum kita raih. Banyak juga cita-cita kita di masa lalu yang mungkin memang harus mulai kita raih dari sekarang ini.
Lupakan usia kita dan coba kejar lagi impian kita yang pernah kita inginkan di masa lalu.
Kita akan merasakan hal yang membuat sensasi berbeda dan membuat kita bergairah.
Jika kita tidak bisa menghadirkan gairah untuk itu, maka bergabung saja dengan anak-anak muda yang optimis dalam menjalani hidup mereka.
Bergaul sekali dua kali mungkin tidak membawa dampak positif untuk kita. Tapi jika terus menerus melakukannya pasti kita akan terpengaruh juga.

6. Mari Bersenang-senang
Mayoritas individu yang sensitif tidak mampu bersenang-senang. Mereka tidak mungkin bersenang-senang jika perasannya selalu diliputi rasa gagal, rasa menyesal dan rasa semua orang membencinya.
Mari melupakan hal itu dengan cara bersenang-senang. Kita bisa memulainya dengan cara yang sederhana yaitu menonton acara komedi atau membaca buku-buku lucu yang membuat kita menjadi melupakan beban kita.
Kalau tidak mampu untuk melakukannya sendiri dan malu untuk bergabung dengan orang banyak, dekati dan tempel salah satu teman yang memang humoris daan selalu menjalani hidup tanpa beban. Lama kelamaan pasti kita akan terpengaruh juga.

7. Cari Penolong
Jika semua sudah kita lakukan dan ternyata tidak berhasil juga, itu artinya kita sudah berada dalam taraf butuh pertolongan. Carilah penolong orang yang tepat. Orang yang tepat ini adalah orang yang memahami kita.
Orang yang tepat ini bisa orang yang lebih tua atau orang yang menurut pandangan kita adalah orang yang bijaksana.
Yang terpenting ketika kita butuh pertolongan itu, kita harus mau membuka diri dan mau meninggalkan sifat sensitif kita yang berlebihan.