nurhaya3

Nurhayati Pujiastuti, owner Sanggar Mama Bilqis, Founder Penulis Tangguh, Kelas Merah Jambu dan Kelas Biru. Trainer Menulis.

Jangan Mau Jadi Tong Sampah

Kita mungkin pernah menemui teman yang selalu mengeluh. Teman yang setiap bertemu atau interaksi dengan kita, mengeluarkan segala keluhannya. Keluhan bukan berbagi cerita tentang masalahnya tentu saja. Karena berbagi masalah (curhat) biasanya hanya terjadi beberapa kali. Dan ketika ia mendapat solusi, ia mau dan berusaha keras menjalankan solusi itu....

Belum Tua

Di negeri dongeng, siapakah yang selalu bersemangat melakukan kejahatan meski mereka sudah tua usianya? Nenek sihir jawabannya. Dalam cerita apapun di sebuah negeri dongeng, selalu ada tokoh nenek sihir yang tidak pernah kenal menyerah dengan segala inovasinya untuk melakukan banyak kejahatan. Mulai dari memberi apel beracun pada kisah putri...

Lapar Mata Saat Berbuka

Lapar di saat bulan Ramadhan adalah hal biasa. Menahan lapar dan haus dirasakan setiap muslim pada bulan ini. Yang banyak menjadi masalah ternyata bukan menahan lapar perut, tapi menahan lapar mata. Banyak penjual makanan bertaburan menjelang berbuka dan membuat mata yang lapar akhirnya tergerak untuk membeli. Meskipun belum tentu...

Perpustakaan Berjalan

Di rumah banyak sekali buku dan majalah. Karena saya biasa mengajak anak-anak ke toko buku sebulan sekali . Ketika koleksi itu semakin banyak, rasanya hati jadi miris karena hanya anak-anak yang mendapatkan manfaatnya. Saya pernah beberapa kali menawarkan ke pengurus masjid untuk membuka perpustakaan, dan saya penyumbang bukunya. Tapi...

Selembar Surat dari Hati

Titis menganggukkan kepalanya keras-keras di hadapan Ibu. Tadi ia berbohong lagi pada Ibu. Ini bohong yang kesekian kali yang ia lakukan pada Ibu. “Itu baju temanku, aku pinjam,” ujar Titis kali ini tangannya mengambil kue lumpur buatan Ibu yang ada di atas piring. Titis menggigitnya separuh saja lalu meletakkan...

10 Komik Satu Cinta

Bagian Pertama “Kembalikan buku-buku ini kepada pemiliknya,” ujar Bunda pada Kania di suatu sore sambil menyerahkan setumpuk buku komik. “Kembalikan dan jangan sampai Ayahmu tahu…” Langit sore itu mendung. Tapi itu pasti bukan suatu sebab yang membuat mata Bunda kelihatan sembab. “Ayahmu cemburu untuk suatu sebab yang tidak jelas....

Sayap untuk Fey

“Aku bisa terbang, tahu,” mata Fey yang bulat itu bercahaya. Kedua tangannya mengepak seperti burung yang akan terbang. Jay memandangi. Bayangan bulan jatuh menyentuh pipi Fey yang kurus. “Kamu tahu aku bisa terbang?” Pada bayangan bulan tahun kemarin, Jay menemukan Fey. Tersungkur di bak sampah di pinggir perumahan. Bajunya...

Seratus Surat untuk Bapak

Ini surat keseratus yang Yayi tulis untuk Bapak. Di atas lembaran kertas hvs. Diberi pewangi dari pengharum pakaian yang biasa dipakai Bunda untuk menyetrika. Bertumpuk-tumpuk surat itu. Masing-masing dilipat dengan begitu rapi. Ditulis dengan bahasa yang sangat baik. Lalu dimasukkan ke dalam amplop yang ditaruh di dalam rak buku...

Pensil Terakhir

Pensil itu tinggal satu. Warna pink itu dengan gambar Princess itu juga tinggal satu. Tidak ada yang lain lagi. Dijual di toko dekat sekolah Mareta dan Dinda. Mareta dan Dinda saling berpandangan. “Kamu mau?” tanya Mareta pada Dinda. Mereka sudah menabung selama seminggu dari Senin yang lalu. Harga pensil...

Agar Anak Cinta Menulis

Menulis, dan mengajarkannya bukan sesuatu yang mudah. Semakin tidak mudah, jika yang kita ajari tidak paham dunia itu. Seperti anak-anak tetangga yang orangtuanya pegawai di sebuah instansi, jarang sekali yang paham pekerjaan penulis. Bahkan banyak juga yang tidak paham manfaat menulis itu untuk apa? Untuk mengajarkan menulis pada anak,...