Keripik di Kota Roti

keripik di kota roti

Ada perlombaan besar dari Ratu di kota roti. Siapa kurcaci yang bisa membuat makanan lain selain roti, tapi dari adonan pembuat roti, akan mendapat hadiah sirup berwarna pelangi dari air terjun yang ada di istana Ratu di negeri kurcaci.
Semua kurcaci di kota roti saling berpandangan. Mereka pintar membuat roti berbagai macam rasa dan bentuk. Tapi membuat makanan lain dari adonan roti? Mereka belum bisa membayangkan.
“Aku hanya bisa membuat roti..,” keluh para kurcaci.
Kurcaci Sema juga ikut mengangguk. Ia juga sama dengan kurcaci yang lain. Hanya bisa membuat roti. Adonan untuk membuat roti ada lengkap di kota roti. Bahan pembuat roti selalu sama. Terigu dari gandum, mentega dari susu dan juga serbuk ragi untuk mengembangkan adonan roti.
Jika semua bahan itu dicampur ditambah sedikit garam juga sedikit madu lalu ditambah sedikit air maka adonan roti akan jadi besar tiga kali lipat dari ukuran semula.
Lalu adonan itu mulai dibentuk jadi roti dan dipanggang di dalam pohon panas bernama pohon oven. Di pohon itu semua roti akan menjadi matang.
Sekarang kurcaci Sema sudah ada di dapurnya. Ia sudah mengeluarkan semua bahan pembuat roti. Matanya mencari-cari. Oh tidak. Serbuk raginya sudah habis. Meminta ke kurcaci lain tidak mungkin. Kurcaci lain punya persediaan serbuk ragi yang terbatas.
Lomba sudah dimulai. Pasti semua kurcaci juga sedang berpikir seperti dirinya.
Kurcaci Sema mulai berpikir. Berpikir sambil mulai mencampur semua adonan dalam wadah. Begitu semua adonan tercampur, ia mulai membanting-bantingnya. Adonan roti harus dibanting dengan semangat agar menjadi empuk dan mengembang.
Adonan roti tanpa serbuk ragi biasanya tidak mengembang. Tapi mungkin saja bisa menjadi sesuatu yang baru, begitu yang ada di pikiran kurcaci Sema.
Lalu seperti biasanya setelah semua adonan tercampur, adonan itu harus ditutup dengan kain dan dibiarkan selama kurang lebih tiga puluh menit. Selama menunggu kurcaci Sema terus memikirkan. Ia beres-beres rumahnya, ia juga membersihkan meja, kursinya. Sampai akhirnya ia melihat toplesnya yang kosong.
Sekarang kurcaci Sema melihat ke adonannya. Ah tentu saja adonan itu tidak mengembang, karena ia tidak memberikan serbuk ragi pada adonan itu. Tapi tangan kurcaci Sema sudah bergerak. Ia mengambil alas untuk meratakan adonan, lalu mengambil juga kayu bulat panjang untuk menipiskan adonan setipis-tipisnya. Setelah itu adonan yang sudah tipis ia potong menjadi potongan kecil-kecil.
Kurcaci Sema juga mulai mengambil wajan dan mengisinya dengan minyak goreng. Adonan tipis yang sudah dipotong itu mulai ia masukkan satu persatu ke dalam wajan yang sudah mulai panas.
Potongan tipis-tipis adonan itu sudah berubah warna menjadi kekuningan. Kurcaci Sema mengangkatnya. Mendiamkan sampai dingin. Lalu mencobanya. Kres…
Kurcaci Sema tersenyum puas.
**
Banyak makanan yang bisa dibuat dari adonan roti. Kurcaci bola ternyata membuat donat. Kurcaci straw membuat pizza yang di atasnya diberi potongan buah stroberi dan irisan cabai. Kurcaci Sema?
Satu persatu adonan roti yang sudah berbentuk itu diperhatikan Ratu sambil tersenyum dan mengangkat jempolnya. Lalu Ratu berhenti tepat di depan toples yang ada di hadapan kurcaci Sema.
“Apa ini?” tanya ibu Ratu.
Kurcaci Sema menggelengkan kepalanya lalu membuka toplesnya. Membiarkan Ratu mengambil dan mencobanya.
Ibu Ratu mencobanya terdengar suara krik ketika makanan itu masuk ke mulutnya dan tergigit giginya.
“Keripik,” ujar Ibu Ratu. “Aku baru kali ini merasakannya.”
Kurcaci Sema merasa bangga. Ia terpilih menjadi pemenangnya. Adonan roti tanpa serbuk ragi, bisa diubah menjadi keripik enak.
Sirup pelangi dari air terjun di istana Ratu, akan ia bagikan pada teman-teman yang lain. Dan resep membuat keripik itu, tentu juga akan ia bagikan pada kurcaci lain.
**