Ayah, Aku dan Sekolah Kampung

Tempatnya indah, jika aku berpikiran bahwa semua yang ada di depanku indah. Ruangannya besar, jika aku berpikir bahwa aku adalah seekor semut. Semua teman-temanku adalah orang hebat, jika aku tidak pernah menyombongan diri. “Semuanya pasti akan menyenangkan,” ujar Ayah padaku. Tiga minggu yang lalu kami pindah rumah. Ayah pindah...

Nasi Aking Buat Toto

Aldi cemberut. Nasi di piringnya masih tersisa. Lauk Ibu pagi ini tidak enak. Bukan ayam goreng seperti permintaan Aldi. Ibu hanya buat tempe goreng dikasih tepung. Aldi tidak suka makanan itu. Susu di hadapan Aldi juga masih ada satu gelas utuh. Aldi tadi minum sedikit. Susunya bukan susu yang...

Kurcaci Ko dan Kabar Gembira

Ko kurcaci bersepatu merah, selalu membuat seluruh kurcaci tersenyum bahagia. Ko bukan hanya datang untuk bersenang-senang, atau untuk bermain. Kurcaci Ko selalu membuat teman yang sedih menjadi gembira. Hari ini Ko kurcaci mendatangi kurcaci Jeki yang sedang bersedih. Kue-kue buatannya yang biasanya berwarna merah, sekarang menjadi warna ungu. “Kue...

Kaina Bukan Nenek Sihir

Majalah itu Kaina letakkan. Matanya mulai basah. Cerita di dalamnya Kaina tidak suka. Tapi kenapa teman-temannya bilang seperti itu? Mereka bilang Kaina tukang sihir. Mereka bilang Kaina tahu segalanya, padahal mereka belum cerita pada Kaina. Waktu Woro mau menangis, karena digoda terus Irfan, Kaina marah pada Irfan. Kaina bilang...

Kurcaci Timothi dan Nyonya Penyerobot

Kurcaci Timothi cemberut. Kali ini ia kalah lagi. Padahal ia sudah berdiri nomor satu dekat gerobak bunga. Tapi kurcaci penjual bunga itu, justru memberikan bunga berwarna merah pada orang yang baru datang. Satu, dua, tiga…. Kurcaci Timothi berusaha menghitung. Tadi, sebelum nyonya itu datang, sudah ada tiga kurcaci yang...

Tante Pembenci Daun

Loli menamakannya Tante Pembenci Daun, sama seperti teman-teman yang lain. Julukan yang buruk, Ibu selalu bilang seperti itu. Tapi diam-diam Loli dan teman-teman yang lain, tetap memberikan julukan itu. Tante Pembenci Daun, tidak memiliki satu batang pohon pun di halaman rumahnya. Rumahnya kecil berwarna merah jambu. Halamannya luas tidak...

Emak Tia yang Hebat

Tia menggelengkan kepalanya pada Arumi. “Tidak main. Mau belajar sama Emak.” Arumi yang main ke rumah Tia terlihat sedih. Ini sudah kesekian kalinya Tia menolak bermain dengan mereka. Tia selalu bilang mau belajar pada Emak. Padahal Arumi tahu, setelah itu Tia pasti akan pergi. Mungkin pergi ke rumah saudaranya...

Sepuluh Tusuk Sate

Untuk kesekian kalinya Ardi menggambar sepuluh tusuk sate. Gambar itu ia beri warna dan ia pandangi. Gambar sepuluh tusuk sate di atas piring, di sampingnya ada botol kecap bergambar burung kenari. “Tabungan kamu belum cukup juga?” Ardi menggelengkan kepalanya. Tabungannya baru sedikit. Sepuluh tusuk sate itu sate ayam yang...

Musim Batu Akik

Batu itu berwarna biru. Biru muda seperti warna kesukaan Virna. Selain batu berwarna biru itu, ada batu lain yang juga berwarna hijau dan juga ungu. Batu-batu itu berbentuk seperti batu genteng yang suka Virna pecahkan sedikit, untuk bermain batu lempar bersama teman-teman yang lain. Virna memandangi batu itu. Virna...