Pie Susu Murah Meriah

11870686_10153268224828591_8387312613569539961_n

“Ibu belajar memasak?”
Saya mengangguk.
Ibu belajar memasak. Hasil olahannya akan masuk ke perut anak-anak dan pasangan. Akan bisa mereka nikmati, hingga tidak melirik makanan lain termasuk olahan dari pedagang makanan.
“Ibu belajar apa?”

Ibu mau belajar apa saja.
Perut mereka akan kenyang dengan olahan makanan yang diracik bukan saja dengan cinta, tapi dipenuhi doa.
Lalu aroma masakan, hasilnya bisa dijadikan tulisan.

“Ini pie. Ibu bisa?”
Itu resep pie. Ibu tidak bisa. Tapi bukankah semuanya berawal dari kata tidak bisa? Lalu berjuang untuk menjadi bisa.
Dari satu toko ke toko lain, Ibu mencari cetakan pie.
Hingga pada suatu hari, sampailah Ibu di sebuah tempat yang memiliki cetakan untuk pie.
Bahan langsung dicari.

Untuk kulit.

Campurkan mentega (saya beli mentega sachetan ukuran 250 gram), saya pakai separuhnya saja.
Terigu 500 gram di resep (saya pakai separuhnya saja).
Telur satu butir.
Maizena setengah sendok makan saja. Untuk membuat kulit menjadi lebih renyah.
Aduk semua bahan hingga tercampur rata.

Untuk isi :

Saya beli maizena ukuran kecil (400 gram).
Gunakan separuhnya beri sedikit air, karena maizena mudah menggumpal, maka aduk-aduk biar merata.
Susu kental manis satu kaleng.
Vanila satu bungkus saja (ukuran sachet kecil, ya).
Kuning telur dua. (Di resep ada yang bilang enam, ada yang bilang satu). Saya pakai dua saja karena hati saya sregnya pakai dua 🙂
Nah…, campur semua bahan sampai merata, lalu masak di atas kompor. Api kecil saja agar tidak gosong. Dan jangan pakai lama takutnya jadi hitam. Untuk syarat saja biar cepat matang ketika di oven.

Cara Membuatnya :

Siapkan cetakan pie.
Ambil sedikit bahan kulit. Lalu ratakan ke cetakan. Lakuan ke semua cetakan.
Lalu masukkan bahan untuk isi ke dalam kulit yang ada di dalam cetakan. Jangan sampai penuh. Dikira-kira saja.
Setelah itu masukkan ke dalam oven.
Sampai kuning kecoklatan bagian kulitnya. Terasa kok ketika kita buka oven, harum kue tercium, itu artinya sudah tanda-tanda matang.
Kira-kira 15 sampai 20 menit di atas oven dengan api kecil (oven tangkring, ya), maka kue bisa diambil.
Cara mengukur kue matang atau tidak gampang kok. Ketika cetakannya dibalik dan kue langsung ke luar dari cetakan, itu artinya kue sudah matang sempurna.

Tunggu dingin.
Bisa dibungkus untuk dijual.
Kemarin dengan bahan seperti di atas, saya dapat 40 kue pie.
Tapi Ibu memutuskan untuk menikmati proses membuat dan memberi, tanpa keinginan untuk diperjualbelikan.
Tidak semuanya harus jadi uang.
Biarlah uang datang dari banyak tulisan yang masih bisa dihasilkan.

“Enak, Ibu…”
Ah, Ibu masih harus berjuang untuk terus belajar.