Khoir dan Serbuk Ajaib Literasi

Serbuk ajaib literasi, begitu saya menyebutnya. Ini seperti dalam buku dongeng atau film yang tokoh utamanya peri. Ketika ada sesuatu mereka akan menyebarkan serbuk ajaib itu. Iya, saya memang tidak hidup di dunia khayalan. Tapi pelajaran untuk terus semangat seperti para peri semangat menyebarkan serbuk ajaib, membuat saya memikirkan...

Mengenalkan Kematian Pada Anak

Buku ini dalam proses cetak. Ada 40 pengalaman di buku ini. Semua pengalaman mendidik anak-anak. Untuk pemesanan bisa hubungi WA saya di : 0812-9926-446 Harga buku Rp.60.000 Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh… (QS An Nisa...

Nama Baru Saya adalah Ibu

Bayi itu mungil. Hanya 2,1 kilogram. Mungkin seberat botol air mineral seharga lima ribu rupiah. Sebuah pengalaman baru yang membuat saya belajar banyak hal. Pengalaman pertama adalah ketika saya melihat tanda strip dua di alat test kehamilan, yang saya celupkan sampai dua jam lebih, ke dalam gelas berisi air...

Memahami Cita-Cita Anak yang Aneh

“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar (QS Luqman ayat 13) Tidak ada cita-cita anak yang aneh. Itu yang selalu saya endapkan dalam hati. Karena saya sering berinteraksi dengan banyak orang yang bahkan sejak kecil tidak punya cita-cita. Anak-anak boleh punya cita-cita...

Mendidik Anak Menjadi Penulis

“Bu, aku mau menjadi penulis seperti Ibu,” kata anak gadis yang sudah bisa menulis dan membaca ketika usia tiga tahun. Saya sendiri yang mengajarkan. Karena dua anak terbiasa saya bacakan buku sejak dalam kandungan maka proses belajar membaca menjadi mudah sekali. “Bu aku juga mau punya buku.” Saya mengangguk....

Sekolah Masa Depan Bernama Pesantren

Pesantren? Kenapa pesantren? Saya tahu pertanyaan itu berkelebat di kepala beberapa orang yang belum paham tentang pendidikan di pesantren. Sama seperti orangtua saya dulu. Tidak kenal apa itu pesantren, sehingga ketika saya request ingin masuk pesantren pada zaman saya sekolah dulu, Bapak melarang. Alasan Bapak, saya mudah sakit. Lalu...

Mengajarkan Perbedaan Pada Remaja

Buku harian bergambar Doraemon itu terbuka. Ada kalimat pendek yang membuat saya tersentak ketika membacanya. “Aku seneeeng banget. Hari ini bisa pergi belanja di Naga bareng temen. Tapi Ya Allah…, aku gak shalat.” Saya menarik napas panjang ketika membaca buku harian itu. Napas sangat panjang. Mungkin hal seperti itu...

Mendidik Anak Menjadi Pribadi Androgynous

Ada banyak cara mendidik anak. Yang sering saya lakukan adalah mengikuti apa yang orangtua saya lakukan, dengan membuang apa yang tidak sesuai untuk saya. Ada banyak pelajaran masa lalu yang saya dapatkan. Dan pengalaman itu yang saya bawa untuk mendidik anak-anak. Meskipun ada juga yang tidak bisa totally 100...

Lima Tahun ke Depan yang Abstrak

Pernahkah kita takut dengan masa depan anak-anak kita? Masa depan mereka yang masih jauh. Saya sebagai orangtua sungguh takut, jika lingkungan menyeret anak-anak begitu jauh. Tidak sedikit cerita dari orangtua lain yang merasa kecolongan ketika lingkungan mendekap anak mereka terlalu erat. Anak-anak mereka menjadi anak yang jauh dari orangtuanya...

Kalian Hebat, Teruslah Hebat

“Jadi anak-anak mau cuci piring setiap hari?” Saya mengangguk. Dua anak memang saya biasakan untuk mau mengerjakan pekerjaan rumah. Laki-laki dan perempuan sama saja. Masing-masing punya tugas yang harus diselesaikan. Dan tugas itu menjadi tanggung jawab mereka, selama mereka ada di rumah. “Jadi mereka mau tidak diberi uang jajan?”...