Jane Eyre, AADC part 3

Jane Eyre

jane

Ada apa dengan cinta?
Sepasang anak manusia, yang satu tampan, yang satu cantik, lalu saling jatuh cinta? Ah itu sudah biasa. Lumrah terjadi. Perasaan teraduk-aduk melihat adegan dalam film seperti itu juga biasa.
Tapi kalau ada kisah cinta yang luar biasa dari seorang anak yang masa kecilnya terlunta-lunta, dengan seorang bangsawan, duda, yang ternyata menyembunyikan istrinya yang sakit jiwa dalam ruangan (kastil) tempatnya tinggal, itu pasti jadi kisah cinta yang luar biasa.

Hiks, saya tidak mudah jatuh hati dengan kisah cinta biasa. Saya jatuh cinta dengan kisah-kisah yang bisa saya pelajari kekuatan cinta itu ada di mana.

Jane Eyre bukan gadis yang cantik. Dia biasa. Dalam buku bahkan digambarkan dia kurus, tidak cantik, dan pucat. Sejak kecil dia seperti itu. Tinggal dengan bibiknya membuat ia terlunta-lunta dan sering disekap di dalam kamar. Karena apa? Salah satu alasan adalah karena Jane bukan gadis kecil yang tidak cantik.

Tidak Cantik tapi Hebat
Cantik itu jadi kriteria media sekarang dan pemancing tontonan kalau di televisi.
Ketika membaca bukunya lalu menonton film di beberapa situs seperti you tube, salah satu karakter film benar-benar tepat menggambarkan Jane Eyre yang tidak cantik, tapi punya prinsip.

Ia dipindahkan oleh bibik dan sepupunya ke asrama. Asrama untuk orang miskin.
Di sana Jane bertemu dengan teman akrab. Helen Burn yang selalu sabar dengan peraturan asrama yang ketat. Helen mengajarkan pada Jane tentang memaafkan dan tidak mendendam.
Sayangnya Helen harus meninggal dalam pelukan Jane, ketika wabah demam tifus melanda asrama tempat Jane bersekolah.

Hidup Jane terus berlanjut.
Jane tumbuh besar dan berusaha melamar menjadi seorang guru di sebuah kastil tempat Mr Rnchester tinggal. Jane diminta mengajar Adele, anak angkat Mr Rochester.
Di sinilah perjalanan hidup Jane yang sebenarnya dimulai. Kepintaran Jane dan keluwesan dalam melakukan semua pekerjaan rumah tangga, membuat Mr Rochester yang digilai banyak wanita jatuh hati.
Perjalanan cinta yang mulus sebenarnya tapi menjadi tidak mulus, ketika setelah melewati masalah berliku, Jane baru paham bahwa Mr Rochester sudah beristri. Dan keluarga istrinya mengamuk pada hari H , Jane Eyre akan menikah.

Meskipun Mr Ronchester menjelaskan awal pernikahannya dengan istrinya yang gila, tapi Jane Eyre mnolak. Si Tuan masih memilik istri dan Jane Eyre tidak mau hubungan itu terganggu karenanya.
Mereka pun berpisah.
Jane Eyre memutuskan pergi ke suatu tempat. Bertemu dengan beberapa orang yang ternyata adalah sepupunya.
Jane Eyre mendapatkan warisan dari kerabat ibunya.
Hanya ketika salah seorang sepupunya yang pendeta ingin menikahinya, Jane Eyre mnolak. Jane Eyre ingin kembali melihat keadaan Mr Rochester.
Di sana didapati kenyataan bahwa rumah besar yang ditempati Mr Ronchester sudah hancur jadi debu. Si Tuan menjadi buta dan istri yang gila meninggal dunia.

Ada banyak cinta, ada banyak lika-liku cinta.
Tapi semuanya akan berakibat manis jika memang menyadari sebuah jalan yang mulus, harus melewati jalan berliku terlebih dahulu.

Jane Eyre buku yang saya sayang-sayang seperti komik Candy Candy.
Sebab di dalamnya saya bukan hanya belajar tentang kisah cinta. Tapi belajar tentang bagaimana hidup harus berjuang dalam hidup, seberat apapun ujian dalam hidup itu.