Khadijah, Ketika Sabar dan Kekuatan Menjadi Satu

Khadijah

Apa yang kita pahami tentang wanita-wanita muslimah? Seorang wanita yang tidak memiliki kekuatan? Terkurung di rumah? Atau tidak berani mengukir masa depan?

Sosok Khadijah bisa menjadi tauladan tentang banyak hal kepada para muslilmah. Bahwa menjadi kuat atau lemah adalah sebuah pilihan, bukan takdir. Ketika memilih kuat untuk berjuang dan memperjuangkan masa depan, bukan hanya untuk diri sendiri, maka tangan Allah juga akan bekerja di sana.

Kita banyak mengenal bahwa Khadijah adalah istri pertama Rasul, yang ketika wahyu pertama turun, Khadijahlah yang memberi kekuatan dengan menghibur dan menyelimuti tubuh suaminya yang menggigil gemetar. Khadijah juga yang mencari tahu ke pamannya Waraqah, seorang pendeta, tentang turunnnya Rasul terakhir.

Seorang wanita yang kuat tidak hadir begitu saja. Kekutan hadir karena proses.
Dalam buku Khadijah yang ditulis oleh Irma Irawati dan Wylvera Windayana yang diterbitkan oleh Penerbit AdiBintang ini, pembaca akan bisa mengetahui apa yang terjadi dengan masa lalu Khadijah.

Dalam buku setebal 163 halaman, cerita dibagi dua. Bagian pertama, dibahas tentang masa kecil Khadijah. Masa kecil yang harus dilewati dengan tujuh orang adiknya, dan menjadikan dirinya seorang pengganti ibu yang wafat, membuat sosok Khadijah menjadi kuat.
Orangtuanya yang sudah berniaga sejak Khadijah kecil, juga membuat Khadijah paham seluk beluk dunia perniagaan.
Khadijah yang akrab dengan pamannya Warawah juga membuat ia bertanya dan percaya pada pamannya tentang tanda-tanda kerasulan yang dialami oleh Muhammad, suaminya.

Bagian kedua tentang masa dewasa Khadijah. Saat menikah dengan Rasul sampai memiliki anak.
Khadijah menikah dua kali lalu akhirnya bertemu dengan Muhammad adalah proses untuk menjadi kuat. Jalan hidup manusia pilihan tidak selalu harus mulus, tapi justru berliku. Karena lika-liku itu yang akan membuatnya paham dan semakin mendekat kepada Pemilik Hidup.

Buku tebal, dan berwarna dengan ilustrasi cantik, membuat anak saya langsung mengambil dan membacanya sampai tuntas. Warna pink untuk tampilan sampul depan yang tidak rumit, membuat buku ini eye catching untuk diambil dari rak buku.
Dan tema tentang Khadijah yang jarang dibahas, membuat buku ini bisa jadi rujukan pelajaran memahami wanita yang dipilih Allah mendampingi Rasul kita.

Kenapa Mesti Takut Setan?

setan siapa takut

Anak-anak sering menonton televisi, sering merasa takut dengan setan. Setan jadi-jadian hasil rekayasa. Ada yang bernama Kuntilanak, Sundelbolong dan lain sebagainya.
Sebagai muslim, kita yang sudah belajar agama pasti paham. Makhluk halus diciptakan Allah untuk mengganggu manusia. Dan mereka tidak akan pernah lelah berusaha, sampai manusia mengikuti jejak keburukan mereka.

Anak-anak kecil sering ditakuti dengan setan, sampai-sampai mereka mendengar nama setan disebut saja jadi tidak berani ke luar rumah?
Wah…, pelajaran seperti itu harus diganti.
Islam mengenal iblis, jin, atau setan.

Setan apa yang sering mengganggu?
Dalam buku Setan Siapa Takut? karya penulis Fadila Hanum, ilustari Jaka Pamungkas terbitan Gema Insani Press ditulis beberapa jenis setan yang sangat mengganggu.
Dari setan yang bernama Ruha, yang mengganggu manusia terutama soal waktu. Setan bernama Ruha ini akan mengikat waktu manusia untuk sulit terbangun di pagi hari dan menunaikan shalat Subuh.
Ada juga jenis setan bernama Khanzab yang kerjanya mengganggu manusia ketika sedang melaksanakan shalat.

Buku 71 halaman ini recommended untuk para orangtua. Bahasanyanya mudah dicerna anak-anak. Mengajarkan anak untuk paham, bahwa setan itu bukan untuk ditakuti tapi untuk dilawan.
Gambar di dalam buku ini full colour dan cukup besar. Sehingga anak-anak yang terbiasa membaca karena daya tarik gambar, akan mudah tertarik untuk melihat-lihat isi di dalamnya.
Andai mereka belum bisa membaca pun, tokoh setan dalam buku itu, akan membuat orangtua lebih enak menuntun anaknya untuk paham.

Pendidikan Sederhana yang Hasilnya Optimal

Mendidik dengan cinta

Buku pertama selalu menjadi rujukan.
Iya. Buku pertama yang saya miliki ketika anak baru satu adalah dua buku ini.

satu

dua

Berhutang saya rasanya dengan kedua buku ini. Pelan tapi pasti, Ibu muda seperti saya yang pingin belajar banyak paham meengenal karakter anak, dan menjadi sabar dalam mendidik, terbantu dengan hadirnya buku ini. Saya tahu kebetulan dari resensi di sebuah media. Lalu ketika saya mencari, pemilik toko buku yang tinggalnya tidak jauh dari saya menghubungi dan menyodorkan dua buku ini.
Lalu, lalu seperti biasa, nasib buku itu berakhir sama dengan beberapa buku yang lain. Hilang di tangan peminjam. Semoga bermanfaat ilmu di dalamnya.

Apa sih, yang dibahas dalam buku ini, sehingga saya jatuh cinta?
Yang dibahas dalam buku ini sesuatu yang sederhana saja. Tapi justru kelebihannya itu ada pada sesuatu yang sangat sederhana. Sederhana tapi mengena.

Bagaimana agar kita tidak jadi polisi untuk anak-anak. Polisi yang selalu memperlakukan anak-anak seperti seorang yang siap menerima hukuman kita.
Ada juga bahasan tentang kecemburuan kakak adik.
Juga pengenalan permainan untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Jadi kalau suatu saat anak-anak kita yang laki-laki bermain masak-masakkan, bukan berarti dia mengarah menjadi seperti perempuan. Tapi itu proses pengenalan diri.
Arahkan saja. Kelak jika dia memahami tugas seorang perempuan, ia akan lebih peka pada pasangannya.
Jangan juga menuduh anak perempuan itu akan mengarah menjadi kelelaki-lakian alias tomboy, ketika sedang memanjat pohon atau main palu. Arahkan saja. Sehingga kelak ketika menjadi istri, ia paham bagaimana menjadi istri yang tangguh dan tidak terlalu menyusahkan pasangannya.

Yang paling terasa untuk saya sebenarnya adalah ketika bahasan mencakup tentang Qoulan Tartila.
Yaitu, cara efektif agar mulut kita sebagai ibu tidak cerewet dan mengomel tidak karuan. Bangun di sepertiga malam, lalu tahajud. Allah sudah menjanjikan, orang-orang yang diundang untuk tahajud, akan ditinggikan beberapa derajat dan lisannya berat. Alias bicaranya akan membuat orang menjadi tunduk.
Untuk orangtua yang melaksanakan itu, tentunya akan mudah menundukkan anak-anak tanpa perlu mengomel. Dan ini sungguh berhasil untuk saya.
Jadi, sebagai orangtua tidak perlu pakai tangan untuk mencubit atau apalagi menampar.

satutu

Belakangan ini, buku ini terbit lagi di penerbit ProUmedia dengan tampilan baru. Jadi untuk yang kesulitan menemukan cetakan awal atau cetakan versi hardcover seperti sebelumnya, bisa membelinya langsung ke penerbit ProUmedia.

Parenting dari Seorang Bapak

Positive parenting

Banyak buku parenting. Saya orang yang senang koleksi buku parenting. Membaca buku-buku itu untuk panduan pendidikan anak. Buku-buku itu memperkaya wawasan saya sebagai seorang Ibu. Meskipun tentu saja teori parenting itu tidak semuanya bisa diterapkan dalam kehidupan saya. Karena saya memiliki standar dan sudut pandang sendiri. Yang jelas segala yang positif dan saya sanggup untuk melakukannya saya akan berjuang melakukan.

Ustadz Fauzil Adhim ini berbeda untuk saya. Kenapa? Karena banyak buku parenting dihasilkan oleh para perempuan yang notabene seorang Ibu. Ibu yang halus, ibu yang fokus pada pendidikan anak, adalah sesuatu yang wajar sifatnya. Apalagi Ibu yang berhenti bekerja demi memberikan yang terbaik untuk anak, itu juga banyak.

Ustadz Fauzil Adhim bicara dalam kacamata seorang Bapak dan seorang psikolog. Banyak bahasan yang dijabarkan. Bahasa lelaki dan perempuan memang berbeda dalam mendidik anak-anak. Bahasa yang ditulis para Ibu cenderung halus, maka Ustadz menulis dengan gaya bahasa lugas.

Pada sub judul Cara Mengenalkan Allah kepada Anak halaman 237. Dibahas bahwa kita cenderung mengenalkan Allah yang membuat anak justru berlari menjauh bukan malah mendekat. Kita sering mengucapkan dengan nada murka. “Enggak boleh, itu dosa. Allah murka.” Atau ” Makanan dihabiskan. Mubazir. Mubazir itu dosa.” Dan banyak kalimat lainnya. Yang sebenarnya bagus. Tapi justru membuat anak merasa Allah itu menakutkan.

Banyak, banyak yang bisa dipelajari dalam buku ini. Buat saya yang terpenting, saya jadi paham sudut pandang seorang Bapak yang berbeda dengan seorang Ibu. Dan itu tentunya jadi sebuah pembelajaran juga untuk saya.

Penulis : Mohammad Fauzil Adhim
Halaman : 280 hlm
Tahun : 2015
ISBN : 978-602-7820-33-3
Kategori : Parenting
Harga : Rp 54.000

Candy and the Power of Kindness

DSCF3584

When I was young, I though there was no happiness for an ugly girl. All the happiness will come to the rich and beautiful girls. Maybe it comes because my daily book was a Cinderella, Rapunzel and Snow White. They are beutiful of course.

I read Candy comics in the right time. And the story about love, friendship teach me the important thing in this life. If you want all (including human or animal) loved you, loving them first.

Candy, an orphan girls, feel she has no friend anymore when her’s best friend Annie was being adopted. Being adopted it was not a big problem. The main problem was when Annie want to erased all about her past memory including a memory with Candy.
When Candy feel lonely, somebody, a man with flute and Scotland uniform come to her, and said. “Don’t cry a sweet girl.”
A memory about that man has made Candy feel happy. She didn’t know that man. But her life change after that.

Candy wasn’t a beautiful girl. She was an orphan. But she always try to do the best and her life. She always make others people beside her happy. Is easy for her to help others without thinking about herself.
And time goes fastly for Candy. She met someone she loved but the man was dead by accident. She met again and another woman felt in love with that man.

Only one man always stand beside Candy without Candy realized. That man always protected Candy and helps Candy, of course without Candy realized. And that man knew one by one a man in Candy heart without Candy realized. Even that man always stand beside Candy when Candy broken heart.

Who was that man?
Uncle Albert.
A man who adopted Candy and said “A sweet girl, don’t cry.”
A rich man. He paid Candy school until become a nurse.

Read this book remind me about “Daddy Long Legs” written by Jean Webater. Those books, Candy or Log Legs has same story. But I don’t know why I tend to Candy. Candy Candy more impressed maybe because I can see the cartoon version on television. And the soul of Candy, really change my knowledge.

One of my favorite books is Candy-Candy.
If finally I grow up and focused on my talent as a writer, it happens because the spirit of Candy.

Sybil, Ketika Trauma Memecah Kepribadian

DSCF3587

Setiap ibu yang pernah mengenyam pendidikan tinggi, atau paling tidak memiliki wawasan yang luas, pasti punya keinginan untuk memiliki anak yang sempurna. Sempurna dalam artian bisa melakukan banyak hal. Dan ibu yang seperti ini yang tidak menyadari bahwa kesempurnaan adalah sebuah proses super panjang, tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya bisa mendatangkah hal yang paling fatal untuk hidup seorang anak. Yaitu terpecahnya kepribadian hingga menjadi 16 kepribadian disebut juga kepribadian majemuk.

Adalah Sybil Isabel Dorsett usia 22 tahun, dengan IQ 170. Lahir dari pasangan Willard dan Henrietta “Hattie” Dorset. Dr Wilbur lah yang pertama kali menemukan kejanggalan pada kepribadian Sybil. Bahwa pasiennya yang bernama Sybil bukan berkepribadian ganda tapi kepribadian majemuk.
Tokoh-tokoh berbeda kepribadian itu muncul satu persatu pada saat konsultasi. Mereka berbeda suara, karakter bahkan pemilihan pakaian juga.
Ada yang senang melukis, ada yang kembar dan ada yang seperti anak kecil.
Masing-masing tokoh itu saling mengenal satu dengan yang lain.

Masalah pecahnya kepribadian Sybil ternyata banyak disebebkan oleh ibunya. Ada kondisi-kondisi tertentu, si ibu suka memanggil Sybil dengan berbagai nama dan itu disesuikan dengan kondisi pada saat itu.
Seperti panggilan Peggy Lousiana untuk Sybil, karena sebenarnya ibunya tidak pernah suka dengan nama Sybil. Peggy ini akan dihadirkan ibunya ketika Sybil sedang manis dan lucu di matanya.

Setelah 10 tahun akhirnya 16 kepribadian itu akhirnya bisa disatukan jadi satu oleh Dr Wilbur. Melalui serangkaian tes dan observasi langsung sang psikiater.

Apa yang bisa saya dapatkan dari buku ini?
Banyak.
Terutama masalah bagaimana menjadi ibu yang benar-benar bisa mengelola emosinya. Dan yang paling penting tentu saja, komunikasi dengan pemilik hidup sehingga semuanya bisa berjalan sesuai dengan tatanan dariNYA.

Di luar sana, saya yakin masih banyak Sybil Sybil yang lain, yang tumbuh berkembang dengan dunianya dan tak bisa disatukan karena tidak tersentuh oleh tangan ahli.

Kerennya Pahlawan Islam

Izzah

Kenal Zorro? Eits…, itu pahlawan zaman saya kecil. Ketika cerita-cerita sahabat Nabi hanya bisa didengar dari mulut ustadz atau ustadzah tanpa ada gambar. Imajinasi memang bermain keras akhirnya. Namun hanya untuk beberapa gelintir anak yang rajin ke madrasah.

Lalu tahun berlalu, dan berganti. Pahlawan super hero banyak menghampiri dunia imajinasi anak-anak. Dari Superman, Batman sampai sesuatu yang kelihatan real pada zamannya. Mac Gyver dan Six Million Dollars Man. Itu kisah tentang lelaki yang kecelakaan lalu akhirnya seluruh tubuhnya diganti menjadi seperti robot. Lalu setiap ada kejahatan dia datang dan bisa membengkokkan besi yang keras dan kalahlah para penjahat.

Duluuu, saya sulit sekali menemukan rujukan buku pahlawan islam, yang bisa kompetitif di mata anak-anak. Kompetitif dalam artian bila disejajarkan dengan buku-buku yang berlaku pada zaman sekarang seperti komik dan sebagainya, bisa disandingkan. Dan anak-anak tidak langsung geleng kepala karena melihat minim gambar.

Komik 10 pahlawan islam ini menjadi jawaban dari keresahan saya. Ditulis oleh Izzah Annisah dan komikus Fajar Istiqlal, diterbitkan Pustaka Al Kautsar, komik 116 halaman ini, bisa menjadi buku yang menyehatkan dan menyenangkan untuk anak-anak.

Dari kisah Salman Al Farisi sampai Thariq bin Ziyad, ada di buku ini. Semuanya pahlawan Islam yang memang memiliki kelebihan masing-masing di bidangnya. Komik ini dibuat penuh warna, meski warna yang dipilih adalah warna-warna cenderung gelap. Mungkin disesuaikan dengan si tokoh yang semuanya laki-laki dan segmen yang dituju para anak laki-laki.

Komik Naruto?
Anak saya koleksi juga. Tapi begitu diberikan komik ini, dia langsung melahapnya dan langsung hapal isinya.
Berharap akan ada komik lainnya sejenis ini.
Jadi saya mudah merekomendasikan untuk para tetangga.

Mengenalkan Larangan dengan Cara Sederhana

Mengapa ada larangan

Memahami agama itu artinya mengenal adab keseharian yang dilarang dalam agama. Adab-adab ini biasanya dalam pendidikan di masa lalu, orangtua hanya bilang, jangan begini, jangan begitu. Alasannya? Pokoknya tidak pakai alasan. Hasilnya, pelajaran tentang adab dan larangan itu menguap begitu saja.

Saya tahu banyak ibu-ibu yang memiliki anak Balita juga kesusahan memberi pemahaman yang logis, dan masuk akal. Iya, harus masuk akal. Karena anak sekarang akan kritis dengan pertanyaan. Lalu otaknya akan berputar, masuk akal atau tidak.
Apalagi apa yang mereka lakukan adalah hasil dari meniru kebiasaan orang dewasa yang ada di dekatnya.
Makan minum sambil berdiri? Di pesta pernikahan di kota besar kan itu yang sering dicontohkan?

Buku ini ditulis oleh Tethy Ezokanzo dan Aan Wulandari, dari penerbit Tiga Serangkai. Buku tipis dengan jumlah halaman hanya 64 halaman ini menjadi buku favorit untuk saya pinjamkan ke ibu-ibu pengajian.

Kenapa tidur tengkurap dilarang? Dulu orangtua akan bilang, bahwa itu tidurnya setan. Tapi ternyata menurut penelitian, tidur tengkurap itu akan menyebabkan satu periode kesulitan bernapas.

Kenapa minum tidak boleh berdiri? Karena ketika kita berdiri maka air yang kita minum akan langsung masuk ke saluran kemih. Sedang jika kita duduk, saringan yang menghubungkan ke saluran kemih akan berfungsi dengan baik. Sehingga air yang kita minum bisa disalurkan ke beberapa pos lain dalam tubuh.

Masih banyak pertanyaan lain di dalam buku ini, yang akan memberikan penjelasan ilmiah. Dengan tulisan yang besar-besar, membuat anak yang malas membaca pun akan suka. Ibu-ibu yang tidak terbiasa membaca juga akan suka, dan tentu saja bahagia karena tambah ilmu agama.
Buat saya pribadi, buku ini membuat saya makin cinta dengan kanjeng Rasul.

Ketika Ahli Gizi Menulis Buku tentang Vitamin

Buku gizi

Masalah vitamin akan menjadi rumit jika dijabarkan pada anak-anak dengan menggunakan bahasa yang rumit. Vitamin A gunanya untuk apa? Lalu dihapal. Persis pada zaman saya dahulu ketika masih SD.
Tapi di tangan mbak Dyah Umi Purnama, seorang dosen ahli gizi, semua pelajaran tentang vitamin itu terasa cair.

Buku cerita “Seri Aku Anak Sehat” ini, dari tampilan pertamanya dalam hal warna saja, sudah membuat bahasan yang berat itu terasa ringan. Buku warna biru dengan tampilan penuh warna, membuat tangan anak-anak ingin secepat mungkin membukanya.

Ada tujuh cerita anak yang tersaji di dalamnya. Semuanya cerita keseharian anak-anak. Tentu saja cerita itu berhubungan dengan penanaman pengetahuan tentang vitamin.
Di setiap akhir cerita ada tabel gizi sesuai dengan vitamin yang dibahas. Dan ada juga resep masakan untuk menambah vitamin itu.
Misalnya di bahasan tentang Mengenal Vitamin B1, diberi tabel bahan makanan apa saja yang mengandung vitamin B1 itu. Ada ukurannya seberapa banyak vitamin itu dibutuhkan tubuh sesuai usia.
Lalu ada resep Nasi Goreng Hati Merah bagi yang ingin memperbaiki vitamin B1 di dalam tubuhnya.

Ada tujuh cerita, halaman dalamnya penuh warna yang cerah ceria. Ceritanya ringan. Ada bonus kartu kwartet juga. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Visi Mandiri imprint penerbit Ziyad. Total keseluruhan ada 112 halaman.

Lalu kekurangan buku ini apa?
Buat saya yang sekarang hobi koleksi buku bergambar, buku ini hanya kurang halamannya. Kurang banyak vitamin yang dijabarkan. Karena hanya vitamin yang utama saja seperti A, E, K. Pinginnya ada buku selanjutnya, dengan daftar vitamin yang jarang dibahas. Jadi ibunya bisa semakin tambah pintar.

Oase Hati Sebuah Langkah Maju

download

Kenal Bayu Gawtama?
Saya kenal pertama kali lewat bukunya yang saya pinjam dari adik. Judulnya 11 amanah lelaki. Buku tipis itu saya baca berulang kali. Buku yang saya baca berulang kali, itu artinya satu. Buku itu bisa membuat hati dan pemahaman saya berubah menjadi dalam lagi, terutama dalam menilai sesuatu.

Oase hati sama seperti buku 11 amanah lelaki. Sama seperti status Bayu Gawtama di Fb yang menceritakan pengalamannya di dunia relawan. Dan pengalaman bertemu dengan orang-orang yang tidak tersentuh media itu, yang mengisi lembar demi lembar buku Oase Hati.

Dari mulai pengalaman seorang guru yang hanya dibayar seratus rupiah, yang membuat saya tersentak, dan memandangi tumpukan koin ratusan di rumah. Sampai pengalaman ustadz yang selalu rutin mengacarkan tata cara haji dalam manasik haji. Yang ternyata ustadz itu sama sekali belum menyentuh tanah suci untuk berhaji.

Dari mulai pengalaman para sahabat Nabi, sampai pengalaman penulis sendiri dengan anak-anaknya.

Ada sub judul “Jangan, Jadi Bintang, Nak!” Penulis menulis tentang petuahnya pada anak-anak, yang menikmati acara idol di televisi untuk jangan pernah jadi bintang. Bintang-bintang yang orangtuanya berjuang demi popularitas. Membelikan pulsa untuk orang lain, bahkan bisa habis harta bendanya, hanya demi memenangkan anaknya lewat cara SMS terbanyak.
Suka dengan akhir tulisan yang satu itu. “Sudahlah, jangan jadi bintang, Nak. Lebih baik jadi matahari. Bintang bercahaya, yang bersinar itu matahari.Dengan sinarnya matahari memberi manfaat dan kehidupan bagi alam semesta, dan semua makhluk dalam raihan sinarnya (halaman 156).

Dalam kisah “Kita Takkan Pernah Tahu” halaman 97. Penulis bercerita tentang perempuan tua yang ditemukannya pada pukul 11.30. Pada awalnya saya tidak paham kenapa pukul 11.30 disebutkan. Perempuan yang ditemuinya itu membutuhkan ongkos untuk makan dan pulang. Penulis membaca banyak kisah penipuan terjadi, dan ia berjuang untuk menghalau perasaan itu. Lalu ia memberikan uang untuk perempuan yang minta tolong, yang tuubhnya gemetar menahan lapar karena tidak makan sejak pagi.
Ketika pulang ke rumah. Istrinya bercerita baru saja kecopetan. Uangnya habis. Lalu ada orang yang membantunya dengan memberinya uang yang cukup untuk istrinya pulang. Dan itu terjadi pada pukul 11.30.

Ah, sudahlah.
Banyak keajaiban terjadi di dunia ini.
Buku ini membuat saya semakin terbuka dan semakin peka. Ini salah satu buku yang akan saya wariskan untuk anak-anak saya.

Judul Buku : Oase Hati
Penulis : Bayu Gawtama
Penerbit : ProUmedia
Harga : Rp 32.000