Anak Hebat, Anak yang Berani

Tiba-tiba ada kasus heboh di dunia perbukuan. Kasus heboh seperti yang lalu lalu. Kejadiannya sama. Seorang mengambil halaman buku yang paling heboh, atau dianggap heboh. Difoto. Cekrek, lalu dimasukkan ke sosial media dan diberi kalimat yang penuh bumbu-bumbu curigaisme.

Aku anak yang berani.
Buku yang heboh itu sudah ditarik dari peredaran sejak beberapa bulan yang lalu. Penulisnya mendapat hukuman sosial. Dan sampai sekarang saya berpikir, bahwa kejadian seperti itu bisa menimpa siapa saja. Menulisnya susah, menjatuhkannya mudah. Tapi itulah, ujian dari Allah berbagai macam bentuknya.

Setelah dua minggu heboh berita tentang buku itu, termasuk beberapa ibu bertanya langsung pada saya, maka saya jadi penasaran dengan buku itu.
Sudah tidak bisa didapatkan di toko buku. Tapi melihat gambaran utuh dari buku itu, di blog-blog teman, saya paham. Sebenarnya buku itu biasa saja. Iya, biasa. Untuk orangtua model seperti saya, yang suka diskusi tentang banyak hal pada anak.
Dan ketika berita bertambah lagi dengan kenyataan, bahwa buku yang ditarik itu idenya sama dengan buku yang sudah muncul sebelumnya, saya bergegas memesannya.

Ah, Ide yang Sama

Hebohnya buku yang ditarik dari peredaran justru membuat saya tambah ilmu. Ternyata ada buku lain yang lebih dulu muncul. Ternyata buku yang ditarik itu, idenya sama dengan buku yang laris manis hingga cetak ulang beberapa kali.

Saya jadi membayangkan kejadian.
Apakah buku itu diminta oleh editor penerbitnya? Karena si editor melihat buku model seperti itu laris manis di pasaran? Lalu ingin membuat karya yang mirip, dengan tampilan isi yang berbeda, tapi memunculkan persoalan yang kira-kira sama, dialami oleh anak-anak?
Jadi ketika di toko buku, orang punya alternatif memilih, dan bisa jadi memilih buku dari penerbit tersebut.

Bukan rahasia umum di negeri ini. Ketika ada satu buku yang laris menis, maka banyak yang berlomba membuat buku yang sama.
Atau…, atau apakah si penulis yang menawarkan diri menulis tentang buku itu? Melihat buku yang pertama, lalu memikirkan ide apa yang belum dibahas dalam buku itu, dan akhirnya dibuatlah ide itu, untuk dikirimkan pada penerbit. Dan penerbit menyetujui?

Well, ide yang sama.
Saya selalu berpesan pada murid-murid menulis untuk riset luar dalam. Sehinga ide itu benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.
Ini kekhilafan dan harus dimaafkan. Membayangkan kalau saya jadi penulisnya, saya sendiri merasa mungkin tidak akan sanggup. Membayangkan tayangan tentang buku itu di televisi dan media online. Lalu para tetangga membacanya. Lalu mereka ambil sikap antipati seperti yang banyak dilakukan para ibu yang tidak suka membaca, tapi nomor satu menuduh di banyak group WA.
Membayangkan apakah si penulis jadi trauma untuk menulis lagi, sungguh membuat saya sendiri jadi sedih.

Pelecehan Oh Pelecehan

Pernah menjadi anak kecil?
Pernah.
Anak kecil yang hampir diculik. Tapi syukurlah saya banyak baca buku tentang penculikan, jadi bisa menghindar dari membuat taktik bersama teman saya. Lalu kabur dari penculik itu.
Pernah kena pelecehan. Ketika naik bus dan seseorang menempelkan kemaluannya pada saya. Dan saya merasa kotor dan malu. Bapak malah meminta saya untuk membawa pensil tajam atau peniti. Kalau ada orang seperti itu lagi, saya diminta menusuk langsung.
Pernah terkena lelaki exhibition di jembatan penyebrangan. Karena saya takut menyebrang jalan yang ramai. Lalu naik jembatan penyebrangan. Dan ternyata ada seorang Bapak di sana menurunkan celananya di hadapan saya. Saya panik dan lari ketakutan.
Pernah juga lari ketakutan karena setiap akan berangkat sekolah, ada seorang kakek yang siap untuk memeluk dan mencium. Hingga saya harus mencari jalan melewati tempat lain di pinggir sungai.

Ada banyak pelecehan, memang tidak fatal.
Ada banyak cerita pelecehan juga, dan saya tahu bisa fatal terjadi. Pemerkosaan, sodomi dan lain sebagainya. Karena itu saya bentengi anak-anak dengan pemahaman ilmu tentang banyak hal. Termasuk berhati-hati dengan orang lain, dan menghargai diri sendiri dengan tidak membolehkan orang menyentuhnya.

Buku karangan Watiek Ideo mengajarkan hal itu.
Anak yang melihat kemaluannya untuk membandingkan dengan adik perempuannya yang baru lahir.
Itu persis dengan Sulung saya dulu. Saya tinggal sebentar waktu itu, lalu saya lihat Sulung membuka-buka kemaluan adik bayinya. “Ibu, kok gak ada yang panjang seperti punyaku?” begitu yang ditanya Sulung.

Ada tentang anak yang harus memakai baju ketika ke luar rumah. Karena baju itu seperti helm ketika naik kendaraan. Meski panas tapi berfungsi untuk melindungi.
Ada cerita tentang anak yang terkena pelecehan seksual dan mengadu pada orangtuanya. Anak itu menyadari bahwa orangtualah tempat yang nyaman untuk berbagi.

Buku ini bagus.
Recommended sekali.
Diterbitkan penerbit Gramedia. Konon katanya karena peristiwa buku yang ditarik dengan judul yang sama, buku ini terkena imbasnya, tidak boleh di display. Jadi untuk yang mau membeli bisa bertanya pada pegawai tokonya.

Saya beli buku ini karena ingin meminjamkannya pada anak-anak tetangga yang belajar di rumah. Juga ibu-ibu tetangga. Agar mereka paham banyak dan bisa mengajarkan pada anak, bagaimana cara melindungi diri sendiri, dari orang-orang yang punya niat jahat.

Buku Panduan Lengkap Percobaan Sains untuk Anak

percobaan sains

Bingung bagaimana mengajari anak-anak agar kreatif?
Perasaan dulu saya gampang sekali mengajari anak sendiri. Tapi setelah anak-anak besar, sedikit bingung juga waktu anak-anak tetangga berdatangan satu persatu ke rumah untuk belajar.

Untung saya masih menyimpan buku ini di rumah.
Ada juga buku yang lain, tapi buku ini bagus sekali.

Buku berwarna dan bergambar dengan tulisan langkah satu persatu untuk melakukan percobaan, membuat anak-anak paham bagaimana melakukan percobaan tersebut.

daun kering

Gambar ini saya ajarkan pada anak-anak. Mencetak daun dengan cat. Anak-anak suka melakukannya.
Ada panduan yang lain lagi, seperti menyatukan tiga batang cermin.
Iya, ini mengingatkan saya pada zaman dahulu kala, ketika masih menggunakan lampu petromak. Lampu petromak pada waktu itu menggukan kaca berbentuk batangan. Jadi ketika satu kaca lampu itu pecah, kami biasa menggunakannya untuk diikat. Lalu bagaian bawahnya kami tutup plastik dan di dalamnya kami masukkan potongan bahan berwarna-warni. Lalu kami mengintip dari atas. Alhasil, kami akan mendapat warna-warna yang bagus dan menakjubkan di dalam pecahan kaca tersebut.

percobaan sains 4

Ada juga percobaan yang lain.

Yang ini.

percobaan sains 2

Atau yang ini

percobaan sains 3.

Buku ini ditulis oleh Rebecca Gilpin dan Leonie Pratt.
Penerbit Tiga Ananda.
Semua halaman di dalam buku ini berwarna dan penuh gambar. Ada 95 halaman di dalamnya dan semuanya full color sehingga anak-anak senang melihatnya.

Petualangan Salman, Petualangan Batin yang Percaya

buku baru

Ada banyak buku yang saya tulis. Dan buku-buku itu saya tulis berdasarkan pengalaman nyata. Pengalaman batin yang saya olah sedemikian rupa. Ada pelajaran untuk saya dan tentu saya harap, pelajaran itu akan kena untuk pembacanya juga.

Bicara tentang Salman bukan sekedar bicara sekedar menulis buku. Riset, berkhayal, menulis dan lain sebagainya.
Buku Salman ini istimewa. Untuk saya bahkan sangat istimewa.
Di sini saya benar-benar merasa Allah mengangkat beban-beban saya.

An Nahl:7 ﴿
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
.

Ada dua hal yang mengejutkan untuk saya datangnya. Bersamaan.
Yang pertama ketika saya menginginkan menulis dan diterbitkan oleh penerbit tertentu. Tiba-tiba datang kejutan. Seorang dari penerbit itu menghubungi saya, dan minta saya datang ke kantor mereka, untuk mendiskusikan sebuah naskah.

Yang kedua, ketika saya sedang sedih, karena tidak bisa ikut rombongan umrah keluarga. Saya memang memilih untuk tidak ikut. Alasannya yang Bungsu akan menghadapi ujian. Dan anak-anak sudah terbiasa belajar dengan saya, bukan ayahnya. Di saat itu, saya masih mencoba membuat paspor. Paspor yang beberapa bulan sebelumnya suami buat, hanya perlu menunggu satu hari saja. Pas saya ingin membuatnya, harus menunggu giliran dua minggu lebih. Padahal biro perjalanan minta waktu beberapa hari saja.
Ok menyerahlah saya. Pindah bikin paspor ke kota lain, tidak memungkinkan.

Saya menganggap bahwa ini jawaban, pilihan saya benar. Mengutamakan keluarga.
Tapi mendengar ibu dan kakak adik juga ponakan akan berangkat, saya sedih lagi. Merasa tidak dipilih lagi. Lalu pada satu hari setelah keluarga berangkat. Allah memberikan jawaban. Suami terkena typus. Di situ saya merasa, bahwa saya memang harus tinggal. Tidak ikut berangkat bersama rombongan dan mendampingi Ibu.

Oke saya sudah bisa menata hati.
Dan kejutan dari mampu menata hati itu adalah, telepon dari Gema Insani Press meminta saya, menulis ulang novel anak. Menulis ulang sebebas-bebasnya saya, dari novel anak yang best seller di negaranya. Novel tentang perjalanan umrah.
Kaget? Iya.
Saya seperti diberi penghiburan. Umrah keluarga saya, bahkan bisa bermanfaat banyak untuk saya. Maka telepon, pengalaman, foto dan semuanya sampai video, terus mengalir dari mereka ke hp saya. Ibu bahkan rela mencatat sepanjang perjalanan, apa yang diceritakan oleh travel guidenya.

IMG-20160329-WA0019

Muslim yang baik harus bisa memilih. Itu memang yang saya jadikan kalimat berulang dalam novel tersebut.
Iya, muslim yang baik harus memilih. Saya memilih untuk mengurus keluarga, dan Allah beri jawaban yang indah untuk itu, untuk menghapus beban saya.
Ada banyak godaan yang dihadapi kita sebagai orang dewasa, dan juga anak-anak.

Salman, tokoh anak dalam novel saya, adalah penghafal Al Quran. Abinya juga tentu saja. Dan Abi tidak memiliki telepon genggam yang memiliki fitur seperti game. Padahal ketika umrah, Salman satu rombongan dengan kakak beradik yang hobi sekali main game di telepon genggamnya.

Salman, anak yang mendapatkan hadiah umrah karena menang lomba menghafal Al Quran tergoda. Ia tergoda untuk mulai mencoba main game dengan meminjamnya. Lalu godaan itu meningkat. Hingga akhirnya Salman merasa hidupnya tidak asyik tanpa telepon genggam.
Hingga pada satu kesempatan di depan Kabah, Salman justru ingin sekali berdoa minta diberi game.

Abinya Salman ingin memberi banyak pelajaran memilih pada Salman. Ingin tahu konsekwensi yang didapatkan Salman dengan memilih itu.
Salman pun kehilangan hafalannya ketika ia memilih fokus pada game. Dan Salman merasa bersalah.
Bertambah paham Salman tentang pilihan itu, ketika ia bertemu dengan Kakek Raka. Kakek tua, yang berangkat umrah sendiri.

Nah, kisah kakek Raka yang suka tersesat ini nyata adanya. Kakek tua yang minta agar dia tidak sering ditinggal, karena ia sering lupa.
Ini foto Kakek yang berdiri itu, si Kakek Raka.

IMG-20160403-WA0006

Balik lagi ke Salman, apa yang selanjutnya Salman dapatkan?
Petualangan umrah, bertemu teman baru dan belajar jadi muslim yang bisa memilih.

Buku Salman dan petulangan umrahnya ini, akan mengajak pembacanya paham step by step langkah umrah. Dan perbedaan antara umrah dan haji.
Buku ini adalah perjalanan dari pengalaman batin saya. Dan saya tahu, tidak semua orang bisa mengalami hal seperti saya. Jadi saya harus banyak-banyak bersyukur.

Belajar Empati Lewat Cerita Anak

img-20160628-wa0000

Empati?
Apa itu empati?
Dulu saya tahunya, sih, hanya simpati. Kalau ada orang jatuh, kasihan. Sudah begitu saja. Kalau ada orang kehilangan, kasihan. Sudah berlalu saja. Kalau ada orang kelihatan menangis di depan kita, sudah biarkan saja.
Itu simpati namanya. Tumbuh rasa kasihan. Tapi tidak bergerak dari rasa itu.

Empati jelas berbeda dengan simpati.
Empati lebih masuk ke dalam hati. Empati itu memosisikan diri kita sama seperti orang lain. Ketika kita melihat ada orang yang jatuh dan berdarah, kita merasakan rasa sakit yang sama. Dan rasa itu membuat kita bergerak untuk akhirnya mendekati orang tersebut, untuk memberi pertolongan.
Ketika ada orang menangis, kita merasakan sakit yang sama. Dan akhirnya rasa itu membuat kita duduk di dekatnya, dengan keinginan untuk menghibur dirinya.

Ada banyak pelajaran empati.
Empati akan mengasah banyak hal, termasuk bagaimana cara berkomunikasi yang baik.
Untuk anak-anak, proses pengajaran yang paling efektif adalah dengan teladan. Orangtua langsung memberi contoh. Tentunya diperlukan orangtua yang sadar akan hal itu.

Jika orangtua tidak paham apa yang harus dilakukan?
Bacakan buku cerita dan pilih buku yang bisa mengajarkan anak untuk sedikit demi sedikit paham akan hal itu.
Ada banyak buku tentang itu, salah satunya adalah buku ini.

Ada 15 cerita dalam buku Permen (Pendidikan Empati dan Motivasi untuk Anak). Ke 15 cerita itu adalah cerita keseharian yang dialami oleh anak-anak.
Mulai dari cerita anak yang diajarkan empati pada ibunya yang berjualan. Dan jualannya itu tidak laku. Sampai pada satu titik, justru ketika si Ibu yakin rezeki adanya di tangan Allah dan anak sudah putus asa, justru pada saat itu seseorang memanggil untuk memborong kue-kue tersebut (halaman 11).

Ada juga cerita tentang Rena dalam “Sepatu dari Meri” (halaman 37). Rena kebingungan mendapatkan sepatu bagus dari Meri, tapi sepatu itu ternyata ukuran nomornya berbeda kiri dan kanan.

Ada juga tentang Bee yang bingung dalam “Ide Boros Ayah”. Kenapa si Ayah suka sekali jajan. Setiap tukang jajanan lewat pasti dipanggil Ayah untuk dibeli (halaman 48.

Lalu apa yang membuat cerita di dalamnya bisa mengasah empati?
Ada pelajaran untuk tidak langsung menuduh dalam 15 cerita yang ada. Semua harus berproses belajar, meski dalam belajar itu pada akhirnya akan muncul rasa tidak sabar.
Tidak boleh menuduh, tapi coba dekati orang yang dicurigai itu. Siapa tahu dia tidak bermaksud seperti itu.

Contoh dalam kisah “Sepatu dari Meri.” Rena tahu kalau sepatu itu besar sebelah, tadi dia tidak mau bertanya langsung pada Meri, karena tidak enak hati. Jadi Rena menyimpan saja sepatu itu. Meski ada rasa sedikit kecewa di dalam hatinya.
Tapi akhirnya justru Meri bicara. Kalau sepatu itu sepatu kesayangannya. Dan sepatu itu Meri beli dan tidak dipakai, karena Meri salah mengambil sepatu dengan nomor yang berbeda.

Dalam ilmu komunikasi ada standar baku.
Bahwa salah satu tanda komunikasi berhasil adalah, ketika pesan yang disampaikan oleh komunikator (pelempar pesan) diterima dengan baik oleh komunikan (si penerima pesan).
Pesan-pesan sederhana untuk mengajarkan cara berempati yang baik di dalam buku ini, ditulis juga dengan sederhana. Dengan harapan adik-adik yang membacanya akan menjadi mudah terbentuk empatinya, meskipun mereka membaca buku itu sendiri tanpa didampingi orangtua.

Bismillah, Penjaga Bintang dan Domba

bismillah

Buku apa yang saya suka?
Saya tipikal orang yang tidak mudah merubah kesenangan.
Buku-buku yang saya punya, yang saya suka. Dan kesukaan itu tidak bergeser dari kesukaaan mendengar lagu dengan lirik puitis dari Ebiet G Ade, juga kesukaan memmbaca buku-buku Kahlil Gibran.
Maka buku-buku yang paling saya suka adalah buku yang nuansanya tidak bergeser dari arah sana.

Sesungguhnya saya menunggu ketika membaca buku anak.
Saya ingin buku anak yang saya pegang memenuhi keinginan saya. Bahasa-bahasa indah dan puitis. Sebab saya sendiri pun terkurung dengan hanya bisa menulis cerita anak standar anak, tidak boleh terlalu berat, jadi anak yang membacanya akan paham.
Meskipun akhirnya saya berjuang untuk mengangkat ide yang unik agar cerita anak itu berbeda, dan anak bisa belajar dengan memahami sudut pandang yang berbeda.

Ada tiga buku yang akhirnya saya lihat.
Buku dari penerbit Republika ditulis oleh Wikan Satriati dengan ilustrator dari Evelyn Ghozalli
1. Gadis Kecil Penjaga Bintang
2. Melangkah dengan Bismillah
3. Ahmad dan Domba Kecilnya.

Ketiga buku ini ilustrasinya tidak secerah warna buku anak lainnya. Tapi justru saya tertarik di situ. Ada sesuatu yang membuat saya merasa, buku ini beda.
Tanya pada teman yang sudah punya satu buku.
Browsing-browsing. Kebetulan ada teman FB yang berjualan tiga buku ini. Beli ketiga-tiganya. Langsung baca dan selesai ketika saya menunggu siaran di radio Dakta.

Aduh, saya langsung jatuh cinta.
Buku ini agak berat memang untuk anak-anak yang belum terbiasa membaca buku. Untuk orangtua yang biasa langsung membaca tanpa ingin mengetahui maknanya juga akan terasa berat.

Gadis Kecil Penjaga Bintang
Ini adalah buku kumpulan cerita pendek.
Cerita pendeknya istimewa. Karena isi cerita itu berdasarkan ayat Al Quran. Ayatnya ditulis di awal setelah judul. Lalu ceritanya pengembangan tentang ayat tersebut.
Salah satu judulnya adalah Doa untuk Ayah Bunda.
Di situ diceritakan tentang Ailin yang belum tidur.
Doa anak untuk orangtuanya itu diibaratkan seperti bintang yang akan menerangi malam. Semakin banyak anak yang berdoa, semakin teranglah bintang.
Kesadaran untuk berdoa itu datang ketika Ailin diajak jalan berkelana ke ruang angkasa dan menemukan tempat yang usang bernama “Tempat Ayah dan Bunda yang Sudah Usang.”
Lalu Ailin tidak ingin Ayah dan Bunda seperti mainannya yang sudah usang dan tidak terpakai.
Ailin pun berdoa. Agar ada tambahan cahaya bintang di langit.

Ada juga judul “Belajar dari Batu”
Ini tentang sebuah batu yang merasa tidak bermanfaat.
Teman-temannya sudah pergi menjadi pondasi atau bagian dari jalan raya. Tapi batu itu tetap sendiri dan menyesali nasibnya.
Lalu seorang anak yang merasa bodoh karena tidak pernah berhasil di sekolahnya meskipun ia sudah berdoa, suatu hari melewati tempat di mana batu itu berada.
Anak itu duduk di atas batu dan menyentuh permukaan batu yang lembut karena tetesan air telah melubangi permukaan batu yang keras tersebut.
“Tetes air yang sabar bisa melubangi batu yang keras. Bagaimana mungkin tetes ilmu pengetahuan tidak bisa memasuki otak di kepala yang lebih lunak?” halaman 17.
Sejak saat itu si anak terus belajar dan bersabar.

Melangkah dengan Bismillah
Dalam buku ini, kita akan disuguhkan kisah-kisah manis tentang Ayyub dan kesabarannya dalam sakitnya dan banyak ujian kehilangan untuknya. Juga tentang kisah Nabi Muhammad s.a.w dengan pengemis Yahudi yang senang mencaci makinya. Pengemis itu tidak sadar kalau orang yang dicaci maki adalah orang yang selalu menyuapkan makanan ke mulutnya setiap hari.
Di cerita terakhir ada cerita tentang Ladang Kata. Ketika benih disebarkan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahiim. Maka benih itu akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Ahmad dan Domba Kecilnya
Dalam buku ini ada satu cerita tentang Ahmad yang kehilangan dombanya. Tapi ketika disodorkan domba lain, Ahmad menolak karena ibunya mengajarkan kejujuran untuknya. Kejujuran yang akan mendatangkan rezeki lebih besar.
Tapi rezeki untuk si Ahmad yang ia rasakan bukan rezeki dalam bentuk materi, ketika ia bicara jujur pada Kakek bahwa dombanya adalah domba yang kecil. Bukan domba yang bagus dan cantik.
Rezeki itu berupa perasaan lega karena Ahmad tidak berdusta. Dan rasa itu hanya bisa didapat hanya oleh orang-orang yang jujur.
Ada juga kisah penjual kain yang selalu mengatakan bahwa kain yang dijualnya ada cacatnya meskipun kain itu bagus. Ia tidak mau berdusta karena jika ia berdusta maka bisa jadi pembelinya akan menjual kain itu juga dengan berdusta kepada pembeli berikutnya.
Sampai akhirnya keyakinan untuk tidak berdusta itu membuat ia memberanikan diri menjual kain kepada paman dan kemenakan yang perniagaannya selalu laris manis.
Kainnya dibeli dengan harga yang pantas. Dan kejujuran itu membuat si kain jadi alas duduk di atas onta untuk si anak (Nabi Muhammad) sepanjang perjalanannya melakukan perniagaan.

Semua isinya bagus.
Meskipun ada cerita yang terlalu panjang dan agak membosankan ketika dibaca seperti dalam kisah Assalamualaikum. Cerita dimulai di halaman 25 dan berakhir di halaman 43.
Secara keseluruhan saya suka.
Saya belajar banyak.
Dan saya bahagia bisa memiliki buku ini jadi koleksi perpustakaan saya.

Amazing Trip, Ketika Riset Menjadi Sumber Ide

IMG-20160411-WA0000

Apa yang dipahami ketika anak-anak menulis cerita?
Saya sebagai ibu yang anak-anak saya arahkan untuk menulis, menangkap sesuatu yang jelas. Mereka berproses menangkap semua apa yang ada di sekeliling mereka, yang mereka alami, untuk jadi bagian dari ide tulisan mereka.

Amazing Trip dalam buku ini adalah kisah sekawanan sahabat yang berpergian ke Merapi naik jeep. Mereka keliling Merapi melihat banyak hal termasuk bunker.
Nah versi nyata dari kisah ini adalah ketika liburan saya ajak anak saya untuk melihat lokasi Merapi dengan naik jeep.
Pengalaman seru itu rupanya mengendap di benak Bungsu, hingga akhirnya ia tulis.

Cerita kedua tentang kacamta juga seperti itu.
Kisah nyatanya adalah tentang beberapa kacamata milik saya yang sering ia coba. Lalu karena dikelilingi oleh sepupu yang sebagian besar berkacamata, maka Bungsu semakin paham kenapa itu terjadi.
Ditulis jadi ide cerita.

Cerita ketiga Saudara Nakal Karin, ini sih sebenarnya based on true story.
Kenapa? Karena kesal dengan sepupu yang masih kecil, yang waktu itu dititipkan ke rumah. Saya tahu sebalnya karena dia tidak terbiasa dengan anak kecil. Maklum anak bungsu. Jadi tingkah sekecil apapun membuatnya heboh. Apalagi ketika sepupu, yang balita aktif itu, maunya tidur bersama dia.
Jadilah cerita yang membuat saya senyam-senyum sendiri.

Sedang cerita yang keempat, Sahabat Manusia sebenarnya juga hasil bincang-bincang dicampur imajinasi.
Karena pesanan tulisan yang dia terima adalah tentang dunia hantu, dan saya membiarkan dia memilih dengan alasan biarkan ia berproses, maka proses selanjutnya adalah membiarkan idenya berkembang.
Bungsu mencoba menulis apabila ada seorang anak manusia yang bersahabat dengan hantu.
Khas anak-anak ceritanya.

Well,
Insya Allah masih akan ada buku yang lainnya.
So far saya bersyukur bisa mendampingi proses Bungsu berkarya.
Tentunya saya juga harus terus berjuang agar proses itu benar-benar dinikmatinya.
Oh ya, dalam buku ini ada empat cerita.
Jadi Bungsu menulis satu hari satu cerita. Langsung jadi sepulang sekolah.
Jadi, ini buku yang naskahnya dalam empat hari langsung jadi. Amazing, kan?

Jane Eyre, AADC part 3

Jane Eyre

jane

Ada apa dengan cinta?
Sepasang anak manusia, yang satu tampan, yang satu cantik, lalu saling jatuh cinta? Ah itu sudah biasa. Lumrah terjadi. Perasaan teraduk-aduk melihat adegan dalam film seperti itu juga biasa.
Tapi kalau ada kisah cinta yang luar biasa dari seorang anak yang masa kecilnya terlunta-lunta, dengan seorang bangsawan, duda, yang ternyata menyembunyikan istrinya yang sakit jiwa dalam ruangan (kastil) tempatnya tinggal, itu pasti jadi kisah cinta yang luar biasa.

Hiks, saya tidak mudah jatuh hati dengan kisah cinta biasa. Saya jatuh cinta dengan kisah-kisah yang bisa saya pelajari kekuatan cinta itu ada di mana.

Jane Eyre bukan gadis yang cantik. Dia biasa. Dalam buku bahkan digambarkan dia kurus, tidak cantik, dan pucat. Sejak kecil dia seperti itu. Tinggal dengan bibiknya membuat ia terlunta-lunta dan sering disekap di dalam kamar. Karena apa? Salah satu alasan adalah karena Jane bukan gadis kecil yang tidak cantik.

Tidak Cantik tapi Hebat
Cantik itu jadi kriteria media sekarang dan pemancing tontonan kalau di televisi.
Ketika membaca bukunya lalu menonton film di beberapa situs seperti you tube, salah satu karakter film benar-benar tepat menggambarkan Jane Eyre yang tidak cantik, tapi punya prinsip.

Ia dipindahkan oleh bibik dan sepupunya ke asrama. Asrama untuk orang miskin.
Di sana Jane bertemu dengan teman akrab. Helen Burn yang selalu sabar dengan peraturan asrama yang ketat. Helen mengajarkan pada Jane tentang memaafkan dan tidak mendendam.
Sayangnya Helen harus meninggal dalam pelukan Jane, ketika wabah demam tifus melanda asrama tempat Jane bersekolah.

Hidup Jane terus berlanjut.
Jane tumbuh besar dan berusaha melamar menjadi seorang guru di sebuah kastil tempat Mr Rnchester tinggal. Jane diminta mengajar Adele, anak angkat Mr Rochester.
Di sinilah perjalanan hidup Jane yang sebenarnya dimulai. Kepintaran Jane dan keluwesan dalam melakukan semua pekerjaan rumah tangga, membuat Mr Rochester yang digilai banyak wanita jatuh hati.
Perjalanan cinta yang mulus sebenarnya tapi menjadi tidak mulus, ketika setelah melewati masalah berliku, Jane baru paham bahwa Mr Rochester sudah beristri. Dan keluarga istrinya mengamuk pada hari H , Jane Eyre akan menikah.

Meskipun Mr Ronchester menjelaskan awal pernikahannya dengan istrinya yang gila, tapi Jane Eyre mnolak. Si Tuan masih memilik istri dan Jane Eyre tidak mau hubungan itu terganggu karenanya.
Mereka pun berpisah.
Jane Eyre memutuskan pergi ke suatu tempat. Bertemu dengan beberapa orang yang ternyata adalah sepupunya.
Jane Eyre mendapatkan warisan dari kerabat ibunya.
Hanya ketika salah seorang sepupunya yang pendeta ingin menikahinya, Jane Eyre mnolak. Jane Eyre ingin kembali melihat keadaan Mr Rochester.
Di sana didapati kenyataan bahwa rumah besar yang ditempati Mr Ronchester sudah hancur jadi debu. Si Tuan menjadi buta dan istri yang gila meninggal dunia.

Ada banyak cinta, ada banyak lika-liku cinta.
Tapi semuanya akan berakibat manis jika memang menyadari sebuah jalan yang mulus, harus melewati jalan berliku terlebih dahulu.

Jane Eyre buku yang saya sayang-sayang seperti komik Candy Candy.
Sebab di dalamnya saya bukan hanya belajar tentang kisah cinta. Tapi belajar tentang bagaimana hidup harus berjuang dalam hidup, seberat apapun ujian dalam hidup itu.

Memimpin itu Luar Biasa Berat

Buku Jhon

Apa yang dipahami orang tentang seorang pemimpin?
Seorang pemimpin harus sempurna. Tidak boleh melakukan kesalahan. Membiarkan semuanya berjalan lurus saja. Dia yang memimpin, yang lain menjadi bawahan. Dan yang lain itu boleh protes dengan alih untuk perbaikan.

Pemimpin yang baik tidak sekedar memimpin, itu yang ditulis John C Maxwell dalam bukunya How Successful People Lead.
Ada banyak tipe kepemimpinan. Ada beberapa level kepemimpinan. Dan setiap level memberikan warna tersendiri, juga hubungan dengan orang-orang yang dipimpin.
1. Pemimpin level pertama. Pada level ini orang mengikuti karena keharusan. Ketika kita menjabat, bawahan harus mengikuti.

2. Pemimpin Level kedua.Orang lain mengikuti karena ingin. Ingin maju, ingin berkembang. Dan agenda pemimpin di level ini adalah mengenal orang-orang agak lebih tahu cara bekerjasama dengan mereka.

3. Pemimpin Level tiga. Orang lain mengikuti karena sumbangsih kita bagi produktivitas mereka. Begitu mereka melihat hasilnya, maka akan memberikan kepercayaan. Dan tahap ini adalah tahap yang menyenangkan dalam memimpin.

4. Pemimpin Level empat. Adalah pemimpin yang mau meninggalkan kenyamanan demi untuk mengembangkan orang lain. Pemimpin level ini merubah hidup orang yang mereka pimpin untuk menjadi pemimpin juga.

5. Pemimpin Level lima. Orang mengikuti karena jati diri dan nilai-nilai Anda. Pemimpin Level lima ini akan berjuang menjadikan orang lain bukan sekedar pemimpin. Tapi memimpin hinggal level empat.

Apa yang saya pelajari dari ini bukan sekedar teori.
Pemimpin ada banyak ragamnya. Memimpin organisasi atau komunitas sama saja. Semuanya harus berlandaskan pada pengorbanan di awal kali.
Pemimpin harus pakai perasaan tentu saja. Tapi jangan sampai terbawa perasaan. Karena apa? Karena dengan banyak membawa perasaan, sulit untuk maju melangkah. Perasaan akan menempatkan kita selalu merasa bersalah, akan keputusan yang kita buat. Padahal tujuan dari keputusan itu untuk perbaikan yang lebih banyak lagi..

Setelah membaca buku ini berulangkali, saya lebih jeli dalam memahami pemimpin dan kepemimpinan orang lain. Bisa tahu bagaimana menyisihkan perasaan, tanpa harus berhenti total karena perasaan juga.

Sesungguhnya setiap dari kita adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

Khadijah, Ketika Sabar dan Kekuatan Menjadi Satu

Khadijah

Apa yang kita pahami tentang wanita-wanita muslimah? Seorang wanita yang tidak memiliki kekuatan? Terkurung di rumah? Atau tidak berani mengukir masa depan?

Sosok Khadijah bisa menjadi tauladan tentang banyak hal kepada para muslilmah. Bahwa menjadi kuat atau lemah adalah sebuah pilihan, bukan takdir. Ketika memilih kuat untuk berjuang dan memperjuangkan masa depan, bukan hanya untuk diri sendiri, maka tangan Allah juga akan bekerja di sana.

Kita banyak mengenal bahwa Khadijah adalah istri pertama Rasul, yang ketika wahyu pertama turun, Khadijahlah yang memberi kekuatan dengan menghibur dan menyelimuti tubuh suaminya yang menggigil gemetar. Khadijah juga yang mencari tahu ke pamannya Waraqah, seorang pendeta, tentang turunnnya Rasul terakhir.

Seorang wanita yang kuat tidak hadir begitu saja. Kekutan hadir karena proses.
Dalam buku Khadijah yang ditulis oleh Irma Irawati dan Wylvera Windayana yang diterbitkan oleh Penerbit AdiBintang ini, pembaca akan bisa mengetahui apa yang terjadi dengan masa lalu Khadijah.

Dalam buku setebal 163 halaman, cerita dibagi dua. Bagian pertama, dibahas tentang masa kecil Khadijah. Masa kecil yang harus dilewati dengan tujuh orang adiknya, dan menjadikan dirinya seorang pengganti ibu yang wafat, membuat sosok Khadijah menjadi kuat.
Orangtuanya yang sudah berniaga sejak Khadijah kecil, juga membuat Khadijah paham seluk beluk dunia perniagaan.
Khadijah yang akrab dengan pamannya Warawah juga membuat ia bertanya dan percaya pada pamannya tentang tanda-tanda kerasulan yang dialami oleh Muhammad, suaminya.

Bagian kedua tentang masa dewasa Khadijah. Saat menikah dengan Rasul sampai memiliki anak.
Khadijah menikah dua kali lalu akhirnya bertemu dengan Muhammad adalah proses untuk menjadi kuat. Jalan hidup manusia pilihan tidak selalu harus mulus, tapi justru berliku. Karena lika-liku itu yang akan membuatnya paham dan semakin mendekat kepada Pemilik Hidup.

Buku tebal, dan berwarna dengan ilustrasi cantik, membuat anak saya langsung mengambil dan membacanya sampai tuntas. Warna pink untuk tampilan sampul depan yang tidak rumit, membuat buku ini eye catching untuk diambil dari rak buku.
Dan tema tentang Khadijah yang jarang dibahas, membuat buku ini bisa jadi rujukan pelajaran memahami wanita yang dipilih Allah mendampingi Rasul kita.

Kenapa Mesti Takut Setan?

setan siapa takut

Anak-anak sering menonton televisi, sering merasa takut dengan setan. Setan jadi-jadian hasil rekayasa. Ada yang bernama Kuntilanak, Sundelbolong dan lain sebagainya.
Sebagai muslim, kita yang sudah belajar agama pasti paham. Makhluk halus diciptakan Allah untuk mengganggu manusia. Dan mereka tidak akan pernah lelah berusaha, sampai manusia mengikuti jejak keburukan mereka.

Anak-anak kecil sering ditakuti dengan setan, sampai-sampai mereka mendengar nama setan disebut saja jadi tidak berani ke luar rumah?
Wah…, pelajaran seperti itu harus diganti.
Islam mengenal iblis, jin, atau setan.

Setan apa yang sering mengganggu?
Dalam buku Setan Siapa Takut? karya penulis Fadila Hanum, ilustari Jaka Pamungkas terbitan Gema Insani Press ditulis beberapa jenis setan yang sangat mengganggu.
Dari setan yang bernama Ruha, yang mengganggu manusia terutama soal waktu. Setan bernama Ruha ini akan mengikat waktu manusia untuk sulit terbangun di pagi hari dan menunaikan shalat Subuh.
Ada juga jenis setan bernama Khanzab yang kerjanya mengganggu manusia ketika sedang melaksanakan shalat.

Buku 71 halaman ini recommended untuk para orangtua. Bahasanyanya mudah dicerna anak-anak. Mengajarkan anak untuk paham, bahwa setan itu bukan untuk ditakuti tapi untuk dilawan.
Gambar di dalam buku ini full colour dan cukup besar. Sehingga anak-anak yang terbiasa membaca karena daya tarik gambar, akan mudah tertarik untuk melihat-lihat isi di dalamnya.
Andai mereka belum bisa membaca pun, tokoh setan dalam buku itu, akan membuat orangtua lebih enak menuntun anaknya untuk paham.