Seri Akhlak for Kids, Semua Berawal dari Mimpi

Mimpi?
Lebih tepatnya harapan. Harapan-harapan yang sering diam-diam saya lontarkan ke langit untuk dijadikan doa.
Ingin punya buku anak? Saya bermimpi dan jungkir balik berlatih. Masih juga berjuang mengirim tulisan ke sana dan ke mari. Ditolak? Kalau dulu sakit hati rasanya bisa sampai sejam. Sekarang hanya sedetik saja. Sekarang bahkan hanya sepersekian detik saja, setelah memahami bahwa itu adalah bagian dari takdir saya.

Impian memiliki buku adalah impian saya. Sejak dulu.
Setelah menulis sekian lama, dan bermimpi sekian lama maka setelah saya menikah baru saya memiliki buku.
Dari tahun 1982 menulis. Ketika SD itu saya sudah terbayang memiliki buku. Tapi baru tahun 2002 saya bisa memiliki buku. Itu artinya 20 tahun saya bermimpi.

Kadang saya berharap setelah kemenangan lomba di sana sini, naskah-naskah itu menjadi sebuah buku. Tapi rupanya itu hanya impian saya saja.
20 tahun terus bermimpi, berjuang, berusaha, lalu segalanya cring. Kerja keras saya terbayar. Telur saya pecah. Dan biasanya kalau sudah pecah satu akan mudah memecahkan yang lain.
Cring cring cring, maka bermuncullah buku-buku saya. Buku-buku solo. Jumlahnya lebih banyak dari angka pernikahan saya yang belum sampai 20 tahun. Jumlahnya hampir menyamai usia saya. Bahkan jauh melampaui usia saya, jika antologi juga saya hitung sebagai buku.

Satu buku diikuti buku yang lain.
Satu pesanan penerbit diikuti pesanan penerbit yang lain. Rahasianya apa?
Saya tidak punya rahasia.
Semua harapan saya jadikan doa. Saya lemparkan di sepertiga malam. Saya bisikkan di waktu-waktu mustajab untuk berdoa, seperti di antara azan dan shalat. Ketika tahiyat terakhir sebelum salam.
Kadang ketika melihat postingan seorang teman, saya pejamkan mata dan berdoa. Saya ingin seperti itu.

Sepuluh buku Akhlak prosesnya cepat sekali.
Menerima job sebelum Ramadhan. Saya kerjakan sepanjang Ramadhan bersamaan dengan buku lain pesanan penerbit lain.
Saya model serius dalam mengerjakan sesuatu.
Tidak boleh terganggu.
Bantuan agar waktu bisa dilipat mudah. Awali hari dengan tahajud dan membaca Al Qur’an satu juz. Maka semuanya jadi mudah. Bahkan apa yang saya yakin tidak bisa kita kerjakan, ternyata sanggup saya kerjakan.
Misalnya?
Misalnya sambil mengajar kelas menulis di komputer di ruang kerja saya di bawah, saya bisa mencuci pakaian di lantai atas rumah saya.
Sambil mengaji bersama teman, saya bisa mengajari anak tetangga belajar membuat cerita.

Tidak ada mimpi yang tidak bisa diraih.
Untuk saya yang paling penting, fokus mendekat pada Allah. Biarkan nama kita terkenal di langit. Jangan fokus terkenal di bumi, dan menghabiskan waktu di sosial media, sedang menyentuh kalam Allah juga tidak sempat. Fokus lakukan apa yang dianggap baik oleh Allah.
Maka segalanya akan dimudahkan untuk kita.
Sama seperti buku ini.

Buku ini berisi cerita yang diangkat dari hadist Bukhari Muslim tentang akhlak Rasulullah. Saya racik sedemikian rupa, agar pesannya tidak membebani anak. Seperti biasa, saya selalu membungkus pesan dengan sederhana. Karena saya memang tidak bisa berpikir rumit.
Ada cerita, ada hadist dan ada rujukan kisah. Komplit semuanya ada di dalam buku ini.

Masih hangat.
Buku ini, yuk, dicari di toko buku.

Julaibib, Tersisih tapi Dicintai Rasulullah

Salah satu kisah sahabat Rasululllah yang juga sering saya ulang-ulang ke anak-anak adalah kisah tentang Julaibib. Memahami kisah Julaibib, akan membuat anak-anak mengerti. Bahwa untuk menjadi manusia yang bermanfaat, tidak perlu memiliki kedudukan terlebih dahulu, atau terpandang terlebih dahulu. Yang penting ada iman dan takwa di dada.

Julaibib adalah sahabat Rasulullah yang jarang disebutkan namanya. Julaibib ini adalah sebuah sebutan. Mungkin sebutan untuk menunjukkan ciri fisiknya dan kedudukannya yang rendah di kalangan manusia.
Julaibib hadir ke dunia ini, tanpa mengetahui siapa orangtuanya. Orang-orang di sekelilingnya juga tidak terlalu memperhatikan siapa orangtuanya Jualibib. Mereka tidak mau tahu tentang Julaibib.

Julaibib ini seorang lelaki yang benar-benar tersisih. Wajahnya tidak tampan bahkan cenderung buruk rupa. Dia pendek juga bungkuk. Hitam kulitnya dan fakir tak berharta. Kain yang dipakainya usang. Pakaiannya juga lusuh. Kakinya juga tidak menggunakan alas kaki sehingga pecah-pecah.
Julaibib tidak memiliki tempat tinggal untuk berteduh. Tidurnya juga di sembarang tempat dengan berbantalkan tangan. Kasurnya pasir dan kerikil. Jika ingin minum, Julaibib minum dari air kolam yang diciduk dengan telapak tangannya.
Seorang pemimpin Bani Aslam bahkan berkata,” Jnagan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian. Demi Allah, jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”

Allah menurunkan rahmat-NYA pada Julaibib. Julaibib menerima hidayah dan selalu berada di barisan terdepan ketika shalat maupun jihad. Meskipun tetap saja ia tidak diperhatikan oleh yang lain.
Suatu hari Rasulullah bertanya pada Julaibib dengan lembut. “Tidakkah engkau ingin menikah?”
Julaibib menjawab,”Siapakah orangnya, ya Rasulullah, yang mau menikahkan putrinya dengan diriku?”
Julaibib tidak marah dengan takdir Allah padanya. Julaibib ikhlas bila tidak ada seorang pun yang mau menikah dengannya.

Rasulullah mengulang pertanyaan itu sampai tiga kali pertemuan dengan Julaibib.
Di hari ketiga Rasulullah menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke rumah salah satu pemimpin Anshar.
“Aku ingin menikahi putri kalian,” begitu kata Rasulullah.

Yang mendengar kalimat dari Rasulullah itu merasa senang hatinya. Karena dipikirnya, Rasulullah akan melamar putrinya.
“Tapi bukan untukku,” kata Rasulullah. “Kupinang putri kalian untuk Julaibib.”
Mendengar kalimat tersebut ayah si gadis terperanjat.
Orangtua si gadis merasa tidak bisa menerima Julaibib sebagai calon menantu mereka. Apalagi melihat fisik Julaibib, dan dia juga tidak memiliki kedudukan apalagi harta.
Tapi si anak gadis yang di dadanya sudah dipenuhi iman bertanya kepada orangtunya. Siapakah yang meminta meminang itu? Ketika dijawab yang meminta adalah Rasulullah, si anak gadis berkata. “Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, karena Rasulullah-lah yang meminta maka permintaan itu tidak akan membawa pada kehancuran dan kerugian.”
Si anak gadis lalu membacakan Al Qur’an surah Al Ahzab ayat 36 tentang kewajiban taat pada perintah Allah dan Rasul-NYA.

Julaibib lelaki yang menikah dengan wanita cantik yang menurut Anas ibn Malik seluruh wanita Madinah tidak ada yang melampaui sedekahnya. Tapi pernikahan itu tidak lama. Julaibib syahid. Mungkin Allah memang sudah menyediakan bidadari di surga untuk Julaibib.

Saat itu ketika Julaibib syahid, Rasulullah merasa kehilangan. Di akhir pertempuran, Rasulullah bertanya pada para sahabat. “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
“Tidak, ya, Rasulullah,” serempak para sahabat menjawab.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?” Rasulullah bertanya lagi kali ini dengan wajah memerah.
“Tidak, ya, Rasulullah,” serempak lagi para sahabat menjawab. Salah seorang menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan.

Rasulullah menghela nafas dan berkata,”Tapi aku kehilangan Julaibib.”
Para sahabat baru tersadar.
“Carilah Julaibib,” perintah Rasulullah.

Julaibib dicari. Dia ditemukan terbunuh dengan luka-luka yang semua lukanya dari arah muka. Di seputaran tempat Julaibib terbunuh ada tujuh jasad musuh yang terbunuh.
Rasulullah mengurus jenazah Julaibib dengan tangannya. Dan menshalatkannya. Beliau bahkan turun ke liang lahat untuk memasukkan jasad Julaibib.
Kalimat Rasulullah ketika menurunkan jenazah Julaibib membuat semua yang mendengarnya terharu. Rasulullah berkata,” Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Dari kisah Julaibib ini saya belajar dan berharap anak-anak juga belajar. Untuk tidak pernah mengecilkan orang lain. Apalagi hanya karena mengukur dari kepemilikan harta benda.

Sumber : ditulis ulang dengan bahasa sendiri dari buku Lapis-Lapis Keberkahan ustadz Salim A Fillah.

Sa’d ibn Malik Abi Waqqash Az Zuhri

Salah satu sahabat Rasulullah dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga, yang kisahnya selalu saya ceritakan berulang kali pada anak-anak adalah kisah Sa’d bin Abi Waqqash (begitu beliau biasa disebut). Sa’d ini masih kerabat Rasulullah dari pihak ibu.

Sa’d ini mendapat keistimewaan dari Rasulullah dengan didoakan “Ya Allah tepatkanlah bidikannya dan kabulkan doa-doanya.”

Sa’d ini juga adalah sahabat yang ketika mendengar Rasulullah bergumam ,”semoga malam ini ada lelaki shalih yang bersedia menjaga kami.” Maka Sa’d langsung bersiaga dan berkata,” tenanglah, ya, Rasulullah. Sa’d bersiaga di sini.”
Sa’d meronda dan selalu menyiapkan air dalam bejana untuk wudlu Rasulullah. Sa’d juga selalu bergegas ketka Rasulullah membuka pintu tenda di pertengahan malam.
Sa’d ini mendapat julukan sebagai Singa yang menyembunyikan kukunya.. Julukan itu didapat dari Abdurrahman ibn ‘Auf ketika ditanya oleh khalifah Umar, siapa orang yang tepat untuk memimpin pasukan ke Persia. Umar sendiri memuji Sa’d dengan orang yang amanah.

Yang paling terkenal dari Sa’d adalah doanya yang selalu dikabulkan Allah.

Pernah seorang wanita bersengketa dalam masalah tanah dengan Sa’d ibn Abi Waqqash. Wanita itu memang curang dan berkhianat. Sa’d berdoa pada saat itu. “Ya Rabbi, jika dia benar maka ridhailah dia, berkahilan hartanya dan ampunilah aku. Tapi jika dia curang dan khianat, maka binasakanlah dia dan musnahkanlah milik-miliknya.”
Beberapa hari kemudian ternyata wanita itu terperosok ke dalam sebuah lubang di tanah dan seekor ular mematuknya.
Dalam keadaan sekarat, wanita itu berteriak,” Celakah aku, aku terkena bala’ karena doa Sa’d bin Abi Waqqash!”

Ada peristiwa lainnya lagi.

Suatu hari Umar mengunjungi Sa’d untuk memeriksa pekerjaannya sebagai seorang gubernur. Umar bertanya apakah ada dari rakatnya yang mengeluhkan Sa’d? Seorang lelaki lalu berdiri dan bicara dengan lantang. Katanya Sa’d menutup pintu rumahnya dari mendengar keluhan rakyatnya. Sa’d juga tidak adil dalam memutuskan perkara dan tidak adil dalam membagi. Sa’d tidak mau berjalan dengan tentara dan Sa’d mengimami shalat dengan bacaan yang panjang, sehingga rakyatnya kepayahan.

Sa’d yang mendengar langsung menjadi sedih. Lalu dia berdoa ,” Jika dia ini menasehatiku sebagai saudaranya dengan ketulusan dan maksud baik untuk meluruskanku, maka muliakanlah dia dalam kehidupan dan setelah kematiannya. Tapi jika dia berdusta, dengki, riya’ dan hanya ingin dikenal orang, maka sempitkanlah hidupnya, panjangkan umurnya dan masyurkan kehinaannya .”

Suatu hari yang merawikan kisah itu bertemu dengan lelaki tua peminta-minta di Kufah yang ke sana ke mari menggoda gadis-gadis muda. Lalu perawi kisah itu bertanya, siapakah lelaki tua itu? Si lelaki menjawab bahwa “Aku adalah orang yang terkena bala’ dari doa Sa’d ibn Abi Waqqash.”

Sa’d memang terkenal doanya mustajab. Karena memang beliau meminta pada Rasulullah agar doanya selalu dikabulkan oleh Allah. Dan Rasulullah meminta agar Sa’d jika ingin doanya dikabulkan, harus memperbaiki apa yang dimakannya. Alias tidak mengandung barang halal dan tidak jelas kehalalannya.
Tapi sebagai pemimpin kelebihan Sa’d ini bisa jadi kelemahannya. Sa’d menjadi mudah tersinggung ketika berhubungan dengan rakyatnya dan tidak mudah berlapang dada ketika ada yang pendapatnya berbeda darinya. Rakyatnya jadi takut untuk menyampaikan keluhan mereka, karena takut akan doa Sa’d yang akan langsung dikabulkan Allah.
Padahal pada saat itu Sa’d memerintah sebagai gubernuh Kufah yang rakyatnya terkenal paling relwel dan paling menjengkelkan di seluruh wilayah kaum Muslimin.

Umar lalu mengambil keputusan untuk memberhentikan Sa’d dan menggantikannya dengan orang lain. Tapi bukan berarti hubungan antara Sa’d dan Umar memburuk. Karena ketika khalifah Umar akan meninggal, ia menyampaikan wasiat agar jika nanti Sa’d yang terpilih, maka itu adalah hal yang baik. Karena Umar dulu memecatnya bukan karena kesalahan atau pun karena Sa’d memiliki sifat khianat.

Sumber : Disarikan dari buku “Dalam Dekapan Ukhuwah” dan “Lapis-Lapis Keberkahan” karya ustadz Salim A Fillah

Yuk Belajar Menulis Pictorial Book

.

Membuat pictbook? Susah atau mudah, ya?
Untuk saya yang awalnya sangat mencintai kata-kata, menulis buku bergambar itu susah. Apalagi dulu saya memang tidak membiasakan anak membaca buku dengan banyak gambar. Alasan saya biar mereka bisa bebas berimajinasi tanpa harus tersekat gambar.
Ops, tapi itu karena saya punya suami ilustrator juga. Buku-buku di rumah berupa buku design dengan gambar menarik banyak. Dan anak-anak terbiasa juga. Jadi ketika ada satu di buku yang untuk saya susah menjelaskan lewat kata-kata, saya bisa bertanya langsung pada suami dan meminta beliau menggambarkan untuk saya.

Menulis pictbook?
Menulis buku dipenuhi gambar itu, harus mau berbagi dengan ilustrator. Jadi kalimat hanya sedikit. Tugas penulis memberi gambaran ilustrasi pada ilustrator. Sehingga ilustrator mudah membuat karakter tokohnya sesuai panduan dari penulis.

Dalam naskah buku pictbook harus ada halaman, lalu teks dan terahir adalah panduan ilustrasi.
Buatlah dalam bentuk tabel.

Di bagian atas tabel tulis :
Hal, lalu teks di bagian tengah, selanjutnya bagian ilustrasi.

Lalu setelah itu mulai tulis dalam tabel :

Seperti :
Halaman satu. Cover buku. Pada panduan ilustrasi tulis seperti apa ilustrasi cover yang kita inginkan.,

Hal Teks Cover
________________________

Pada hal 2. Mulai untuk membuat teks. Dan bayangkan ilustrasi yang kita inginkan.
Misalnya pada halaman 2, saya menulis.
Horee, sekolah sudah selesai (teks)
Momo dan teman-teman binatang lain ke luar kelas, ada jerapah, kelinci (ilustrasi)

Bayangkan semuanya dalam bentuk tabel, ya.
Maaf agak susah membuat tabel di sini.
Gunakan words dan insert tabel.

Hal 3
Aku pulang dulu (teks).
Kelinci melambaikan tangan pada Momo, dan teman-teman Momo ke luar kelas berlari
menuju Ibu mereka yang menjemput di luar kelas (ilustrasi).

Untuk kalimat percakapan, dalam pict book tidak perlu menggunakan tanda kutip (“).

Begitu kira-kira sedikit contohnya yang saya ambil dari buku “Kring Kring”.
Untuk pict book seperti yang saya pelajari di Room to Read, ada naskah untuk level pemula, menengah dan lanjut.
Perbedaannya ada di mana?
Perbedaannya adalah pada minimnya kalimat.
Level pemula ditujukan untuk pembaca pemula. Bisa anak-anak usia PAUD. Atau bisa juga orang dewasa tapi yang belum pernah bersentuhan dengan buku sebelumnya. Tentu saja pada level ini fokus pada ilustrasi. Jadi kalimat sedikit. Porsi terbanyak ada pada ilustrator.
Untuk level menengah kalimat sudah bisa lebih banyak.
Dan level lanjut, rangkaian kalimat sudah lebih banyak lagi dan bisa memasukkan kalimat yang lebih sulit.

Karakter panduan untuk tokoh yang penulis tulis harus jelas, ya. Termasuk karakter berupa fisik. Misalnya bentuk tubuh, ekspresi wajah, warna kulit dan lain sebagainya.
Sedang karakter internal, berupa perasaan, sifat, hobi dan lainnya.
Dengan menuliskan karakter itu lebih detail, ilustrator akan mudah menggambar sesuai inginnya penulis akan tokoh yang ada dalam benak penulis.

Halaman untuk buku pemula terdiri dari 24 halaman.
Halaman pertama ditujukan untuk cover.
Halaman selanjutnya dibuat seusai rangkaian cerita yang ada.
Usahakan ada satu halaman yang dijadikan satu sebagai titik sentral.
Misalnya 8-9, satu adegan tapi dibuat memenuhi dua halaman.

Ada kunci penting lagi.
Pada halaman ganjil, usahakan cerita itu membuat anak penasaran. Sehingga mereka akan bersemangat untuk membuka halaman dibaliknya.

Kelas Menulis Online. Enaknya di Mana?

Kelas menulis? Biasanya banyak yang mendaftar kelas menulis pertemuan langsung. Tapi saya memilih lebih banyak membuka kelas menulis online. Alasannya kenapa? Alasannya adalah karena dengan kelas menulis online, jarak bisa dilipat dan waktu bisa disiati.

Kelas menulis online antara guru dan murid bertemu secara online. Biaya ditransfer lebih dahulu, barulah kelas dimulai. Itu peraturan dari saya. Lalu tentukan waktunya, kapan bisa mulai belajar. Daan buat saya yang penting keseriusan dalam belajar, karena saya akan serius juga dalam mengajar.

Kelas menulis online bisa setiap hari, bisa dua hari sekali dan bisa hanya week end saja. Saya tidak mengajarkan materi tapi langsung praktik.

Kelas-kelas menulis online kerap disepelekan oleh orang lain. Karena beranggapan bahwa yang disampaikan asal saja. Tentu saya tidak sepaham dengan hal itu.
Mereka yang mengeluarkan biaya jangan mau menerima ala kadarnya saja dari saya.
Beberapa kelas menulis online sudah menghasilkan murid-murid yang karyanya ada di mana-mana.
Penulis Tangguh
Merah Jambu
Kelas Biru

Sama seperti kelas-kelas di dunia nyata, maka yang akan berhasil adalah yang bersungguh-sungguh belajar. Tidak bersungguh-sungguh, maaf saya tidak berjanji akan bisa membimbingnya secara optimal.

Enaknya kelas menulis online ada di mana?
Dari sisi ekonomi, pengajar dan murid tidak menghabiskan waktu untuk transportasi. Cukup sediakan komputer atau gadget. Maka pelajaran bisa dilakukan.
Dari segi waktu. Murid bisa memilih waktu sesuai keinginan mereka. Boleh malam asal tidak terlalu malam, sebab masuk jam sembilan saya sudah harus tidur.
Di samping itu tentu saja, baik murid dan guru tidak fokus memperhatikan penampilan. Karena kita tidak terhubung dengan video call. Jadi hanya chatingan saja.
Daaan, ini biasanya terjadi pada murid-murid SD. Mereka kalau sudah capek atau ngantuk akan bilang ke gurunya, tanpa malu atau takut diprotes teman.

Apa yang Dilakukan Penulis tanpa Sosial Media?

Penulis tanpa sosial media? Terbayangkan di zaman tekhnologi seperti sekarang ini. Ketika semua orang sibuk berselancar di media sosial?
Penulis bisa melakukan banyak hal di sosial media. Cari teman sesama penulis, membuka kelas menulis, ngobrol, kumpul-kumpul dan lain sebagainya.
Editor penerbitan juga banyak yang mencari penulis di sosial media. Ketika ada penulis yang aktif, maka mereka menghubungi dan meminta naskah dari penulis itu.
Editor senang, penulis juga senang. Meskipun untuk laris atau tidaknya lagi-lagi juga tergantung campur tangan Pemilik Rezeki.

Sosial Media Sekarang Berbeda

Tujuh tahun yang lalu saya membuat sosial media. Terkaget-kaget juga ketika melihat ternyata banyak yang mengenali nama saya. Dan itu tentunya berimbas pada kenaikan kepercayaan diri. Bahwa apa yang saya tulis tidak sia-sia. Tapi tahun berganti tahun. Yang terjadi tujuh tahun lalu, tidak terjadi lagi pada saat sekarang ini.

Ada banyak sekali sosial media. Semuanya terhubung satu dengan yang lain. Kadang apa yang dishare di IG, dishare lagi di FB. Padahal lingkup pertemanan masih sama, bukan orang yang berbeda.
Tujuh tahun lalu sosial media fokus untuk menjalin pertemanan. tapi sekarang berbeda. Entah kenapa ketika membuka akun sosial media saya seperti berada pada sebuah pasar dengan suara berisik. Dan ketika ada orang yang protes, semua menyerbu si tukang protes.
Suasana jadi terasa panas. Dan setiap orang jadi merasa aku berhak tersinggung, dong. Aku berhak marah. Aura kemarahan seperti itu menular.

Ini yang Bisa Kita Lakukan tanpa Sosial Media

Saya tipikal yang tidak bisa jalan di tempat. Lima tahun di tempat yang sama akan membuat saya bosan. Karena itu dulu saya selalu mencanangkan perubahan besar setiap lima tahun sekali.
Karena itu sebelum masuk lima tahun, saya coba merancang banyak hal. Sering sekali menonaktifkan akun sosial media, untuk bisa melihat apa yang bisa saya lakukan.

Dan ternyata yang saya bisa lakukan banyak sekali.
Saya bisa belajar fotography. Saya bisa belajar bikin video. Saya bisa belajar banyak hal lainnya. Dan semua itu menyenangkan untuk saya.

Terus apa yang harus dilakukan penulis untuk promo bukunya biar laris?
Yang pertama, perbanyak pertemuan dengan Allah, Maha Pemberi Rezeki. Percaya saja, setelah kerja keras, lalu kamu mudah berbagi pada orang lain, maka rezekimu tidak akan pernah tertukar. Berdoa saja agar minta bukumu laris manis.
Yang kedua, terus menulis. Blog di beberapa web juga bisa.
Yang ketiga, sekarang mudah sekali untuk membuka channel di youtube. Manfaatkan saja itu untuk menambah kreativitas. Percaya deh, hidup rasanya menjadi segar karena terus bergerak dan bergerak.

Kirim Naskahmu Ke Penerbit Grasindo

Tertarik Menjadi Penulis?
Jangan ragu untuk mengirimkan naskah Anda ke Grasindo. Jika Anda memiliki keahlian atau cerita untuk dibagikan kepada pembaca, kenapa tidak mencoba? Siapa tahu Anda adalah calon penulis besar.
Berikut adalah 3 kategori naskah yang bisa Anda coba.

Fiksi: (Fiksi Anak, Novel Remaja, Novel Dewasa, K-fiction (fiksi bernuansa Korea) dan J-Fiction(fiksi bernuansa Jepang)
Non Fiksi: (Pengembangan Diri, Psikologi, Parenting, Kumpulan Soal Psikotes, Bisnis & Ekonomi, Buku Panduan (How to), Hobi (misal.: traveling, fotografi), Pengetahuan Populer, dan Entertainment.)
Buku Referensi: (Kumpulan Soal, Buku Pengayaan {TK – Perguruan Tinggi}, Buku Sekolah Berbasis Kurikulum {TK – Perguruan Tinggi}, Buku Referensi Pendidikan.)

Prosedur Pengajuan Naskah
Syarat umum pengiriman naskah:

Diketik rapi menggunakan font Times New Roman (atau yang sejenis) dengan ukuran font 12 pt., dengan jarak 1,5 spasi.
Panjang halaman 100 – 150 halaman A4.
Kirimkan melalui email dengan alamat: redaksi@grasindo.id , dan bubuhkan kategori naskah Anda di kolom subject (FIKSI, NON-FIKSI, atau BUKU SEKOLAH) – JUDUL NASKAH

Setiap pengiriman naskah, wajib disertai dengan lampiran berupa data-data berikut ini.
1. Sinopsis
Tulisan singkat (tidak lebih dari 2 halaman) yang merangkum keseluruhan isi naskah Anda. Pastikan, kami bisa menangkap garis besar isi naskah Anda dengan membaca tulisan tersebut.
2. Proposal
Tulisan singkat (tidak lebih dari 2 halaman) yang menjelaskan mengapa naskah Anda layak untuk kami terbitkan.
3. Data Diri
Tulisan singkat tentang identitas Anda, berikut latar belakang dan kompetensi Anda. Anda bisa juga melengkapi dengan data-data lain yang mendukung, seperti keanggotaan pada organisasi tertentu, keterlibatan dalam program tertentu, dan lain sebagainya.

Cara Mengirim Naskah Melalui Website
Anda tidak perlu repot mengirimkan naskah Anda melalui pos, sebab Anda bisa melakukannya dengan 1 kali klik melalui website ini. Bagaimana cara mengirimkan naskah melalui website?
Pastikan Anda sudah mempersiapkan semua file, yang meliputi: (1) naskah, (2) sinopsis, (3) proposal, dan (4) data diri.
Masukkan keempat file tersebut dalam 1 folder.
Compress folder tersebut menjadi file .rar (pastikan di komputer Anda terdapat program winrar atau winzip). Caranya: (1) klik kanan folder tersebut, (2) pilih Add to archive… (3) beri nama.
Kini folder Anda sudah menjadi 1 file dalam format .rar
Klik KIRIM NASKAH, dan ikuti instruksi yang muncul.
Penerbit tidak mengirim notifikasi atau pemberitahuan atas pengiriman naskah.
Naskah Anda akan direview oleh editor kami. Dalam proses selambat-lambatnya 2 bulan, dengan kemungkinan sebagai berikut.
Jika naskah Anda lolos seleksi maka Anda editor kami akan menghubungi Anda.
Jika setelah 2 bulan tidak ada tanggapan, berarti naskah Anda tidak lolos seleksi dan Anda berhak mengirimkan naskah tersebut ke penerbit lain. Terhadap naskah yang tidak lolos, kami akan menghapus semua data yang telah Anda kirim.
Selain cara di atas, Anda tetap bisa mengirimkan naskah secara pos melalui alamat redaksi Grasindo yang tertera di website ini. Tetapi lebih di utamakan pengiriman melalui e-mail/soft copy.

Info lebih lanjut bisa cek di sini

Yuk Kirim Naskah Novelmu ke Gagas Media

Sebelum menulis harus banyak membaca. Setelah memiliki banyak referensi bacaan, banyak pengalaman, kamu bisa menulis. Tentunya menulis akan lebih asyik, jika kamu punya bayangan ke mana seharusnya mengirimkan tulisan kamu.
Salah satu penerbit yang bisa kamu kirimi naskah adalah Gagas Media.

Yuk cek syarat lengkapnya.

Berikut adalah dua kategori naskah yang bisa kamu kirimkan.

1. Fiksi

“GAGASMEDIA TERBUKA UNTUK BANYAK GENRE FIKSI.”

Seperti yang kita semua tahu, industri perbukuan sangat dinamis—selalu ada hal baru setiap tahunnya. Kami menantikan naskah-naskah yang punya potensi untuk dinikmati target pembaca GagasMedia: remaja dan dewasa muda.

Kalau kamu punya naskah seperti yang kami maksud, tim redaksi akan dengan senang hati mempelajari naskah kamu, yang tentunya sudah memenuhi syarat-syarat berikut:

Bukan naskah fantasi dan bukan kumpulan cerpen/puisi.
Panjang naskah 75-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Ingat lho, naskah yang sudah kamu kirim itu adalah naskah utuh (artinya: bukan naskah yang setengah selesai atau malah hanya beberapa bab saja)
Kirimkan dalam bentuk print out (yang sudah dijilid rapi tentunya), sertakan sinopsis lengkap novelmu (lihat contoh How To Write Book Synopsis), plus form pengiriman naskah (lihat contoh cara pengisian) ke:
REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
(KODE NASKAH: FIKSI UMUM—tulis di amplop naskahmu)
Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan 3-4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.
Atau punya naskah yang genrenya lebih spesifik? Coba cari tahu lebih lanjut genre-genre yang dimaksud di sini:
1. ROMANCE

– DOMESTIC DRAMA
– MAINSTREAM ROMANCE
– BABY LOVE

2. YOUNG ADULTS (REMAJA)

– CAMPUS DRAMA
– REALISTIC FICTION
– TEEN ROMANCE

DOMESTIC DRAMA
Mengungkap kehidupan rumah tangga, terutama bagi yang baru mulai berumahtangga, memang memiliki keunikan tersendiri. Saat ini, tidak jarang penulis yang membuat novel dengan latar belakang keluarga. Kamu juga bisa menulis kehidupan seperti itu.

MAINSTREAM ROMANCE
Mainstream Romance merupakan kategori novel romance yang tokoh utama wanitanya sudah di-set sejak awal untuk berjodoh dengan tokoh utama laki-lakinya.

BABY LOVE

Romance adalah genre yang dinamis dan salah satu buktinya adalah kelahiran genre Baby Love ini. Tokoh utama perempuan adalah single mother, sedangkan tokoh laki-lakinya kelak akan menerima keadaan si tokoh perempuan dan juga anaknya—sebaliknya juga bisa.

CAMPUS DRAMA

Pembaca akan dibawa ke kehidupan mahasiswa dengan segala masalah yang kelak akan dihadapinya. Di antara SKS, jadwal kelas kuliah, skripsi, interaksi dengan dosen dan staf kampus, KRS, ujian, kuliah semester pendek, asrama/rumah kost, si tokoh utama mendapatkan pelajaran yang tidak ditemukannya di SMU: belajar mandiri, persahabatan, pahit manis hidup jauh dari orangtua—dan kalau beruntung… cinta.

REALISTIC FICTION

Novel remaja nggak melulu menyoal percintaan. Mereka juga ingin dilibatkan dalam permasalahan dalam keluarga, menyelesaikan sendiri persoalan pribadinya, dan belajar dari kesalahan yang mereka buat di hari-hari lalu. Kalau kamu merasa bisa menyajikan novel yang memperlihatkan kehidupan realistis remaja yang sebenarnya, mungkin ini adalah genre yang kamu cari.

TEEN ROMANCE

Teen Romance merupakan kategori novel romantis yang ceritanya ringan. Seperti halnya kisah cinta masa remaja kebanyakan.

******

2. Non Fiksi

Syarat umum:

Panjang naskah 70-150 halaman A4, spasi 1, Times News Roman 12. Kirimkan dalam bentuk print out (dijilid rapi) ke:

REDAKSI GAGASMEDIA
Jl. Haji Montong No. 57, Ciganjur
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

Atau, kirimkan proposal naskah via e-mail ke redaksi@gagasmedia.net. Bila naskahmu menarik, redaksi akan menghubungimu untuk pembahasan lebih lanjut.
Setiap naskah akan diproses langsung oleh redaksi. Waktu yang diperlukan sekitar 4 bulan, mengingat banyaknya naskah masuk setiap harinya. Harap maklum ya.

Kategori nonfiksi yang dicari:

Pengembangan diri (self improvement)
How to
Memoar-inspiratif
Lifestyle
Traveling
Pengetahuan populer
Nah, jika kamu sudah menentukan kategori naskah yang akan dikirimkan, jangan lupa untuk menyertakan pula form pengiriman naskah yang bisa kamu download di sini!

Info lebih lengkap bisa di cek dan klik di sini

Calon Penulis Keren, Najila Zahira Raihana

Salah satu murid kelas menulis online adalah Najila. Najila ini sudah dua kali ikut kelas menulis. Pertama, Najila ikut kelas menulis cerita anak. Yang kedua, Najila ikut kelas menulis novel.
Yuk, kenalan lebih dekat dengan Najila.

Nama lengkapnya, Najila Zahira Raihana. Teman-teman bisa memanggilnya dengan panggilan Najila saja. Najila lahir pada tanggal 15 Agustus 2007. Najila ini sekaragn kelas 5 SD di sebuah SDN di Rawamangun. Najila anak pertama dari dua bersaudara.

Najila punya banyak hobi. Diantaranya menggambar, bikin komik, berenang, jalan-jalan, menulis, main game, nonton, lari, dan kadang-kadang memasak. Cita-cita NBajila menjadi penulis, komikus, desain grafis, ilustrator, dan atlet (kalau bisa).
Najila juga punya blog yaitu : odetyorin.blogspot.co.id..

Kemarin Najila ikut kelas novel dan menulis novel fantasi. Novelnya mengalir lancar. Dan yang membacanya jadi terhibur karena fantasi yang Najila tuliskan. Semoga novel itu bisa terbit setelah Najila kirim ke penerbit.

Kemarin, di acara Konferensi Penulis Cilik Indonesia atau biasa dikenal dengan sebutan KPCI, Najila terpilih diantara ratusan pengirim naskah loh. Najila terpilih untuk delegasi yang mewakili Jakarta, dan masuk kategori penulis pemula.

Meskipun Najila tidak memang untuk lomba final, tapi terpilih menjadi peserta KPCI itu artinya sudah menjadi pemenang. Iya pemenang mengalahkan ratusan anak dari seluruh Indonesia yang mengirim naskah. In syaa Allah, Najila masih punya kesempatan ikut di tahun depan. Semoga pada tahun depan, Najila bisa menang.

Kita doakan saja semoga Najila semakin hebat dan tidak lelah berkarya.

Wahai Perempuan, Perhatikan Mandimu

Dari kajian Ustadzah Umi Yunengsih

Mandi bukan sekedar membasahi tubuh. Di dalam agama Islam banyak catatan yang harus dilakukan ketika mandi, terutama ketika melakukan mandi yang biasa dinamakan dengan mandi janabat alias mandi wajib.

Mandi memiliki dua syarat ;
1. Niat
2. Mengalirkan air ke seluruh tubuh.

Sedangkan hukum mandi wajib sendiri ada dua, yaitu ;
1. hukumnya wajib jika tidak dilakukan berdosa. Jika dilakukan mendapat pahala.
2. Hukumnya sunnah jika tidak dilakukan tidak mengapa, tapi jika dilakukan mendapat pahala

Mandi menjadi wajib hukummnya apabila ;

1. Apabila ke luar mani (mani laki-laki itu kental dan putih, sedang mani perempuan encer dan kekuningan).
Yang ke luar dari fajri (alat kelamin perempuan) adalah ;
a. kencing, hukumnyanajis. Wajib wudlu jika ingin shalat.
b. wadi, kental ke luar biasanya mengiringi kencing. Hukumnya najis. Wajib wudlu jika ingin shalat.
c. Haid, hukumnya najis. Bila pakaian terkena haid, cuci dan kucek hingga nodanya menghilang dan hilang
najisnya.
d. Darah istiadhah, hukumnya suci, boleh tetap shalat. Karena ini adalah darah penyakit. Ke luarnya di luar
kebiasaan haid. Misalnya bagi yang biasa haid 7 hari, maka jika haidnya sampai 10 hari, berarti 3 hari itu
adalah darah istiadhah.
e. Mazi adalah cairah bening bergetah, ke luar ketika terangsang. Najis hukumnya dan harus wudlu. Jika terkena
pakaian juga harus dicuci.
f. Mani adalah air yan gke luar memancar diikuti rasa nikmat dan menurunnya syahwat. Wajib mandi.
g. Keputihan, hukumnya mubah.

2. Wanita wajib mandi bila
a. bermimpi dan melihat di pakaiannya ada mani.
b. bila berhubungan badan
c. apabila bersih dari haid dan nifas
d. kafir masuk Islam
e. apabila meninggal dunia.
Untuk laki-laki wajib mandi ketika akan shalat Jumat.

Mandinya Rasulullah adalah mandi yang seperti diutarakan oleh istrinya Ummu Aisyah dan Ummu Maemunah.
Menurut Aisyah, yang dilakukan Rasulullah adalah ;
1. mencuci kedua tangan
2. berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat
3. memasukkan jari ke bejana
4. menyela-nyela ke akar rambutnya sehingga kulit terasa basah
5. mengalirkan air ke kepala dengan tiga kali ciukan.
6. sira ke seluruh badan

Menurut Maemunah adalah ;
1. cuci kedua tangan 2 sampai 3 kali
2. menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kiri
3. cuci kemaluan
4. menggosokkan telapak tangan kiri ke tembok (ini sunnah yang sering dilupakan)
5. mencuci tangan
6. berkumur
7. instinja(membersihkan diri dari hadast kecil dan besar)
8. mencuci wajah
9. mencuci tangan
10. mengusap kepala
11. mengalirkan air ke seluruh tubuh
12. Mencuci kaki

Dan yang utama dalam mandi janabah adalah menyatukan dua pendapat di atas dengan tata cara ;
1. Niat
2. Membaca Basmallah
3. Mencuci tangan
4. Cebok
5. menggosok tangan
6. Berwudlu
7. Menyela air ke akar rambut
8. Menyiram seluruh tubuh

Untuk mandi haid, bukalah ikatan rambut dan gunakan daun bidara sebagai sunnah untuk wewangian. Digunakan untuk cebok.