Biar Idemu Terus Mengalir, Yuk Ke Sini…

Penulis, ide dan jalan-jalan?
Ada banyak tempat untuk jalan-jalan. Kalau saya selalu memilih mengajak anak-anak jalan-jalan ke temnpat yang sepi alias tidak terlalu ramai. Sepi buat saya, artinya ide bisa saya resap sebanyak mungkin dan nantinya akan bisa jadi tulisan dengan berbagai macam genre tentu saja.

Tapi jalan – jalan liburan enaknya kemana ya? Hmm.. kalau liburan ke Bali, pastinya ramai banget ya, ketika musim liburan. begitu pula tempat – tempat wisata yang ada di pulau Jawa, maupun Lombok.
Ada rencana malah saya ingin jalan-jalan sampai ke Papua.
Tapi mungkin lebih nyaman lagi kalau dari ujung Sumatera dulu, lalu pindah ke tempat lain.

Di Sumatera ada beberapa objek wisata yang menarik. Salah satunya adalah Pulau Belitung.

gambar-1

Sumber : volaretourtravel.com

Pulau Belitung memiliki banyak sekali surga tersembunyi, lima diantaranya yang sudah mulai terekspos akan dibahas di artikel ini.

Gimana, tertarik untuk liburan di Belitung? Hmm, dijamin nyesel kalau tidak ke sini. Terus gimana dong kalau minim budget? Tenang, kamu bisa manfaatkan murahnya harga tiket melalui Citilink promo.

Dengan adanya Citilink promo, kamu bisa mendapat harga terbaik dengan menggunakan destinasi Jakarta – Tanjung Pandan, mulai dari Rp299.000,- aja! Cukup murah ya, so tunggu apalagi? Segera manfaatkan murahnya harga tiket promo ini, dan langsung terbang ke Belitung sekarang juga!

Apa saja sih yang bisa kamu nikmati di Belitung ini? Hmm simak baik – baik ya, mengenai lima pantai menarik yang bisa kamu kunjungi di Pulau Belitung. Check this out!

1. Pantai Tanjung Kelayang
Pantai ini merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal di Belitung, terletak disebelah utara Belitung dan berjarak sekitar 20 – 30 kilometer dari kota Tanjung Pandan. Di pantai ini kamu akan sangat terpukau melihat hamparan batu granit dengan berbagai macam ukuran, hamparan pasir putih, dan air laut yang jernih. Sungguh lukisan alam yang luar biasa, dan wajib kamu kunjungi bila ke Belitung.

gambar-2

Sumber : asherwisatabangka.com

Ada satu spot menarik yang hanya akan kamu dapat nikmati disini, yakni melihat batu granit besar yang tersusun menyerupai bentuk garuda. Batu granit tersebut tentu tersusun secara alami loh, wow! Selain menikmati pemandangan, berbagai aktivitas yang bisa kamu lakukan disini adalah berjemur, berenang, menyelam, dan aktifitas olahraga lainnya.

gambar-3

Sumber : pesonaindonesia.travel

2. Pantai Tanjung Tinggi
Pantai yang sangat indah ini terletak sekitar 30 kilometer dari kota Tanjung Pandan, keindahan pantai ini mulai terekspos ketika tempat ini menjadi salah satu lokasi syuting film Laskar Pelangi. Harus diakui, pantai ini memiliki pemandangannya luar biasa. Kamu akan melihat hamparan pasir putih yang bersanding dengan air laut berwarna hijau toska kebiruan, seserta bebatuan granit besar yang juga menambah keindahan pantai ini.

gambar-4

Sumber : beritadaerah.co.id

Ombak di pantai ini pun relatif tenang, sehingga bisa kamu nikmati dengan lebih leluasa. Tapi kamu harus tetap hati – hati ya, karena di pantai ini juga terdapat ubur – ubur. Selain menikmati pemandangan yang indah, beberapa aktifitas pun dapat kamu lakukan di pantai ini seperti, berjemur, berenang, snorkeling, menyelam, bermain jetski, kano dan perahu karet. Hmm, cukup seru ya guys.

gambar-5

Sumber : beritadaerah.co.id

3. Pantai Penyabong
Terletak di Belitung Selatan yaitu di Kecamatan Membalong, pantai ini pun menunjukan bahwa keindahan di Belitung ini memang tak pernah ada habisnya. Meskipun lokasi ini cukup jauh dari Tanjung Pandan, yakni sekitar 70 kilometer. Tapi kamu tidak perlu khawatir, pemandangan di sini sangat pantas untuk membayar perjalanan kamu.

Untuk pergi ke pantai ini meskipun cukup jauh, kamu pun tidak perlu khawatir akan berlama – lama di jalan karena macet. Karena jalanan menuju pantai ini cukup mulus dan relatif sepi. Sesampainya di pantai pun kamu akan terpukau dengan keinn\dahan batu granit yang berbalut pasir putih. Suasana yang cukup sepi di pantai ini cocok untuk kamu yang sedang mencari ketenangan selama liburan nih guys.

gambar-6

Sumber : travelsahabat.net

Meskipun cukup sepi, kamu tidak perlu khawatir karena pantai ini pun sudah menyediakan beberapa fasilitas seperti tolitet, tempat bilas, mushola, dan warung sederhana yang menyediakan makanan laut. Kebayang kan, setelah perjalanan panjang kemudian makan seafood dengan pemandangan pantai, ditemani semilir angin pantai membuat suasana tambah adem. Hmm, kamu harus coba!

4. Pantai Nyiur Melambai
Pantai ini terletak di Belitung Timur, tepatnya di Desa Lalang. Sesuai nama daerah tempatnya, pantai ini pun juga lebih dikenal dengan sebutan Pantai Lalang. Bebeda dengan pantai – pantai di Belitung pada umumnya yang memiliki hiasan batu granit, pantai ini bersih tanpa batu granit sama sekali. Hamparan pasir putih sejauh mata memandang dapat kamu nikmati di pantai ini.

Di sekitar pantai ini terdapat pohon cemara laut yang berjejer rapi, dan angin dipantai ini pun sangat kencang, sehingga pohon cemara tak berhenti melambai – lambai. Mungkin karena itulah pantai ini disebut nyiur melambai.

gambar-7

Sumber : indonesiakaya.com

5. Pantai Pulau Punai
Last but not least, yaitu Pantai Punai. Pantai ini terletak di sebelah timur Belitung, tepatnya berada di Desa Tanjung Kelumpang yang berjarak sekitar 90 kilometer dari kota Tanjung Pandan. Hmm, cukup jauh ya. Tapi it’s ok sih, karena pemandangan yang akan kamu dapatkan juga sangat indah.

Tak berbeda dengan pantai lain yang ada di Belitung, pantai ini pun memiliki komposisi yang sama. Seperti air yang jernih kebiruan, pasir yang putih, dan bebatuan granit. Hanya saja bebatuan granit disini lebih kecil dibanding pantai yang lainnya. Jika air sedang surut, kamu dapat berjalan kaki menuju Pulau Punai ini loh, wah seru banget kan ya.

gambar-8

Sumber : ksmtour.com

Gimana, udah sadar kan betapa indahanya Pulau Belitung ini. Ini baru 5 saja loh wisata yang diekspos disini, masih banyak surga tersembunyi yang bisa kamu nikmati. So tunggu apalagi, ayo liburan ke sini!

Ullen Sentalu, Wisata tanpa Kamera

Ullen Sentalu

Museum batik?
Itu pertanyaan yang harus ditanyakan kepada orang ketika kami akan mengunjungi museum Ullen Sentalu. Sebuah museum sama seperti museum lainnya tersimpan di benak. Tapi ternyata, begitu supir naik ke jalan menanjak dan berbelok dengan hawa dingin Kaliurang, kami harus turun berkali-kali untuk bertanya. “Di mana letak museum batik bernama Ullen Sentalu?”

Kami akhirnya sampai di tempat itu. Tempat yang tersembunyi letaknya. Pintu masuk dari kayu jati yang bernuansa mistis karena dinaungi beringin besar dengan sulur-sulurnya. Museum Ullen Sentalu memang museum batik, tapi bukan seutuhnya museum batik. Museum ini lebih tepat jika disebut sebagai museum khusus Jogja Solo. Karena memang semua tentang budaya Solo dan Jogja berikut pada Sultan dan para raja-raja Solo dan Jogja dibahas lengkap di sana.

Pintu masuk yang kecil dan seorang pemandu wisata untuk kurang lebih 15 pengunjung akan membawa pengunjung mengelilingi museum.
Begitu pintu masuk terbuka, kita seperti dibawa ke masa lalu. Arca arca yang banyak. Lalu pemandu mengajak para wisatawan untuk berdoa sebelum melanjutkan perjalanan.
Wisatawan akan diminta untuk berpegangan tangan karena jalan yang tidak terlalu terang. Dan akan ada tangga menurun

Ada banyak ruangan di sana. Ruangan berisi batik. Batik Solo dan Jogja dibahas komplit di sana. Pengunjung bisa paham perbedaan yang jelas antara batik Solo dan batik Jogja. Ada banyak lukisan yang tergantung. Lukisan raja, ratu putra dan putri Keraton dijelaskan dengan serinci-rincinya oleh pemandu wisata.
Dan dari penjelasan itu saya baru paham perbedaan antara Kanjeng Ratu Kidul dan Nyai Loro Kidul.
Menurut pemandu wisata, kalau Ratu Kidul itu yang menikah dengan para raja-raja Solo dan Jogja (dibahas juga yang ini di buku Hamengkubono 9). Sedang Nyai Loro Kidul adalah abdi dalem Kanjeng Ratu Kidul.

Ada satu ruangan yang berisi tentang Kanjeng Gusti Nurul. Kanjeng Gusti Nurul ini perempuan Solo yang kecantikannya jadi perbincangan di Belanda. Beliau pintar dan pandai menari juga. Bahkan salah satu kursi milik Kanjeng Gusti Nurul ada di museum itu.
Satu cerpen saya tentang Ullen Sentalu sudah hadir di majalah Femina. Baca di sini

Tidak Boleh Ambil Gambar

Ullen lagi

Peraturan pertama yang dijelaskan oleh pemandu wisata memang seperti itu. Tidak boleh mengambil gambar. Karena nanti ada bagian lain yang bisa dijadikan spot untuk berfoto ria.
Sungguh, buat saya yang senang menulis dan melekatkan kenangan dengan foto jadi sedikit kecewa. Kecewa karena takut kalau-kalau apa yang di ingatan bisa hilang.
Tapi memang peraturan itu dipatuhi oleh para pengunjung. Lagipula suasana mistis dari satu ruangan ke ruangan lain, yang jalannya seperti labirin itu membuat pengunjung taat pada aturan. Apalagi pemandunya pintar mengingatkan agar para pengunjung yang ke luar dari ruangan paling belakang, harus menutup pintu. Karena antara ruangan satu dan ruangan yang lain memang seperti kamar, dan ada pintu masuknya. Maka pengunjung saling bergegas untuk ke luar lebih dahulu, agar tidak dapat jatah menutup pintu.

Pada akhirnya kami sampai di bagian untuk berfoto ria. Sebuah aula besar tanpa atap. Ada tembok ukuran seperti trapesium dengan relief.
Cekrek, para pengunjung pun berpuas diri berfoto di sana.

Wedang Uwuh

Ullen lagi lagi

Karena pemandunya pintar menjelaskan, maka tidak terasa kaki kami lelah juga. Anak-anak mengeluh capek. Lalu kami tiba di ruangan besar. Ada beberapa kursi dan meja. Pemandu minta kami istirahat santai. Lalu ia ke dalam dan ke luar lagi membawa nampang berisi gelas sejumlah pengunjung.
Wedang uwuh. Perpaduan antara kayu secang (berwarna merah warna airnya) dan jahe. Kami minum dan langsung semangat untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Rupanya acara minum itu membawa kami ke bagian arca. Ada banyak arca termasuk arca Ganesha. Kolam ikan berisi ikan-ikan hias membuat mata kami jadi terhibur juga.
Lalu sampailah di bagian terakhir. Pintu ke luar.
Bagian ini cukup unik sebenarnya untuk jadi tempat berfoto. Tapi sayangnya hari mulai gerimis dan kaki sudah terasa lelah.
Maka foto-foto di sini ala kadarnya saja.

Tapi pengalaman begitu ke luar dari dalam museum adalah rasa bangga. Bangga karena dari dua daerah saja Solo dan Jogja banyak ilmu yang bisa dipelajari dan membuat wawasan kami bertambah.