Khalifah Seperti Apakah Kita?

IMG_9351

Untuk ketiga kalinya saya dipertemukan dengan ibu Reni Murni. Yang pertama di seminar parenting yang diadakan di sekolahnya Sulung. Kedua, meeting bersama di Summarecon Bekasi. Dan pertemuan ketiga kemarin, setelah saya mendapat undangan untuk menghadiri seminar in house yang diadakan oleh management-nya.

seminar

Seminar tentang apa?
Seminar biasa itu yang saya pikir. Soalnya saya pencinta seminar ketika zaman kuliah dulu. Setumpuk sertifikat seminar ada di rumah.
Jadi karena pertempuan saya dengan ibu Reni Murni tentang parenting, maka saya pikir tidak jauh dari hal seperti itu. Tapi ternyata saya keliru.

Lalu tentang apa?
Ini halaqah dengan cara modern. Mengaji dengan konsep membuka cakrawala berpikir kita lebih modern lagi. Jadi anak-anak muda yang tidak paham, dan merasa bahwa mengaji itu menjenuhkan, menjadi tidak terasa bahwa mereka sebenarnya sedang berada dalam sebuah pengajian.

Hiks…, Khalifah
Karena saya biasa mengaji, maka konsep tentang Al Quran tidak asing lagi untuk saya. Video, cerita soal kanjeng Rasul sudah saya dapatkan dari banyak majlis taklim dan buku-buku. Tapi ada yang menyentak adalah ketika membahas tentang khalifah.
Hiks, saya sering lupa.

Khalifah itu artinya satu. Wakil Allah di bumi.
Diserahkan menjadi wakil untuk apa? Untuk leha-leha? Untuk merasa bebas melakukan apa saja sesuka hati? Atau untuk merasa saya sudah berbuat banyak, padahal tidak sama sekali.

Wakil Allah di bumi itu artinya bermanfaat.
Boleh menjadi kaya. Tapi kaya yang semacam apa?

IMG_9353

IMG_9363

Delapan dari 10 sahabat yang dijamin masuk syurga adalah para konglomerat. Hartanya berlimpah, tapi mereka berikan untuk umat. Bukan untuk diri sendiri.
Rasul juga seperti ini.
Hei…, sebagai muslim tugasnya bekerja, dan meraih sukses cara Rasul. Bukan sukses dari tokoh-tokoh Barat, yang di ujung suksesnya mereka resah dan merasa tidak bahagia.

IMG_9344

Maka apa yang didapat dari seminar kemarin?
Yang menempel di kepala saya adalah sebagai seorang khalifah, saya akan terus melangkah. Karena sejatinya saya harus terus mengalir dan memberikan manfaat bagi banyak yang lain.

Remaja Butuh Kasih Sayang

IMG_9048

Sebuah seminar, entah itu seminar kesehatan, seminar seks sampai seminar cara pendidikan anak senang saya datangi. Saya sebagai penulis yang mengusung riset is number one, tentu harus mengisi kepala saya dengan berbagai wawasan ilmu. Tujuannya tentu saja agar, ilmu yang saya tulis baik dalam bentuk artikel maupun fiksi, adalah ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan. Bukan sekedar berkhayal saja. Nilai-nilai yang saya usung dalam tulisan juga, haruslah nilai yang bisa membawa pada kebaikan yang memang saya jalani. Bukan sekedar polesan kalimat saja.

Banyak seminar parenting. Bersyukur selalu dimudahkan untuk mendatangi acara seminar.
Di sekolah Sulung, seminar parenting rutin diadakan. Orangtua wajib datang. Biasanya pertiga bulan sekali, seminar dengan berbagai pembicara, akan membuat saya sebagai orangtua tersentak. Sudah seberapa baikkah saya mendidik anak-anak saya?

IMG_9026

Ibu Reni Murni pembicaranya. Seorang consultant yang juga menguasai ilmu graphology lulusan dari USA. Kali ini bicara tentang permasalahan remaja. Komunikasi yang salah antara anak dan orangtua. Salahnya di mana? Salahnya adalah ketika orangtua merasa sayang pada anak, padahal justru banyak hal yang membuat anak merasa orangtua tidak sayang.
Anak terlambat pulang orangtua marah dan menganggap itu sayang. Padahal anak belum bisa mencerna bahwa kemarahan orangtua seperti itu sebagai sebuah tanda sayang.
Anak yang dinomorduakan, orangtua yang bertengkar dan lain sebagainya, sehingga membuat anak memilih teman sebagai alternatif untuk memberi support untuknya. Entah itu teman yang baik atau teman yang buruk. Yang penting mereka nyaman bisa berbagi resah.
Contoh,
ketika nilai matematika anak buruk, orangtua akan memarahi. Tapi jika anak mengadu dengan teman, maka teman akan menanggapinya dengan santai.

IMG_9053

Sama seperti banyak seminar parenting lainnya. Disuguhkan aneka banyak gambar sebagai contoh. Dan beberapa angket di layar, yang bisa diisi bersama-sama, menampilkan option A dan B. Dan akhirnya bisa membuat orangtua sama-sama sadar dan intropeksi dengan kesalahannya.

IMG_9062

Yang terpenting dalam mendidik anak adalah :
1. kasih sayang
2. penghargaan
3. pemahaman

Ada contoh kasus ketika Rasul kita diajarkan Jibril ayat pertama Iqra, ketika beliau bilang tidak bisa, Jibril bukan memarahinya. Tapi terus memeluknya dan memotivasi untuk terus mencoba. Bukan memarahinya. Mengambil rujukan seperti itulah, maka diharapkan para orangtua mau untuk terus berlajar ke arah yang lebih baik. Dan menyadari bahwa tidak ada anak yang bodoh, nakal dan sebagainya, jika orangtua mau menyadari kesalahannya dalam mendidik.