Kado Terindah untuk Sasi

Sasi menghitung. Satu, dua, tiga, empat. Pada bilangan keempat puluh, Sasi menarik napas panjang. Tangannya mendadak menyentuh wajahnya. Mencubitnya. Tidak kenyal lagi seperti dulu. Tidak selicin kulit anak-anak bayi yang suka ia pinjam dari ibu-ibu tetangga, lalu ia nikmati aroma wangi mereka yang berbeda. Keringat, bedak, minyak kayu putih...

Pada Bayangan Stupa di Borobudur

Riama menghentikan langkahnya. Kaki kecilnya berhenti pada sebuah anak tangga. Lalu menoleh ke belakang sambil tersenyum. “Siapa yang bisa naik ke atas lebih dahulu…” Riama tersenyum. Puluhan anak tangga. Dari satu relief ke relief lainnya. Alvin sengaja memberikannya setumpuk majalah lama. Lalu bercerita tentang beberapa relief di candi. “Porno…,”...

Sepasang Sepatu Tua

Tiba-tiba ruangan kecil yang biasanya gelap, menjadi terang. Suara langkah terdengar. Suara kursi yang berderit ketika diseret. Barang-barang yang disingkirkan. Benda-benda yang berjatuhan berbunyi ting atau bruk. Tiba-tiba sesuatu terasa menggoyangkan. Menarik. Lalu sesuatu itu terasa membuka tutup kotak kardus pelan tapi pasti. Ada dua senyum terlihat jelas ketika...

Dalam Bulatan Kenangan

Jika burung-burung bisa bercerita. Han memandangi piring di depannya. Ada sepuluh donat di sana. Ranti yang membelinya. Sepuluh donat seharga dua ribuan. “Yang ini lebih empuk dari yang kemarin.” Yang ini lebih empuk dari yang kemarin, yang itu lebih gurih dari yang kemarin dulu, dan buatan tukang kue sana...

Aroma Tebu

Mereka akan pulang. Seperti setahun atau dua tahun yang lalu. Setelah itu suara mereka akan memenuhi ruang tamu luas dengan banyak kursi, yang sering kosong tanpa penghuni. Lies mengusap wajahnya. “Sudah pulang, Nduk?” Mereka akan datang pada setiap tanggal yang dilingkari spidol merah. Lalu pada tangal dimana mereka tinggal,...

Selembar Surat

Batang-batang jati sudah membesar, sepertinya lebih besar dari selimut yang Win bawa, yang sekarang berada di bagian depan sepeda, yang dikayuh oleh Ken. Hawa gunung Kawi menyergap sempurna. Aroma dingin membuat Win ingin bergegas pergi. “Dulu itu…” Win tersenyum pada Ken. Dulu itu sepenggal kisah pernah terukir. Ketika ia...

Sri dan Raksasa

Sri merangkul erat. Rangkulan erat yang disertai dengan air mata yang dipaksakan untuk tidak turun, tapi justru membuat kerongkongannya tercekat. “Sebutkan siapa namanya?” tanyanya pada Kiki. Tubuh anak itu bergetar ketika ia masuk rumah tadi. Bajunya terlepas dari badan, dan Kiki menangis di sudut kamar dengan celana dalam yang...

Satu Loyang Bolu Karamel

Setiap kali gula itu meleleh menjadi karamel. Brus akan bertepuk tangan. Lalu bergegas membantu Aime untuk menuangkan air hangat, agar gula yang dibuat menjadi karamel itu tidak menggumpal. Setelah itu kehidupan akan berlanjut. Ada telur yang harus dipecahkan. Satu sachet vanili yang harus dituang, juga mentega yang harus dicairkan....

Ranting Kesepuluh

Please, release me let me go, Cause I don’t love you anymore…. Lalu sekian menit lagi, Jun akan sampai. Pada sebuah ranting, di mana akan ia letakkan semua bahan yang diperlukan. Pada ranting kesepuluh, akan ia letakkan beberapa biji keluak bersama dengan bumbu dapur yang lain. Jun memandang berkeliling....