Keripik kentang tempe

IMG_06132015_164801

Awalnya saya malas bikin yang begini.
Ribet dan agak bingung juga untuk mengetahui tingkat kekentalan gula yang sudah dimasukkan.
Pernah buat beberapa kali ternyata gulanya masih encer. Sehingga kentang dan tempe yang sudah susah payah saya goreng kering, jadi lembek ketika dimasukkan.

Tapi pelajaran hidup adalah mau belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri.
Demi anak-anak dan suami.
Demi harapan di masa depan, membayangkan kalau masih nulis dan bisa bikin masakan yang dijual, pasti kehidupan akan terus berputar dan otak akan terus fresh.

Langsung masuk ke resep.

Bahan.
1. Satu kilo kentang. Dikupas dan potong kering-kering. Cuci sampai bersih. Lalu goreng.
Biasanya anak-anak begitu lihat kentang digoreng kering, mereka malah ambil nasi terus langsung dijadikan lauk. Padahal cuma kentang ditaburi garam.

2. Tempe satu lonjor saja. Potong tipis-tipis memanjang sebesar batang korek api. Goreng setelah kentang sampai garing.

3. Cabe, bawang merah, bawang putih. Potong tipis-tipis. Kalau saya cabenya sedang saja yang cabai merah. Bawang merah agak banyak, bawang putih sedikit saja untuk syarat dan harapan agar anti oksidan pada bawang putih masuk ke dalam masakan saya.
Ini digoreng juga sampai harum.

4. Daun salam, sereh
5. Gula merah dan asam jawa.

Cara membuat.

Setelah semua bahan yang digoreng disisihkan.
Sekarang penggorengan dimasukkan air satu gelas saja.
Lalu masukkan dua butir gula merah. Gula pasir juga boleh kalau tidak ada gula merah.
Masukkan asam Jawa.
Masukkan laos yang sudah dipotong tipis-tipis dan salam.
Aduk sampai gula menjadi gulali.
Cari tahunya adalah dengan melihat kekentalannya. Ini agak susah bagi yang belum terbiasa.
Tapi cara yang paling mudah adalah biasanya kalau sudah kental gelembung-gelembungnya agak banyak dan air menyusut perlahan.
Setelah itu masukkan semua bahan yang tadi digoreng. Kecilkan api kompor lalu aduk sampai merata.

Tara…..
Jadilah makanan yang bisa disimpan untuk satu minggu.
Sekarang saya selalu buat makanan ini seminggu sekali di rumah.

Nugget Ayam Tahu

nugget

Sejak menang lomba resep kue yang berhadiah penggorengan maxim ukuran besar, dua buah mentega forvita dan minyak ukuran 2 liter sebanyak 3 bungkus, maka minat memasak semakin menggebu.
Kebetulan nafsu makan anak-anak semakin meningkat.
Tapi sayangnya minat akan buah dan sayuran menurun kalau tidak dipaksa atau kalau tidak dijus.

Jadi harus buat apa ya?
Setiap ingin memasak pasti sejak malam pikiran sudah melayang untuk memikirkan masakan yang bisa masuk ke perut anak-anak dan bisa dibawa suami ke kantor sebagai bekal makan siang.
Nugget sayuran yang terlintas.

Bahannya mudah kok.
Setengah potong ayam seharga 13 ribu rupiah.
Itu juga hanya diambil bagian dagingnya yang langsung dicincang dan masukkan ke blender.
Tulang ayam bisa dimasukkan ke kulkas untuk sayur sop.

Baca Bismillah dulu sebelum memulai.

Telur satu butir yang dicampur ke dalam blender bersama daging ayam.
Tahu putih yang harganya 1500 rupiah.
Cemplung cemplung masukkan semuanya ke dalam blender dan giling hingga halus.

Cara membuatnya :

Ambil bahan dari dalam blender.
Campur dengan bawang bombay yang sudah dicincang juga sayur yang sudah dicincang. Terserah mau sayur apa boleh bayam, sawi atau wortel.
Aduk sampai merata.
Tambahkan dua sendok makan terigu dan satu sendok makan sagu.
Masukkan lada halus.
Juga royco rasa ayam.

Siapkan loyang yang sudah dibasahi dengan mentega atau minyak goreng. Masukkan adonan tadi dan kukus selama dua puluh menit.
Tara….
Setelah duapuluh menit nugget matang.
Dinginkan.

Selanjutnya

Potong-potong.
Siapkan sebutir telur yang sudah dikocok. Juga tepung roti.
Potong nugget yang sudah dingin. Masukkan ke telur yang sudah dikocok setelah itu angkat dan masukkan ke dalam tepung roti.

Oh ya tepung roti bisa kita buat sendiri dari roti tawar yang kita sangrai lalu blender. Beli di warung juga bisa seharga lima ribu rupiah. Mau yang kasar atau halus juga ada.

Setelah itu goreng.
Sreng.
Siap dinikmati dengan saos dan sambal.
Jangan lupa bagi ke tetangga biar tetangga jadi tahu rasa nugget buatan kita. Siapa tahu kalau keahlian kita bertambah, nugget bisa kita titipkan ke warung-warung atau dipesan oleh tetangga.

Pisang Coklat Meler

DSCF3056

Pisang coklat meler ala rumah.
Beli di luar satu harganya 2000 rupiah.
Buat sendiri.
Kulit lumpia sepuluh 1500.
Pisang uli satu sisir 7000
Mesis satu plastik 4000
Keju 14.000 cuma dipakai sedikit.

Cara membuatnya :
Bentangkan kulit lumpia.
Ambil pisang satu buah. Potong jadi tiga. Ambil potongan itu. Tekan agar melebar di atas bentangan lumpia.
Beri mesis seenaknya. Sesuka hati. Semakin banyak semakin bagus biar terasa coklatnya.
Beri potongan kecil keju.
Tutup kulit lumpia.
Kalau bisa sih, agar ketika digoreng coklatnya tidak membuat minyak menjadi hitam, bungkus dengan dua kulit lumpia.
Tara….
lalu goreng.

Lebih enak dimakan ketika hangat.
Kriuk-kriuk.

Bolu Karamel

DSCF3010

Akhirnya, saya mengikuti petunjuk Ibu juga soal resep bolu ini. Karena berkali-kali pakai cara sendiri, ternyata gagal.
Cara yang gagal itu, gula pasirnya saya taruh di atas wajan dicampur air.
Cara Ibu, gula pasirnya langsung ditaruh di wajan hingga jadi karamel.
Nah ketika membuat karamel di kompor yang satu, kompor lainnya menyala untuk memasak air.
Air yang sudah mendidik 250 ml kita matikan.
Terus gula yang kita aduk dan berubah menjadi karamel, kita tuangi dengan air yang sudah kita panaskan tadi.
Kita aduk-aduk lagi biar adonan karamelnya tidak menggumpal.

Terus resepnya seperti apa?
Resep simple ala ibu-ibu yang paling malas pakai timbangan adalah :

1. Terigu segelas ukuran sedang.
2. Gula juga segelas ukuran sedang.
3. Susu kental manis juga ukuran gelas sedang.
4. Vanili satu bungkus.
5. Telur lima.
6. Mentega satu bungkus ukuran seperempat kurangi sedikit.

Cara membuatnya?
Telur dan susu plus vanili kita mikser sambil mengental.
Lalu masukkan mentega, masukkan terigu dan terakhir masukkan karamelnya.
Setelah itu siapkan oven. Panggang deh selama kurang lebih 45 menit.

Dengan cara membuat karamel seperti ini, lubang seperti sarang semutnya akan terlihat jelas sekali.
Biasanya saya gagal bikin lubangnya.

Martabak Manis

DSCF2822

Membuat masakan?
Saya bukan ahlinya. Dan setiap orang akhirnya memang harus mengakui, mereka diberi kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Hanya saya tipikal orang yang inginnya, kekurangan yang ada itu bisa diperbaiki terus-menerus.
Termasuk kekurangan memasak.

Kekurangan memasak saya ditutupi oleh kelebihan memasak suami.
Bukan sekedar soal rasa, tapi soal kesabaran mengolahnya.
Kekurangan saya karena harus selalu memiliki target, bisa diredam dengan cara suami yang santai dalam menghadapi setiap target.
Kekurangan saya karena seringnya terlalu on time, juga bisa dibuat santai dengan suami yang suka berlama-lama.

Memasak akhirnya jadi pelajaran penting untuk saya dalam berumahtangga.
Masak saya berproses dari mulai bisa hanya telur dadar, hingga akhirnya bisa membuat soto.
Dari mulai bisa hanya membuat terigu goreng, sekarang bisa membuat kue brownies.
Dari mulai tidak bisa membuat kue kering, sampai akhirnya bisa buat kue kering. Meskipun tetap saya harus menekan diri, agar mau bersabar dan terus bersabar.
Alat untuk mencetak kue kering saya yang beli. Tapi aduhai, suami yang mengajari saya cara memakainya.

Memasak jalan untuk saya berproses sebagai perempuan dan ibu.
Memasak jelas berbeda dengan menulis. Beda dengan tumpukan target menulis, yang satu persatu saya urai hingga membuahkan hasil.
Saya belajar mengenali oven dan alat pemanggang.
Saya belajar mengikuti irama suami mencetak kue dengan mempelajarinya. Persis seperti saya mempelajari kesantaian suami ketika bekerja.
Iya.
Suami yang tipikal seniman sejati. Santai menurut saya. E alah tapi santai itu untuk menghimpun energi kreativitas. Sret.., sret…, setelah santai bisa jadi selesai tumpukan komik yang dipesan advertising. Sret…, sret…, menang lomba yang pernah membuat saya ingin belajar design juga.
Suami mengajarkan saya untuk menikmati hasil dari prosesnya.
Dan saya akhirnya paham. Kadang-kadang saya kendorkan diri untuk menikmati apa yang saya raih. Bersantai, jalan-jalan atau sekedar duduk di sebuah rumah makan. Nikmat rasanya menikmati hasil yang kita dapat.

Balik ke martabak.
Martabak ini resepnya saya dapat dari teman FB.
Bahannya,
seperempat terigu segitiga biru,
satu telur,
sedikit garam,
sedikit fermipan, pastikan fermipannya masih bagus, agar adonan mengembang.
sedikit gula (tidak dipakai juga tidak apa-apa).
vanila satu bungkus,
air secukupnya mungkin setara dengan 300 ml.
Aduk sampai rata dan tidak bergerenjal lagi. Diamkan selama 30 menit.
Oh ya, adonan ini cair, ya, bukannya kental.
Setelah itu tambahkan soda kue juga baking powder. Aduk lagi.

Cara membuat :
Siapkan loyang. Pakai teflon boleh. Kalau saya dibelikan khusus pemanggang martabak manis oleh suami. Pagi ke kantor dia sempatkan ke toko peralatan masak di Senen.
Nah sekarang tinggalkan panaskan alat pemasaknya.
Setelah panas masukkan adonan. Ratakan hingga pinggirnya lebih tinggi.
Tutup pakai tutup panci.
Periksa. Jika sudah setengah matang, taburkan gula pasir secukupnya.
Tara…
Kalau sudah matang ya diangkat. Beberapa kali saya buat gosong di bagian bawahnya.Karena saya pakai mentega dulu maksudnya supaya tidak gosong. Tapi ternyata tidak perlu pakai mentega. Cukup sampai panas saja alat pemanggangnya. Rasakan dengan jari.

Setelah itu angkat dan hias.
Jangan lupa oleskan mentega,
taburi dengan toping coklat atau keju parut.
Kasih susu kental manis di atasnya secara merata.

Martabak ini menjadi momen lain dalam perjalanan rumah tangga kami.
Ada kesabaran yang harus saya pelajari.
Ada kerjasama antara saya dan suami. Menyisihkan segala keribetan dunia kerja, untuk sama-sama bahu membantu, memberikan yang terbaik sebagai asupan anak-anak di rumah.